
"Di bukanya perguruan Heibei para putri di bagi menjadi 2 kelompok dan masing-masing di berikan misi, kelompok pertama terdiri dari, pangeran Yifan, Putri Yueyin, Putri Moonai dan pangeran Wenhua. Kelompok kedua terdiri dari, Putri Zhao, pangeran Linyi, Song Pengyue, dan pangeran Mui." Jelas Kasim.
"Penilaian ini akan di nilai oleh, kaisar, Jendral yangsi, Panglima perang Xiaoqi dan permaisuri sendiri." Jelas menteri pendamping kaisar.
"Lalu kapan kami dapat memulai misi ini?" Tanya song pengyue dengan sikap dewasanya, dia memiliki wajah yang manis dan terlihat dingin.
"Misi dari kelompok pertama yaitu membangkitkan kembali naga putih di laut Dong hai, sedangkan kelompok dua membuat segel terbaru di pilar Guren, Tentu saja kalian harus memiliki kekuatan yang maksimal, Naga putih tidak mudah di lawan meski 4 orang sekaligus, dan membangkitkan segel di pilar Guren tidaklah mudah karena membutuhkan pengorbanan yang tangguh, jika salah sedikit jiwa kalian akan termakan oleh pemilik segel asli yaitu heise, iblis pemakan jiwa." Jelas Panglima Xiaoqi.
"Apakah kalian mengerti?" Tanya jendral yangsi.
"Kami mengerti!" Semuanya menjawab.
"Kunci segel ada di tangan kaisar, sedangkan bola suci untuk menjinakkan naga putih ada di tangan permaisuri. Waktu kalian untuk berlatih adalah satu Minggu, setelah ini barulah pertandingan pertama di mulai." Jelas Kasim lagi.
*Yueyin pov
Ternyata aku satu kelompok dengan pangeran Yifan dan Pangeran Wenhua. Hanya saja yang membuat ku khawatir adalah putri Jendral yangsi bernama Moonai, tidakah dia ingin mengalahkan ku? Berpikir positif, kami bekerja sebagai kelompok untuk saat ini dia tidak mungkin berani.
Setelah pertemuan itu kami kembali ke tempat masing-masing, aku melewati tempat yang sama sedang pangeran Yifan menyelesaikan masalah sebelumnya, cuaca yang sangat dingin itu aku berusaha menjaga keseimbangan lagi, nafas ku mengeluarkan embun saking dinginnya. Kaki sedikit gemetar akibatnya.
Aku dan pangeran Wenhua tidak sengaja berpas-pasan. Mata kami saling menatap dia melanjutkan langkahnya menuju kediaman kaisar, sekilas aku melihat luka di tangan pangeran Wenhua, sontak teringat pada luka yang sama di tangan mianju.
Batss! *Mengambil tangan dengan tiba-tiba.
Pangeran Wenhua terkejut, aku tidak perduli. Bukan kah ini semua kebetulan? Atau memang orang yang sama, tatapan curiga terpancar dari mata ku.
"Putri Yueyin, tidak sopan menarik paksa tangan pria yang bukan suami mu." Kata pangeran wenhua.
"Kamu mianju!" Aku sangat yakin kalau itu dirinya.
"Mianju, siapakah dia?" Bingung pangeran Wenhua.
"Luka ini, kamu dapatkan saat membuat ramuan untuk obat mata ku." Aku menjelaskannya.
__ADS_1
Pangeran Wenhua tertawa keras, mungkin dia menganggap sebagai orang gila. Apakah aku salah mengira? Dia menatap ku dengan tatapan meremehkan, mungkin tidak senang.
"Tapi maaf putri, saya tidak pernah menyelematkan seorang perempuan. Luka ini saya dapatkan saat berperang." Jelas pangeran Wenhua.
Hati ku berdenyut sakit sekali, berbeda dengan rasa berdebar. Ingin menangis, rasa kecewa menghampiri, ada banyak hal yang ku curigai tapi aku tidak sanggup jika mengetahui faktanya. Apakah yang di katakan pangeran Wenhua itu benar? Lalu siapakah Mianju sebenarnya.
"Tidak perduli kamu mianju atau bukan, sekali saja jika kau mengenalnya. Aku ingin bertemu, jika dia tidak ingin bertemu, maka jadikan ini pertemuan terakhir kami." Ucap ku.
Langkah pangeran Wenhua berhenti, dia mengerjapkan matanya sambil meremas salju yang ada di tangannya. Air mengalir, salju itu mencair di tangannya.
Wush! *Cahaya biru timbul di sekitar tubuh pangeran Wenhua.
Aku terkejut bukan main, cahaya itu mirip sekali dengan orang yang menyelamatkannya ku dari siluman tua, ternyata memang pangeran Wenhua yang datang saat itu. Lalu apakah dia benar-benar ada hubungannya dengan mianju?
"Kamu adalah mianju." Ucap ku.
Syattt! *Cahaya biru menyerang putri yueyin.
Aku terjatuh di atas salju, cahaya biru itu mendorong ku dengan kuat hingga aku terpental dan kehilangan kesadaran. Tatapan terakhir melihat pangeran Wenhua berada di atas lalu memegang wajah ku pelan.
*Malam hari
Aku bangun dari tidur ku, melihat sekitar tidak ada orang. Bukankah saat itu aku sedang melewati jembatan? Kenapa bisa aku disini? Apa yang sudah terjadi. Kepala sangat sakit aku tidak bisa mengingat apapun.
"Putri Yueyin bagaimana keadaan anda?" Tanya Zizi dia baru saja datang.
"Memangnya apa yang terjadi pada ku?" Aku kembali bertanya.
"Linshi menemukan anda tergeletak di atas tumpukan salju, sebenarnya saya yang bingung. Apa yang terjadi pada putri?" Tanya Zizi lagi.
"Aku sendiri juga tidak ingat, kepala ku pusing. Dimana linshi? Apakah dia sudah berhasil menyelidiki permaisuri?"
Linshi datang kemudian menarik kursi dan duduk di hadapan ku, dia menopang dagunya lalu menunjuk leher ku yang balu. Setelah berkaca ternyata ini bukan luka biasa, ini adalah kekuatan dari bunga Bīng jiànwàng. Menurut buku yang ada di buku, bunga itu berfungsi untuk membuat ingatan hilang, kegunaannya bisa di ukur sesuai yang kita mau.
__ADS_1
"Siapa yang berani melakukan ini pada ku?" Gumam ku heran.
"Siapa yang kau temui terakhir kali?" Tanya linshi.
"Aku benar-benar tidak mengingatnya." Jawab ku.
"Kalau begitu apakah ada penawar nya?" Sambung Zizi.
"Bunga Bīng tidak memiliki penawar apapun, efeknya sama seperti meminum air kelupaan." Kata ku.
**bunga Bīng/ bunga es kelupaan biasa di gunakan untuk seseorang yang ingin melupakan masa lalunya, tetapi cerita ini sedikit di modifikasi bahwa menggunakan bunga Bīng harus memiliki penanam dan tubuh yang menjadi induk dari bunga Bīng.
*Penanam adalah orang yang menciptakan bunga Bīng memiliki resiko 3 penderitaan*.
Ini sebuah ancaman, apakah seseorang tahu kalau aku mencoba menyelidiki kerajaan timur ini? Bisa bahaya jika permaisuri atau kaisar mengetahui rencana ku. Aku berniat untuk membongkar rahasia Permaisuri dan mendapatkan tahta, jika berhasil itu akan sangat membantu untuk kelangsungan kerajaan barat.
"Urungkan dulu niat mu, aku memiliki info yang rumit." Ucap Linshi.
"Apa itu?" Tanya ku.
Mulai mendengarkan penjelasan dari linshi, jendela tertutup dan semua ruangan sengaja Zizi kunci agar meminimalisir orang untuk menguping pembicaraan kami.
"Kerjaan timur tidak semudah yang kita bayangkan, bahkan disini terjadi persaingan sengit." Linshi membuka bicaranya.
"Maksudmu, persaingan antar pangeran?" Tanya Zizi.
"Bukan hanya itu saja, bahkan permaisuri hendak menjatuhkan pangeran pertama Yifan dengan memfitnah telah membunuh naga putih, padahal permaisuri sendirilah yang membunuh naga putih dengan menggunakan bola suci." Jelas linshi.
"Permaisuri Enxi sangat licik, kita harus berhati-hati padanya. Jika ketawan menyelidiki dirinya, kita bisa di jadikan korban selanjutnya." Kata ku.
"Jadi apa kau tetap akan melanjutkan rencana mu itu? Menjatuhkan permaisuri? Itu sangat berbahaya. Lebih baik fokus pada pertandingan, kau harus menjadi permaisuri putra mahkota agar bisa tergabung dalam kegiatan kerajaan." Saran Linshi.
"Aku terima saran mu, tapi sepertinya pertandingan ini sangat sulit. Ku dengan ada tiga sesi, dan terakhir melawan rekan sendiri." Aku menyandarkan tubuh.
"Itu sudah pasti, duel di lakukan untuk menentukan pemenang Putri." Celetuk Zizi.
__ADS_1
"Baiklah, waktunya kalian beristirahat. Besok akan menjadi hari pertama kalian menjalankan misi, Linshi kau terus awasi gerak-gerik permaisuri, semisalnya dia ingin mencelakai ku, aku bisa tahu lebih awal. Dan Zizi, awasi pergerakan Putri Zhao, aku masih menyimpan kesal karena waktu itu." Ujar ku.