
Berkali-kali ku pikirkan apa yang di katakan pangeran Yifan, dia menawarkan sebuah kompensasi jika kami berhasil. Semua masalah akan selesai jika kami bekerja sama, tapi apa mungkin aku mengkhianati pangeran Wenhua?
"Putri Yueyin." Panggil Zizi memecahkan lamunan ku.
"Ah ya, airnya sudah siap?" Tanya ku.
"Sudah putri." Jawab Zizi.
Waktu sudah memasuki sore hari, rencananya nanti malam kami akan segera berangkat ke istana barat. Aku harus buru-buru memberi kabar pada kaisar Yuwen jika tidak maka semuanya akan terlambat.
Setelah selesai membersihkan tubuh langit mulai menghitam tanda waktu memasuki jam malam. Linshi pulang membawa kereta kuda yang akan kami naiki.
"Kalian sudah bersiap-siap?" Tanya linshi.
"Semuanya sudah siap." Jawab Zizi.
"Sebentar aku harus mengirimkan surat pada seseorang." Aku mengikatkan gulungan surat tepat di kaki burung merpati.
Burung merpati biasa di gunakan untuk pengantar surat pribadi zaman dahulu. Surat itu aku kirimkan untuk pangeran Wenhua, isinya kata-kata ku yang mengabarkan bahwa akan kembali ke istana barat selama beberapa hari.
Merpati terbang jauh, kami sudah berada di kereta kuda yang melewati gerbang istana timur. Berharap bahwa pangeran Wenhua membaca surat itu tanpa curiga aku tak memberinya kabar.
Crattt! *Darah muncrat ketika pedang melayang dan menebas tubuh merpati menjadi dua bagian.
Pengyue tersenyum, dia menghapus darah di pipinya. Surat berlumuran darah itu di rematnya hingga tulisan tak bisa terbaca lagi, dia menyeringai merasa puas setelah melakukan hal itu. Menantikan pertengkaran antara putri yueyin dan pangeran Wenhua.
"Pangeran anda mau kemana?" Tanya anchi.
"Pergi ke kediaman putri yueyin, kau tunggulah disini sampai feibao pulang." Jawab pangeran Wenhua yang telah sembuh.
"Tapi tadi aku lihat putri yueyin pergi." Kata anchi.
__ADS_1
"Pergi? Kemana dia pergi?" Tanya pangeran Wenhua terkejut saat mengetahui putri yueyin tidak memberinya kabar.
"Uhm, saat itu aku mendengar percakapan putri yueyin dan kaisar. Dia bilang akan kembali ke kerajaan barat untuk menghadiri pesta pernikahan kaisar Yuwen." Jelas Anchi.
"Aku tahu mungkin itu bukanlah suatu masalah, tapi apa aku tidak sebegitu pentingnya bagi dia? Sehingga saat dia pergi pun tidak memberi tahukan?" Pangeran Wenhua terlihat kecewa.
"Pangeran sebaiknya kamu jangan berburuk sangka, mungkin sebentar lagi putri akan mengirimkan surat untuk mu." Kata anchi agar pangeran tidak terpuruk dalam perasaan kecewa dan menjadi konflik hubungan mereka.
Ya pangeran menunggu sampai matahari terbit, terus duduk meski kadang terlelap karena mengantuk. Dia tidak berharap lebih lagi, sepertinya putri yueyin tidak ingin masalahnya di campuri dengan pangeran Wenhua, akan tetapi kita melupakan fakta bahwa surat dari putri Zhao telah di curi sehingga pangeran Wenhua tidak tahu jika permaisuri Enxi merencanakan pembunuhan.
"Ada banyak serangga yang mengganggu jalan ku." Gumam permaisuri sambil menyusun bunganya di pagi hari.
"Lalu bagaimana? Apakah kita harus membunuh mereka satu persatu?" Kini wajah yang selalu di sembunyikan muncul dia adalah seorang laki-laki yang selalu menemani permaisuri Enxi dan melancarkan rencananya.
Di bayar dengan sejumlah uang, keluarganya pernah di tolong permaisuri. Hidupnya menjadi taruhan, sepantas dia mengabdi diri pada Permaisuri karena telah menyelamatkan nyawanya, ia bernama.
"Lenglu, sebaiknya kau selidiki Zhao. Apa saja yang ia ketahui, jika dia mengetahui banyak hal maka bunuh saja anak itu." Perintah permaisuri Enxi.
"Dan satu lagi. Pastikan peramal itu tidak mengkhianati kita." Lanjut Permaisuri.
Sementara itu putri yueyin di istana barat sedang menyiapkan sebuah kado pil untuk calon istri sang kaisar Yuwen, dia telah belajar dari Xianyu cara membuat pil. Putri Yueyin sangat berharap bahwa hasilnya setara dengan cara pembuatan yang sulit.
Dia berjalan ke arah kamar mempelai wanita, melihat sosok perempuan cantik bertudung merah. Memberikan hormat lalu meletakkan hadiah itu di atas meja, tanpa sadar seseorang memperhatikan mereka.
"Panjang umur calon permaisuri." Ujar putri yueyin yang di sahuti dengan anggukan.
"Saya membuat pil kesehatan untuk mu, mohon di makan setelah acara pernikahan selesai." Lanjutnya.
"Terima kasih putri yueyin." Balasnya.
Setelah memberi hadiah itu putri yueyin bergegas menuju kamar mempelai pria, sayangnya tidak ada seorang pun yang boleh masuk sebelum proses pernikahan selesai. Jantung yueyin berdebar khawatir, bagaimana jadinya jika terjadi sesuatu yang buruk pada kaisar? Dia tidak mau hal itu terjadi.
__ADS_1
Putri Yueyin memanggil semua penjaga dan pelayan kepercayaan kaisar dan dia. Zizi dan Yiyi serta mujing dan Linshi, mereka berdiskusi apa yang akan di lakukan.
"Ku beritahukan sekali lagi, bahwa seseorang telah merencanakan pembunuhan untuk kaisar." Sengajanya tidak dulu di beritahukan bahwa rencana itu berasal dari otak permaisuri Enxi.
"Lalu kami harus bagaimana, putri?" Tanya Yiyi perempuan dengan dasar seni beladiri yang cukup.
"Selama proses pernikahan, kamu menjaga pintu masuk dan perhatikan semua tamu. Cegah bila mereka memiliki keanehan." Saran putri yueyin.
"Baik." Yiyi mengerti.
"Dan mujing serta Linshi, kalian harus melindungi kaisar jika terjadi sesuatu. Aku pinta mujing mendampingi kaisar, memotong jarak kalian agar memudahkan kau melindungi kaisar dengan mudah." Jelas putri yueyin.
"Baik putri." Mujing menunduk.
Acara pernikahan pun di mulai, masing-masing melakukan tugasnya. Mempelai pria lebih dahulu menghampiri altar pernikahan kuno, sementara mempelai wanitanya akan menyusul. Di saat bersamaan, muncullah dua orang bocah yang sedang bermain. Diam-diam memasuki kamar mempelai wanita dan membuka hadiah dari putri yueyin.
"Tumpahkan! Tumpahkan!" Seru satunya.
Bocah kecil itu menumpahkan cairan tak lain adalah racun yang akan membuat korbannya mandul. Siapa orang yang menyuruh mereka? Tentu adalah si peramal sialan dengan niat buruk, kedua bocah itu tidak bersalah namun otak si peramal merusak amal baiknya seorang anak kecil.
Ibu suri barat sangat senang, akhirnya ada hari dimana putra tunggalnya akan menikah. Dia berdandan cukup cantik untuk di usia lumayan tua, berjalan perlahan hingga bertemu si peramal. Tidak ada sapaan, sepertinya mereka baru saja bertengkar.
Apa permasalahannya? Saat itu si peramal marah karena kaisar Yuwen di bebaskan dari penjara. Ibu suri menjadi curiga dengan dia dan bertanya apa maksud tujuan dari si peramal tersebut, tambah lagi sudah banyak omongan jika peramal tersebut akan merebut kekuasaan kaisar. Mereka bertengkar dan tidak berteguran selama beberapa hari ini, hingga peramal membuat perjanjian kerja sama dengan kerajaan timur. Si peramal bodoh ini mengira bahwa dengan kematiannya kaisar Yuwen dia akan mendapatkan jabatan tanpa sadar jika kematian kaisar akan menyebabkan turun dan pergantian kekuasaan yang membuat daerah barat kacau, hal itu di jadikan santapan yang pas bagi kerajaan timur untuk menghancurkan dan menguasai kerajaan barat.
Dua orang memasuki acara pernikahan tersebut, pesta di selenggarakan bebas dan di laksanakan di depan istana utama agar bisa di saksikan semua rakyat. Mereka berbisik kemudian satunya berakting mabuk dan membuat ke gaduhan yang mengalihkan perhatian Yiyi kesana. Satunya berhasil memasuki gerbang acara tersebut, dia menutupi belati yang ada di sela-sela pakaiannya.
Ibu suri tersenyum bahagia saat melihat putra tampannya membaca janji pernikahan, dia jadi bernostalgia pada pernikahan palsunya dulu yang di laksanakan di lembah milik kekasih lamanya.
Sementara itu peramal membuka gerbang belakang agar pembunuh bayaran itu bisa masuk tanpa di perhatikan Yiyi. Acara pernikahan pun berlanjut dan tibalah saat menghidangkan teh untuk kedua pasangan yang sudah menikah.
"Lindungi kaisar!!!" Teriak prajurit saat melihat ada banyak anak panah tertuju kaisar.
__ADS_1