History Of Love Princess Yueyin

History Of Love Princess Yueyin
Episode 66


__ADS_3

Saat datang bayi naga putih melompat-lompat di dalam air, dia terlihat menggemaskan. Aku duduk di atas jembatan yang tidak ada tiang pegangannya, tidak terlalu tinggi antara jembatan dan air kolam kaki ku pun bisa menyentuh di dalam air.


Bayi naga putih berenang mendekati ku, jantung berdegup kencang ini pertama kali kami berjumpa sejak dia menetas, kau tahu apa yang mengejutkan? Bayi naga putih itu terbang lalu jatuh di tubuh ku. Aku tertawa ria, dia mengelus-elus tubuhnya di wajah ku.


"Kamu sangat menggemaskan, kau ingat aku?" Tanya ku pada bayi naga putih, dia mengangguk tanda mengerti.


"Ngung..ungg." sangat menggemaskan, matanya bulat seperti kelereng, kulitnya bahkan mulus tidak terlalu bersisik seperti ular.


"Mau aku berikan nama? Uhm..nama apa yang cocok ya." Pikir ku.


"Bagaimana jika Luze? Cantik sekali, cocok dengan mu." Kata ku sambil mengelus kepalanya.


Kami berpelukan, seperti memeluk kucing kecil bahkan ini lebih menggemaskan dari pada itu. Dia kembali ke dalam air kemudian berenang-renang sesukanya, itu menarik perhatian ku.


"Luze, aku harap ketika kamu besar nanti kau bisa menjaga dunia. Lindungi manusia-manusia baik di dunia ini." Gumam ku sambil tersenyum.


Tak! Tak! *Suara langkah.


Ku pikir saat itu yang datang adalah pangeran Yifan atau Putri Zhao, ternyata sosok itu orang yang saat ini tidak ingin ku lihat apalagi ku pikirkan. Aku membalikan langkah untuk meninggalkan tempat itu, sedangkan dia mempercepat langkah untuk mencegah aku pergi.


"Yueyin! Tunggu sebentar!" Pangeran Wenhua menahan lengan tangan ku.


"Apa lagi yang ingin kau bicarakan?!" Kata ku dengan nada sedikit tinggi.


"Aku minta maaf, selama ini sudah membuat mu sedih." Mohonnya.


"Sekarang? Baru sekarang kau mengatakannya?" Aku terheran.


Dia tersujud di hadapan ku, semua itu percuma. Wenhua Rui seberapa besar perasaan mu pada ku, seberapa besar usaha mu untuk membuat hati ku luluh lagi. Aku tidak akan mundur dari langkah ini, aku akan terus maju memilih jalan ini, karena Linshi dan Xianyu sudah menunggu ku.

__ADS_1


"Apapun yang kau putuskan, aku tidak akan melarang ataupun menentang mu. Tapi aku mohon, tolong jangan lukai orang-orang lagi." Mohon pangeran Wenhua.


"Kamu bilang seperti itu? Kenapa?! Kau tidak ingin aku melukai bibi mu? Tapi kau tega membunuh Sahabat ku! Wenhua Rui kau kejam!!" Teriak ku.


Aku menarik tubuhnya ke atas, dengan mata yang berkaca-kaca ku lepaskan gelang ajaib milik ibunya. Tentu saja ini bukan hak ku, gelang ini seharusnya tidak jatuh ke tangan ku, dengan begitu semuanya akan baik-baik saja.


"Aku kembalikan gelang ini pada mu, memang tidak bisa di gunakan. Tapi setelah aku mati pasti bisa, tunggu saja saat itu." Ujar ku sambil menyerahkan gelang di tangannya.


Hujan pun turun, pangeran Wenhua mengambil payung yang berada di samping bawah kakinya. Dia membuka payung itu lalu memberikannya padaku, bibirnya tersenyum menerima gelang itu, tapi dia malah menarik tangan ku lagi untuk memegang gelang itu.



"Bahkan jika aku mati, kau mungkin akan cepat melupakan ku. Tapi ketika kau yang pergi, aku tidak akan pernah bisa melupakan mu seumur hidup ku." Itu senyum terakhirnya yang ku lihat, di bawah hujan mungkin kami tidak akan pernah bertemu lagi setelah ini, tidak akan pernah bertegur sapa lagi.


Kami berpisah disana, aku berusaha menahan tangis ku, dalam hati berkata semuanya akan baik-baik saja. Aku akan melupakan pangeran Wenhua, biarkan takdir menelan apa yang sudah seharusnya terjadi.


"Yueyin kau baik-baik saja?" Tanya pangeran Yifan.


"Ya, aku baik-baik saja." Jawab ku sambil melewati tubuhnya.


Pangeran Yifan berbalik untuk mengikuti ku, aku tidak sanggup lagi menahan tangis akhirnya menunduk untuk menyembunyikan tangisan supaya pangeran Yifan tak melihat keadaan ku seperti ini.



Kluk! *Pangeran Yifan memeluk ku.


"Aku tahu ini sangat berat untuk mu, tapi cobalah lupakan dia, ada aku disini yang selalu bersedia menemani mu yueyin." Ucap pangeran Yifan.


Aku menangis histeris, biar ini menjadi tangisan terakhir untuk aku melepaskan semua perasaan sedih yang tertuju padanya.

__ADS_1


"Aku membenci dia! Dia dan bibinya sudah membunuh orang-orang terdekat ku! Tapi aku tidak bisa…tidak bisa sekali pun berpikir untuk membunuhnya, tidak bisa melepaskannya begitu saja! Aku tidak ingin seperti ini! Hiks..tapi aku juga tidak bisa meski sudah berusaha." Jerit ku dengan Isak tangisan.


Pangeran Yifan memegang wajah ku, dia meyakinkan bahwa kami bisa melalui semuanya bersama-sama. Dia berjanji akan membahagiakan ku ketika kami sudah mencapai puncak tujuan, dia berjanji tidak akan pernah melukai aku.


***


Tibalah dimana hari pertandingan di mulai, Zhao dan aku sudah bekerja sama. Zhao kali ini akan mengalah agar aku bisa mencapai puncak pertandingan. Setelah berhasil mengalahkan Zhao selanjutnya aku di hadapkan oleh Pengyue.


"Berhati-hatilah, aku tidak akan memberikan mu ampun." Kata Pengyue.


"Kalau begitu aku tidak akan segan-segan." Senyum ku.


Awalnya aku terus mengalah, Pengyue memberikan serangan beberapa kali dan aku menghindarinya. Dia berteriak bahwa aku pengecut.


"Dasar pengecut!" Teriaknya sontak membuat semua orang mentertawai ku.


"Sudah cukup. Kini giliran aku." Kata ku dengan nada yang lantang.


Ku keluarkan pedang ilusi yang di buatkan mendiang linshi hingga menjadi tampak nyata, karena saat ini aku sudah memiliki empat elemen aku pun menyatukan semuanya. Tanaman rambat mengikat tubuh Pengyue, besi-besi siap melayang, sedangkan angin membuat tubuh ku melambung di udara.


Bersyukur aku tidak menancapkan besi-besi di seluruh tubuh Pengyue karena itu bentuk pelanggaran, aku hanya menikamnya dengan satu pisau es yang membuat kekuatannya melemah seketika.


Besi-besi melayang memutuskan tanaman rambat lalu menjatuhkan Pengyue ke tanah, wanita itu kini tak sadarkan diri. Semua penonton terkejut melihat aku Yueyin yang di kenal tidak terlalu kuat kini berhasil mengalahkan Pengyue sombong. Begitu juga dengan Moonai, dia menatap ku seakan tatapan itu mengisyaratkan kata 'kalahkan aku maka semuanya akan selesai.' tidak tahu apa tujuannya, dia ingin menjadikan aku nomor satu, tapi bagaimana perasaannya jika aku akan menikah dengan pangeran Yifan nanti.


Syatttt!


Clank! Clank! *Suara pedang.


Kami bertempur di atas udara, sama-sama kuat sulit untuk mengalahkan. Tapi yang ku tahu Moonai terus memberi sela dengan kode bahwa itu kelemahannya, aku adalah yueyin He Xianyu mengatakan bahwa seorang pendekar tidak akan menerima kekalahan lawan yang di sengaja, pendekar kuat sejati benar-benar mengalahkan lawannya dengan cara sendiri.

__ADS_1


__ADS_2