History Of Love Princess Yueyin

History Of Love Princess Yueyin
Episode 55


__ADS_3

"Yueyin, aku dengar pertandingan akan segera di mulai sebaiknya kita segera kembali ke istana timur." Kata linshi.


*Yueyin pov


Saat membenarkan tali pakaian aku terkejut mendengar info dari linshi. "Kenapa bisa?" Tanya ku sembari mengikat tali pinggang hanfu.


"Kaisar timur mempercepat dengan alasan tubuhnya sudah tak sehat lagi, dia berharap bisa mengambil kesempatan ini untuk mencari calon kaisar." Jawab Linshi.


Aku menatap luar melalu jendela, ada baiknya juga dengan pergantian posisi kaisar aku bisa membenarkan fakta yang di lakukan Permaisuri Enxi. Sekaligus menghusut siapa dalang di balik permasalahannya dan kaisar.


"Kalau begitu segera persiapkan keberangkatan kita, dan jangan lupa untuk membawa Lan dong. Pernyataan dia sangat penting untuk menentukan siapa yang salah." Kata ku sambil mencari buku.


Buku itu terselip di barang-barang lama, mungkin aku tak sengaja menjatuhkannya. Ku baca disana tentang racun kemandulan, ada satu hal yang ku herankan kenapa bisa racun itu bekerja sangat cepat? Padahal tertulis jelas bahwa jika racun itu di konsumsi paling lama bekerja setelah dua Minggu terlewatkan.


"Ini aneh." Gumam ku sambil menutup buku itu.


Sambil berpikir siapa yang membenci kaisar hingga melakukan hal itu pada istrinya, dan menjadikan aku sebagai temeng dari perbuatannya. Pil yang di berikan Xianyu sangat bagus khasiatnya, aku juga merasakan bahwa disana tidak ada racun, namun kaisar berkata bahwa pil itu di beri racun, itu hal yang tidak mungkin, pasti seseorang telah merencanakannya.


"Menurut mu siapa yang melakukan ini?" Tanya ku ke arah linshi yang sedang duduk bersantai sambil memejamkan matanya.


"Coba tanyakan pada Lan dong, diakan seorang peramal." Saran Linshi.


"Mana mau dia berkata jujur pada ku? Dia pasti di penuhi kebohongan. Sedang saat aku menyuruhnya jujur saja dia tidak mau." Ucap ku.


"Menurut mu bagaimana caranya membuat orang yang suka berbohong mengatakan kebenarannya? Tentu membuat dia mabuk maka semua kebenaran akan terungkap." Kata linshi sambil menunjukkan satu botol arak.


Aku mengambil botol arak di tangan linshi, benar juga katanya. Tidak pernah terpikirkan oleh ku, tanpa mengundur waktu lebih lama karena ini sudah memasuki jam malam. Aku pun menuju penjara bawah tanah dengan membawa banyak makanan serta arak.


*Penjara bawah tanah.


Gelak tawa lan dong terdengar di seluruh ruangan bawah tanah. Dia terkikik melihat makanan yang aku bawa, padahal tidak ada satu makanan pun yang terlihat aneh.

__ADS_1


"Sejak kapan putri yueyin baik pada ku? Kekeke kau pasti ada maksud tertentu." Kata Lan dong curiga.


"Benar, ada maksud tertentu. Hari ini perasaan ku sangat hancur, tidak ada tempat curhat dan meneduh perasaan." Kata ku sambil berpura-pura minum arak agar menyempurnakan akting ku.


"Lalu apa hubungannya dengan ku?"


"Kau biasa di jadikan sebagai tempat curhat ibu suri kan, menjadi penghiburnya. Aku rasa kau orang yang tepat untuk menemani ku." Kata ku sambil menghitung makanan yang ada.


"Mana bisa ku nikmati makanan enak itu tanpa kau buka borgol ini." Dengus lan dong.


Pintu sel tertutup dengan cepat akibat kekuatan ku, rantainya juga terlilit agar Lan dong tidak bisa kabur dari sana. Dia terkejut dan shok melihat kekuatan yang aku miliki.


"Sejak kapan kau memiliki kekuatan khusus?" Tanya Lan dong dengan ekspresi tercengangnya.


"Makanya kau jangan macam-macam pada ku, turuti saja kemauan ku atau mati di tangan ku." Ancam putri yueyin.


Borgol terbuka, Lan dong duduk di hadapan yueyin lalu dengan antusiasnya dia melahap makanan yang ada di depannya. Kesempatan itu ia gunakan untuk menawarkan satu botol arak padanya.


Lan dong menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa minum arak." Katanya membuat diri ku kesal.


Mana bisa seperti itu, dia harus mabuk malam ini jika tidak rencananya akan gagal. Secara paksa ku cekoki arak di mulut lan dong lalu tertawa melihat ekspresi wajahnya.


"Apakah ini sikap seorang putri?!" Tanyanya kesal.


Aku tertawa lagi, berpura-pura mabuk lalu meminum sedikit arak. "Tenang-tenang, aku juga minum arak. Perasaan seperti ini enaknya memang meminum arak." Seru ku.


Sial, padahal tidak kuat minum. Karena lan dong aku harus meminum arak. Setelah cukup lama kami makan dan minum arak akhirnya terlihat bahwa lan dong memasuki fase dimana dia mabuk karena arak yang di berikan Linshi.


"Hey Lan dong! Apa kau tahu kalau Permaisuri mandul?" Tanya ku.


"Hah? Yang benar saja. Tidak ku sangka efeknya secepat itu, aneh sekali tidak sesuai perkiraan." Jawabnya.

__ADS_1


"APA KATA MU? JADI KAU YANG MEMBERI RACUN DI PIL KU?!" Ternyata lan dong dalang dari masalah ini, membuat emosi ku meluap saja.


"Benar, itu aku kenapa?" Tanya dia dengan keadaan mabuk berat.


"Keparat kau! Karena itu aku jadi bertengkar dengan kaisar!!" Kesal ku.


"Baguslah." Balasnya singkat.


Ingin ku layangkan papan kursi ke kepalanya, tapi jika dia mati aku tidak dapat menyatakan Permaisuri Enxi bersalah. Tapi emosi ku tidak bisa tertahankan akhirnya mulut kasar lama ku di munculkan.


"Kenapa kau melakukan itu?!"


"Aku tidak ingin dia memiliki anak, aku ingin menghancurkan protokol kekaisarannya. Sehingga aku bisa menjadi pemimpin daerah ini." Jawab lan dong dengan santai.


"Tidak tahu diri! Sudah miskin! Jelek! Uh tidak wajah mu lumayan karena mendiang ibu suri sempat tertarik pada mu, tapi tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan pangeran Wenhua dan Kaisar Yuwen! Berani-beraninya ingin merebut tahta orang! Memangnya kau siapa huh? Dewa?!" Aku menjambak rambutnya.


Terjadilah pertengkaran antara kami, saling menjambak rambut hingga Lan dong tersungkur. Dia mabuk berat aku meninggalkannya sendirian kemudian mengunci penjara bawah tanah dengan gembok.


Setelah keluar dari tempat itu, kepala ku terasa pusing ini efek dari arak yang di berikan Linshi. Sudah tahu tidak bisa minum, tapi aku memaksakan diri, sial sekali.


Mata ku mulai rabun, di tambah jalan menuju kediaman sangat gelap di malam hari. Rasanya ingin tumbang, sebelum terjatuh melihat seseorang menangkap tubuh ku.


Hap! *Putri Yueyin pingsan lalu di tangkap seseorang.


"Putri Yueyin?" Dia terkejut melihat putri yueyin pingsan secara tiba-tiba.


Ialah Tianyu salah satu keluarga kerajaan yang berjabat sebagai panglima perang, tugasnya berada di perbatasan sesekali pulang untuk melihat keadaan keluarganya di istana. Tianyu membawa putri yueyin kembali ke kediamannya, disana Zizi dan Yiyi menyambutnya hangat dan banyak berterima kasih pada Tianyu karena telah menolong Putri Yueyin.


"Terima kasih tuan Yu, kami kehilangan putri. Untung saja anda berbaik hati mengantarkannya pulang." Ucap Zizi.


"Tak apa, lain kali lebih perhatikan dirinya jangan biarkan keluar larut malam sendirian." Balas Tianyu dengan senyuman.

__ADS_1


__ADS_2