
Suara batuk terus terdengar sepertinya kami terserang penyakit ringan setelah kembali ke rumah. Dari tadi linshi terus bersembunyi di balik selimutnya, tidak menyentuh makanan yang telah kami beli.
"Linshi, makanlah ini. Bukannya kamu ingin sekali ikan panggang buatan kedai itu?" Tanya ku.
Linshi menggelengkan kepalanya, dia semakin menjadi menutupi seluruh tubuh dengan selimut tebal. Merasa kasihan aku mencoba menghidangkan makanan itu untuknya.
"Yueyin, aku tidak berselera. Kamu bisa menyimpannya." Kata linshi.
"Kamu bisa sakit, setidaknya makanlah walau sedikit." Balas ku.
"Ku mohon, tinggalkan aku sendirian, aku ingin beristirahat." Mohon linshi.
Melihatnya seperti itu, apakah dia masih terbawa suasana dengan kematian adiknya? Aku akhirnya pergi meninggalkan dia sendiri di kamar itu, mengisi waktu luang dengan membaca buku pengetahuan jenis tanaman herbal.
Alih-alih membacanya dengan serius, aku mendengar suara decakan di luar sana. Langkah seseorang yang tidak sengaja menginjak air, karena penasaran aku pun pergi keluar dari sana.
"Aneh, tidak ada orang. Tapi aku mendengar suara langkah kaki." Gumam ku.
Saat kembali memasuki rumah seseorang menarik pergelangan tangan. Di waktu yang tepat aku bersedia memukulnya dengan tongkat sapu yang tak jauh dari ku. Saat aku berbalik ingin memukul orang itu, niat ku terhenti lalu bertemu dengan wanita tua yang menjual apel kemarin.
"Kamu?"
"Nyonya maafkan saya mengejutkan anda, saya kemari untuk mengambil barang yang tertinggal di dalam keranjang apel, apakah nona melihatnya?" Tanya wanita tua itu.
"Maksud kamu gelang ini?" Tunjuk ku.
Raut wanita tua itu terlihat senang ia mengangguk lalu menyodorkan tangannya untuk mengambil gelang itu dari ku. Aku langsung menyimpan tangan ku di belakang punggung, menatapnya heran dan berfikir sejenak.
Meski aku sangat sedih akan berpisah dengan gelang ajaib ini, tapi wanita tua ini sedikit mencurigakan. Aku bertemu di dekat sungai yang jauh dari rumah, lalu kenapa bisa ia sampai kesini kalau tidak memata-matai kami.
"Tunggu sebentar, kalau aku boleh tau, dari mana kamu mendapatkan alamat rumah kami?" Tanya ku.
__ADS_1
"Aku menanyakan orang sekitar, mereka mengenal nyonya lalu memberikan alamatnya." Jawab dia.
"Benarkah?"
Dia mengangguk percaya bahwa ini adalah kebenarannya. Aku tidak bodoh, kami semua baru saja pindah kesini satu hari yang lalu, bagaimana mungkin orang disini mengenali aku? Wanita tua ini mengada-ada.
"Bisakah saya menerima gelangnya nyonya?" Tanya wanita tua itu lagi.
"Gelang ini tidak seberapa, aku tertarik. Kamu ingin menukarkan dengan emas milik ku?" Tanya ku kembali untuk memancingnya.
Aku berjalan masuk ke dalam rumah untuk mengambil perhiasan, namun wanita tua itu mencegat dan memukul pundak ku begitu keras. Pandangan ku sedikit buram, samar-samar ku lihat wajahnya berubah menjadi menyeramkan, rambut berwarna putih dan taring tajam. Gelang yang ku pakai mengeluarkan cahaya hijau lalu memulihkan pandangan ku.
Saat dia hendak mengambil gelang dari tangan kiri ku, aku memukulnya menggunakan tongkat sapu. Di kehidupan sebelumnya aku salah satu murid perguruan silat di desa yang kemudian di bubarkan setelah desa berkembang maju.
Atas nama guru ku, aku tidak akan kalah dengan siluman wanita tua ini. Setelah memukulnya dia terjatuh dan kami pun mulai bertarung. Dia sangat cepat tapi aku bisa mengelak setiap serangannya.
Tangan dan kuku panjang yang tajam hendak mencakar wajah ku, aku melentingkan badan bertujuan untuk menghindari serangan dia. Serangan pun datang bertubi-tubi, dia terlalu kuat hingga aku terdorong kebelakang dan tak bisa melawannya.
Cahaya hijau melingkari tubuh ku ada tanaman rambat transparan yang mengangkat aku ke udara, kejadian itu membuat ku terkejut sontak kaki siluman menendang perut hingga aku terjatuh ke tanah.
"Hei cepat serahkan gelang itu sebelum aku membunuh mu!" Katanya.
"Jika kamu berniat mengambilnya kembali, kenapa malah menaruhnya di dalam keranjang itu!" Marah ku.
"HAHAHA!" Dia tertawa dengan suara yang keras, sejenak linshi terbangun dan mencoba keluar dari rumah.
Linshi melihat ku yang tak berdaya di atas tanah, ia pun mengeluarkan pedang lalu berlari ke arah siluman tua. Namun usaha yang di lakukan linshi hanya sia-sia, siluman itu mematikan sarafnya hingga linshi tak bisa bergerak.
"Linshi!!!" Teriak ku.
"Kau mau tahu apa alasannya? Gelang itu hanya bisa di aktifkan oleh gadis yang masih perawan, aku sengaja melakukannya. Setelah berhasil di aktifkan maka aku akan mengambilnya lagi." Seringai siluman tua.
__ADS_1
"Meski kau membunuh ku! Aku tidak Sudi!" Teriak ku.
"Yue! Jangan bertindak gegabah! Jika dia mau gelang itu serahkan saja!" Teriak linshi.
"Baiklah jika kau ingin seperti itu, maka aku akan membunuh mu!" Siluman tua itu mengeluarkan kekuatannya.
Bertepatan dengan serangan siluman tua, tanaman rambat transparan kembali muncul dan melindungi ku dari serangan. Siluman tua itu terpelanting dan tubuh ku di kelilingi dengan api berwarna hijau, tangan ku terasa sakit sekali, ku lihat kulit telapak tangan ku mengelupas hingga membentuk tanda daun.
"Akhhhh!!!!" Aku berteriak kesakitan, sampai-sampai urat di leher ku bermunculan.
Tidak tahan dengan rasa sakitnya aku pun menangis. Pandangan ku semakin memburam ku dengar siluman itu berteriak kencang mengatakan 'Tidak' yang aku sendiri pun tidak tahu apa maksudnya.
"Tidak!!! Jangan sampai membuat kontrak!!!" Teriak siluman tua.
Rasa sakitnya semakin mereda, pandangan ku berubah menjadi hijau. Semua warna terlihat hijau di mata ku, aku pun melirik jendela dan melihat kedua bola mata hitam ku berubah menjadi warna hijau.
Linshi pun terkejut ia pun tidak bisa melakukan apa-apa, berdiri seperti patung dengan mulut yang ternganga lebar. Siluman tua terlihat kesal, ia membuat portal menggunakan tangannya lalu muncullah cahaya merah yang besar di sekitarnya.
Tidak tahu apa itu, aku melihat angin berwarna merah pekat yang melesat ke arah ku dengan cepat. Hebatnya tanpa di sadari tangan ku bergerak sendiri dan mengeluarkan hal yang sama, angin berwarna hijau melawan kekuatan milik siluman tua itu.
Tubuh ku bergerak sendiri sementara aku sadar atas apa yang ku lakukan. Kami melayang di udara yang sama, mata siluman itu terlihat merah dan kesal. Dia menggunakan kedua tangannya lalu melancarkan serangan.
Kali ini aku kalah darinya, aku hanya manusia biasa melawan siluman sangat mustahil bagi ku. Pandangan ku kembali seperti awal dan cahaya hijau mulai menghilang, aku terputar kemudian terjatuh kebawah.
Tiba-tiba seorang laki-laki menangkap tubuhku ku, dan kami berputar di atas tanah. Terdengar suara kibaran pakaian kami, terlihat indah jika di pandang. Sosoknya tidak asing bagi ku, mata kami saling bertatapan, wajahnya terlihat dingin tapi dia jauh lebih tampan di bandingkan dengan kaisar atau pun linshi.
Dia meletakkan tubuh ku pelan lalu menyenderkan di samping pohon. Sementara temannya membantu linshi lalu menghidupkan kembali saraf yang sempat di matikan oleh siluman itu, dengan cara menekan berapa bagian di dada, linshi sudah bisa kembali bergerak.
"Siluman wanita tua, akhirnya aku menemukan mu." Kata dia.
"Pangeran Wenhua, sepertinya pengejaran mu sia-sia. Gelang itu sudah memiliki kontrak dengan wanita di samping mu." Sambung siluman tua.
__ADS_1
janngan lupa klik tombol favorit dan jempolnya, terima kasih.