
"mau apa kau?!" Tanya Permaisuri Enxi berwanti-wanti melihat ia mendekat.
"Aku kasih kau sebuah pilihan, lompat sendiri atau aku yang mendorong mu?" Tanya pangeran Yifan.
Permaisuri Enxi melihat kebelakang, saat ini dia sedang ketakutan dirinya sudah tidak mendapatkan dukungan dari siapapun. Jendral yangsi sudah di tahan seumur hidup atas kesalahannya dan juga banyak kecurangan yang ia buat. Kini putra mahkota Yifan melakukan hal yang sama pada Permaisuri Enxi.
"Cepat pilih, aku terlalu baik membiarkan mu mati dengan cara yang sama seperti ibu ku." Ucap putra mahkota Yifan.
"Yifan Qi, meski aku mati aku akan berubah menjadi roh gentayangan yang akan membunuhmu!" Teriak Permaisuri Enxi kemudian terjun ke dalam jurang tempat di mana ibunya Yifan dan Wenhua mati.
Dia mati dengan keadaan mengenaskan, tubuhnya tampak remuk karena jatuh dari ketinggian yang tak terhingga. Putra mahkota hanya memalingkan wajahnya kemudian pergi begitu saja
Saat pulang putra mahkota Yifan di kabarkan bahwa Permaisuri telah sadar setelah koma selama satu tahun. Dia buru-buru mendatangi kediaman Permaisuri Yueyin.
Saat datang putra mahkota menjumpai Permaisuri Yueyin yang juga berjalan ke arahnya, dengan senyuman putra mahkota berlari ke arah Permaisuri namun dia mendapatkan tatapan dingin dan pintu kamar Permaisuri pun tertutup dan di kunci oleh yueyin.
Putra mahkota tampak bingung apa yang terjadi pada yueyin hingga tak memperbolehkannya memasuki kamar istri sendiri, putra mahkota menggedor pintu pelan sembari bertanya keadaan yueyin.
"Yue..apa yang terjadi, bagaimana keadaan mu?" Tanya putra mahkota.
"…" Tidak ada jawaban.
"Yue..aku minta maaf jika mempunyai salah pada mu." Ucap putra mahkota Yifan.
"Yifan..maaf tolong tinggalkan aku sendiri." Ucap Yueyin.
Kata-katanya membuat Yifan kecewa, tapi akan lebih buruk jika putra mahkota tidak kunjung pergi dari sana. Demi menepati kata-kata yueyin ia pun pergi dari sana, lama setelah itu terdengar suara tangisan perempuan yang menangis tersedu-sedu.
Dia menyesali perbuatannya sendiri, semua dendam telah terbalaskan tetapi dia tidak merasakan senang sedikit pun. Sahabat dan cintanya juga telah hilang di telan dendam, yueyin tak sanggup menahan rasa sakit yang muncul di hati ini.
Di tangannya sudah ada sebuah surat tulisan tangan pangeran Wenhua, dan anchi yang menemani yueyin di kediaman Permaisuri.
Tulisan itu berbunyi. "Aku berharap kau baik-baik saja, mungkin kabar ku tidak penting. Tapi kini keadaan ku mulai membaik, terima kasih obat yang sempat kau berikan. Aku pernah bilang kalau anchi adalah milik mu, Permaisuri yueyin rawatlah anchi seperti putri mu sendiri, dia akan menemani mu selamanya. Dia tidak akan mengecewakan mu seperti aku, lain kali jika kita bertemu mari bertegur sapa selayaknya seorang sahabat. Kau berjuang bertahan di kerajaan timur, dan aku akan membantu kakak mu untuk menjaga istana barat. Wenhua Rui selalu berharap kebahagiaan untuk mu." Tulisnya.
"Meow." Anchi berbunyi.
__ADS_1
Permaisuri yueyin memeluk anchi dengan air mata yang berlinang, dia terbaring di atas gerai bambu kamar dengan air kolam di bawahnya. Perasaannya hampa, kini dia tidak dapat melihat senyuman dari pangeran Wenhua lagi.
Sementara itu putra mahkota menjenguk ayahnya yang sudah sakit-sakitan, kaisar bilang bahwa umurnya tidak akan panjang. Ia pun menyerahkan tahtanya pada pangeran Yifan.
"Yifan Qi…ku serahkan kerajaan ini pada mu, aku berharap kau bisa menjaga daerah timur. Umur ku tak panjang, berjanji lah pada ku bahwa kau akan menjadi seorang pemimpin yang baik." Kata kaisar Shaotang.
"Baik ayah…" mata putra mahkota berkaca-kaca.
Tangan kaisar Shaotang terjatuh pertanda nyawanya telah tiada. Semua orang memberikan hormat untuk kematian kaisar Shaotang, Yifan pun menjatuhkan air matanya.
Setelah kaisar Shaotang di makamkan, Yifan Qi resmi menjadi Kaisar utama di kerajaan timur. Semua orang memanggilnya dengan hormat.
"Selamat atas kenaikan jabatan kaisar! Hidup kaisar Yifan Qi!" Sambut mereka semua.
Kaisar Yifan hanya bisa mengangguk tanda dia menerima sambutan itu, pintu terbuka memperlihatkan Permaisuri Yueyin berjalan ke arah Yifan dan memberikannya hormat.
"Selamat atas kenaikan jabatan kaisar." Ucap Yueyin dengan nada yang lembut.
"Ya, aku sudah baikan." Jawab putri yueyin dengan senyum terpaksa.
Mereka duduk di kursi pemimpin istana timur, semuanya memberi hormat. Akhirnya yang di inginkan yueyin sudah terwujud, dia telah menyelesaikan masalah dan menyingkirkan semua pengkhianat. Tidak ada lagi masalah di antara mereka, hanya hati kini merasa sangat hampa.
"Hormat kepada kaisar dan permaisuri!"
"Hoekk…" yueyin merasa perutnya mual.
"Ada apa?" Tanya kaisar Yifan khawatir.
"Tidak tahu, mungkin efek dari obat tabib." Jawab Permaisuri Yueyin.
Sosok gadis datang berlari ke arah Permaisuri Yueyin, dia adalah Zizi dan putri Zhao. Yueyin bangkit lalu memeluk mereka berdua.
"Bagaimana keadaan mu?" Tanya putri Zhao.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja." Jawab Permaisuri Yueyin.
"Syukurlah putri baik-baik saja." Senang Zizi.
"Ngomong-ngomong putri, apakah anda tidak ingin pergi ke lembah milik mendiang Xianyu? Hari ini adalah peringatan kematian Linshi." Lanjut Zizi.
"Kau benar, kita harus pergi kesana segera." Ajak Permaisuri Yueyin.
"Yue, apa perlu aku temani?" Tanya kaisar Yifan.
"Tidak perlu, kami bisa pergi sendiri." Jawabannya sangat dingin, seperti tidak memperdulikan kehadiran kaisar Yifan suaminya sendiri.
Mereka sampai di kediaman lembah mendiang Xianyu, menebarkan bunga dan menyiramkan air. Mereka berdoa agar Linshi bisa tenang di alamnya, setelah selesai putri Zhao mengajak Permaisuri berjalan sambil bercerita hingga mereka sampai di kedai terkenal dengan masakannya.
Saat membaca menu di kertas kuno, Permaisuri Yueyin tak sengaja membaca tulisan bakmie. Dirinya bernostalgia pada ingatan lama, dia menekan dahi kemudian memutuskan untuk memesan bubur kepiting.
"Ada banyak berita yang perlu kau ketahui." Ucap Putri Zhao.
"Apa itu?" Tanya Permaisuri Yueyin.
"Linyi sudah menikah dengan kekasihnya, di saat kamu koma dia menikah dengan putri keluarga Shu dan menjadi tuan rumah disana." Jawab putri Zhao.
"Lalu kabar apa lagi?" Tanya Yueyin.
"Tiga bulan lagi, Gege Wen akan menikah dengan Pengyue di istana barat. Dia mendapatkan gelar sebagai jendral di kerajaan barat, membantu meningkatkan kemajuan istana barat." Jawab putri Zhao.
Hati yueyin serasa tertusuk ribuan jarum, dia jadi tidak berselera makan dan hanya mengacak-acak isian dari mangkuk bubur kepiting. Zizi menyadari apa yang sedang di pikiran yueyin, ia pun ikut sedih mendengar kabar itu.
"Apa yang terjadi pada Permaisuri? Tadi aku melihatnya mual, apakah ada penyakit lain? Atau itu adalah efek dari bunga es pelupa?" Tanya kaisar Yifan.
"Kaisar sebenarnya ada yang ingin saya beritahukan pada anda secara empat mata. Mungkin ini waktu yang tepat, saat saya mengecek nadi Permaisuri Yueyin, ternyata dia sedang mengandung seorang bayi." Jelas tabib.
Kaisar Yifan terkejut bukan main, dia tidak tahu kalau Permaisuri Yueyin sedang mengandung. Bangun dari koma tiba-tiba sudah di kejutkan kabar seperti itu, sejak kapan bayi itu ada di dalam perut yueyin?
"Sejak kapan dia mengandung?" Tanya kaisar Yifan.
__ADS_1
"Usia kandungannya baru memasuki dua minggu, jika mau di gugurkan masih ada waktu." Jawab tabib.