History Of Love Princess Yueyin

History Of Love Princess Yueyin
Episode 59


__ADS_3

"Xianyu apa kamu tahu cara membuat pil penawar racun mandul?" Tanya ku.


Xianyu berhenti, dia berbalik arah kemudian menatap ku. "Apa yang kamu butuhkan?" Dia balik bertanya.


"Kakak ipar ku terkena racun itu, aku membutuhkan penawarnya." Berharap bahwa Xianyu bisa membantu.


"Racun mandul sulit di sembuhkan bahkan sampai bertahun-tahun lamanya, kapan kakak ipar mu terkena racun itu?" Tanya Xianyu lagi.


"Dua hari yang lalu, tapi ada yang aneh bukannya racun mandul itu bekerja dalam beberapa hari? Kenapa dia terkena efeknya langsung." Aku menjawab dengan bingung.


"Kalau begitu, kakak ipar mu benar-benar mandul. Tidak ada racun yang membuat dia tidak bisa memiliki anak." Jelas Xianyu.


Syuttt! Prank! *Runtuhan kayu jendela.


"Ternyata kau disini, selalu saja pergi tanpa kabari." Ucap seseorang sambil menatap rantang di atas meja, ia melanjutkan pembicaraannya lagi, "jadi kau berikan pada orang ini? Oh maaf jendela mu rusak karena aku." Kata linshi.


Kau tahu ketika melihat linshi ku pikir siluman monyet datang dari mana memanjat jendela hingga pinggirannya runtuh, untung saja Xianyu tetap tenang meski perabot rumahnya telah di rusak.


"Tuan, sebaiknya anda lebih berhati-hati." Senyum Xianyu kepala linshi.


Linshi menyikapinya tak acuh, dia melemparkan surat tepat di paha ku. Aku membuka surat itu lalu membacanya, berisi permohonan maaf dari permaisuri ternyata apa yang di katakan Xianyu benar adanya.


"Karena tidak perlu mencari penawar lagi, ayo kita pulang." Ajak Linshi.


"Sebentar, ada yang ingin ku lihat-lihat di lembah Xianyu. Apa kau tak bosan berada di istana terus?" Linshi memaksa ku pulang, aku tidak mau.


"Apa yang kamu butuhkan lagi yueyin?" Tanya Xianyu.


"Kamu tidak akan mengusir ku kan? Aku ingin berkeliling di kebun mu sebentar." Jawab ku kemudian berlari tanpa perduli disana ada Linshi dan Xianyu.


Setelah sampai di kebun, aku melihat tumbuhan stoberi yang sudah ku incar sejak pertama kali datang kesini, sayang waktu itu aku tidak bisa berlama-lama. Tanpa basa-basi ku petik beberapa buah stroberi kemudian memakannya dengan suasana hati yang mulai membaik, permasalahan ku antara kaisar Yuwen telah selesai kini tinggal bersama permaisuri Enxi.


"Hati-hati, ada duri dari tanaman lain yang bisa menusuk ujung jari mu." Celetuk Xianyu.


Aku menoleh lalu tersenyum, di tangan ku terdapat banyak buah stroberi dengan cepat ku berikan kepada Linshi untuk di simpan.


"Sebagai ucapan terima kasih, akan ku nyanyikan satu lagu untuk mu!" Senyum ku dengan ramah sembari memainkan tangan yang menempel di daun-daun.


"Coba nyanyikan, jika suara mu bagus akan ku berikan banyak stoberi lagi." Xianyu menantang ku.


"Baik, siapa takut." Mereka tidak tahu kalau aku ini pandai bernyanyi, teman-teman bahkan sering mendengarkan nyanyian ku saat sedang beristirahat bekerja.


Tangan ku meraih pucuk tumbuhan, matahari yang tidak terlalu terik menyinari di atas dan memperlihatkan dengan jelas pemilik bulu mata lentik. "Matahari secerah masa depan yang kita bayangkan, kau dan aku pernah berjanji bersama meski tak terwujud." Aku mulai bernyanyi dengan nada yang lembut.


"Lentingan sendok menyentuh mangkuk, senyuman terlihat di wajah mu. Mata mengecil kita tertawa bersama berharap waktu tidak akan pernah berjalan memisahkan kita."


"Walau dunia hancur tidak ada satu orang pun di sisi mu aku akan terus menetap, menemani mu membuka lembaran waktu dan pergi ke seluruh penjuru dunia."

__ADS_1


"Takdir mempertemukan kita, pertemuan terindah sepanjang hidup ku. Jangan membenci perpisahan karena setiap pertemuan akan ada perpisahan yang teramat sakit."


"Senyum lebih cocok untuk mu, aku tidak suka melihat tatapan dingin yang menusuk jantung ku. Ingat bahwa aku terus berada di samping mu meski tubuh ku berubah menjadi serpihan debu."


"Meninggalkan senyuman yang pernah ada karena aku, jangan salahkan cinta memisahkan, salahkan takdir yang menyakiti kita. Mari kita tulis ulang alur cerita, dimana hanya ada kau dan aku~"


"Jangan pernah membenci, ini adalah takdir. Pertemuan terindah dalam hidup ku, sekali pun berubah menjadi abu kau harus tetap tersenyum dan maju." Aku mengakhiri nyanyian.


Saat menoleh aku melihat Linshi dan Xianyu terpaku di posisinya masing-masing, Xianyu entah kenapa tatapannya mengisyaratkan bahwa dirinya teringat akan suatu hal masa lalu. Dia duduk di salah satu kursi sambil tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.


"Lagu mu sangat bagus, aku jadi teringat seseorang." Ucap Xianyu.


"Bukankah sudah ku bilang? Jangan pernah tenggelam di masa lalu, tetap tersenyum dan maju." Aku menepuk pundak Xianyu.


"Yueyin, sudah seharusnya kita kembali." Ajak Linshi.


"Ambilah stoberi sebanyak yang kau inginkan." Kata Xianyu.


"Terima kasih, ini saja sudah cukup. Baiklah kalau begitu aku pulang dulu, sampai jumpa lagi, Xianyu!" Aku pergi sambil melambaikan tangan.


Jika di pikir lagi hidup Xianyu sangat menyedihkan, puluhan tahun sendirian tanpa pasangan. Apakah dia tidak merasa bosan atau hampa? Hm, semoga hidupnya akan lebih baik lagi.


*Istana timur


Baru saja kembali sudah berpas-pasan dengan permaisuri Enxi, dia menatap ku tajam tapi sebagai seorang putri dan jelas tingkat ku masih berada di bawahnya. Mau tak mau harus memberi hormat sikap sopan santun, tapi apa yang aku dapatkan? Dia melewati tanpa tersenyum.


"Kenapa anda ingin memisahkan kami?" Tanya ku.


"Karena kalian tidak akan pernah bisa bersama, Wenhua Rui tidak cocok dengan mu. Aku tidak mau memiliki ipar ponakan seperti mu." Jawab permaisuri Enxi dengan tegas.


"Permaisuri apakah kau tidak memiliki hati sehingga ingin memperebutkan kebahagiaan orang lain?" Tanya ku membalas tatapan tajamnya.


"Kebahagiaan tidak perlu berasal dari cinta." Dia menyerang ku dengan elemen petirnya.


Aku menahan serangan itu dengan gelang ajaib, cahaya hijau melahap semua elemen yang di keluarkan oleh Permaisuri Enxi kemudian dia terpelanting dengan darah yang mengalir dari mulutnya.


"Kurang ajar! Kau melukai permaisuri!" Teriak salah satu pelayan.


"Permaisuri duluan yang menyerang ku, ada banyak saksi disini." Zizi tiba-tiba muncul dan melawan perkataan pelayan itu.


Aku tersenyum atas kemenangan kali ini, dia tidak bisa berkutik. Pada dasarnya kekuatan yang di miliki gelang ajaib selir ruyi lebih unggul dari pada kekuatan yang di miliki permaisuri Enxi, ia pun kalah dengan mudahnya ketika aku melakukan perlawanan.


Pergi dari tempat itu karena hari sudah mulai menggelap, aku berniat untuk membuat kue bulan dengan isian stoberi.


"Putri, biar saya saja yang buat. Saya takut rumah ini akan terbakar." Kata Zizi.


"Zi! Kamu tak percaya pada ku? Kali ini aku bisa membuatnya, tenang saja." Dengus ku.

__ADS_1


Zizi memperhatikan diri ku yang membuat kue bulan, sedangkan linshi tidak di ketahui lagi keberadaannya. Mungkin sedang termenung di luar sambil menatap bulan, setelah selesai hasilnya terlihat sangat cantik.


"Sudah jadi, aku akan pergi ke tempat pangeran Wenhua." Senyum ku.


Zizi menahan lengan ku saat pergi, dia berkata. "Putri Yueyin, saya dengar pangeran Wenhua berubah menjadi sensitif akhir-akhir ini. Sebaiknya anda jangan dekat dulu dengannya." Saran Zizi.


"Tidak apa, aku akan membuat perasaanya membaik." Senyum ku.


*Kediaman pangeran Wenhua.


Dia sedang melihat sebuah lukisan wanita, ku duga itu adalah selir ruyi ibu dari pangeran Wenhua. Pelan-pelan aku mengejutkan dirinya, tapi raut wajah dingin tampak lagi, sangat asing bagi ku.


"Kenapa kau malam-malam kesini?" Tanya pangeran Wenhua.


"Aku membuatkan kue bulan untuk mu." Jawab ku sambil memberikan kue bulan.


Brak!!! *Pangeran Wenhua menghempaskan wadah kue bulan.


"Setelah melukai permaisuri Enxi kau mau memperbaiki nilai mu di hadapan ku?!" Tanyanya dengan emosi.


"Dia duluan yang menyerang ku! Wenhua Rui! Kau sungguh tidak tahu terima kasih! Apa kau tak percaya pada ku?!" Aku berjerit di hadapannya.


"Sedari dulu aku tak pernah percaya pada mu!!" Teriaknya sambil memaki.


JDAR!!


Bagaikan di sambar petir, hati ku sangat sakit. Ingin membencinya tapi aku tak bisa, agar terhindar dari perasaan sakit ini aku buru-buru meninggalkan tempat itu. Kau tahu? Kadang cinta membuat kita lemah dan bodoh, ku akui tak bisa lari dari perasaan ini. Aku hanya ingin dia sadar dan berterimakasih karena aku telah membuatkannya kue.


"Hiks..hiks." suara tangisan.


Grep! *Seseorang memeluk yueyin.


"Bodoh! Siapa suruh kau dekat dengannya." Linshi memeluk ku.


"Siapa suruh kau memelukku." Kata ku sambil mendorong tubuhnya.


"Tidak tahu terimakasih, kau juga tidak ada bedanya dengan dia." Lanjut linshi.


"Entah jodoh atau musuh." Sambung ku.


"Permaisuri yang melakukannya." Kata linshi.


"Apa?" Bingung ku.


"Pangeran Wenhua sudah mempengaruhi dia, jadi wajar dia akan membenci mu." Jelas Linshi.


"Dasar Permaisuri gila! Aku dari dulu tidak senang padanya! Tatapan matanya itu ingin ku colok!" Aku mengungkapkan rasa kesal.

__ADS_1


"Besok akan ada hari dimana pesta dua puluh lima tahun jabatan kaisar, waktu itu sangat tepat untuk membongkar kebusukan permaisuri Enxi." Saran Linshi.


__ADS_2