
Jujur aku benci tapi cinta, seperti remaja yang baru mengerti akan hal romansa. Siapa yang di nantikan? Siapa yang ada di samping mu? Aku merindukanmu.
Potong terus menerus masa lalu, hingga kau sadar betapa hancurnya kejadian itu. Rotasi cinta ke benci lalu mencintaimu lagi, mungkinkah takdir menjadikan mu pendamping di kehidupan lama? Sulit untuk melupakan cinta ini masih muda.
"Hoshh..hoshh.." pangeran Wenhua terbangun dari tidurnya, dia memimpikan yueyin.
Keringat bercucuran, pangeran Wenhua membuka pakaiannya. Lalu melihat luka yang di berikan pangeran Yifan serta tusukan dari Yueyin, jarinya menyentuh luka itu rasa nyeri dan pilu bercampur satu.
"Pangeran anda baik-baik saja?" Tanya feibao.
"Apakah kau masih menyimpan surat dari dia?" Tanya pangeran Wenhua.
"Tapi pada saat itu pangeran menyuruh saya untuk membakar semua surat dari Permaisuri Yueyin sebelum sempat anda membacanya." Jawab feibao.
Pangeran Wenhua menunduk, benar. Lebih baik mencegah perasaan itu. Bukan tak mau membaca isi suratnya tapi dia takut terluka dengan alasan yang sama tuk kedua kalinya.
Terkadang kamu takut terlalu dekat dengan seseorang, karena kamu tahu dia bisa pergi kapan saja, tak peduli betapa dekatnya kamu dan dia.
Kamu dan aku hanya sebagian kisah dari masa lalu, tapi kisah cinta ini terlalu nyata untuk ku.
Dua bulan kemudian…
Perut Permaisuri Yueyin kini mulai sedikit membesar, tidak ada cara lain. Dia harus menemui kakaknya kaisar Yuwen dan menceritakan apa yang terjadi. Akhirnya yueyin menemukan cara terakhir kabur dari istana timur.
"Zizi, kita tidak punya banyak waktu, sebentar lagi pernikahan Pangeran Wenhua dan Pengyue akan di laksanakan." Panik Permaisuri Yueyin.
"Baik putri saya akan memanggilkan kaisar kesini." Zizi segera bergegas.
Di tangan ku sudah terdapat jarum perak yang bisa membuat orang tertidur, dan arak berisi racun ilusi untuk kaisar Yifan. Dia datang dan bertanya apa maksud ku memanggilnya, agar memperhalus rencana yang akan ku jalankan aku pun berakting menjadi seorang istri yang baik hati.
"Kaisar." Aku berjalan memeluknya.
Karena hal itu kaisar Yifan jadi luluh, aku mengajaknya duduk untuk menghidangkan makanan yang telah di buat. Namun dia curiga saat melihat arak yang telah ku siapkan, dia berkata bahwa dia tidak akan meminum arak itu.
"Aku tidak memasukkan apapun, lihatlah jika kamu tak percaya." Dengan cepat aku meminum ramuan yang berisi racun ilusi.
Sialnya, satu cangkir arak itu tidak berisi racun. Ketika kaisar meminum araknya tidak terjadi apapun, rencana kedua menusuk lehernya dengan jarum dan membuatnya tertidur. Tapi sebelum itu ku berikan sisa racun ilusi di mulut ku pada kaisar Yifan melalui ciuman.
Matanya terbelalak, dia terkejut saat aku melakukan itu. Ini pertama kalinya kami melakukan hal itu, saat dia menjauhkan tubuh ku untuk bertanya, jarum perak sudah menempel di lehernya. Kaisar Yifan pun tertidur pulas.
__ADS_1
"Maafkan aku, Yifan. Aku bukannya ingin menolak cinta mu, tapi aku takut akan semakin membuat mu kecewa. Jika terus seperti ini masing-masing dari kita terus tersakiti. Aku berharap kau bisa menemukan wanita yang cocok dan hidup bahagia bersamanya." Aku merobek buku pernikahan kami lalu membakarnya menjadi abu.
Dengan begitu tidak ada lagi bukti bahwa kami seorang sepasang suami isteri. Bahkan jika ada seseorang yang ingin menjadi Permaisuri, tak perlu persetujuan ku lagi.
"Dia sudah tertidur?" Tanya putri Zhao.
"Sudah tertidur." Jawab ku.
"Kalau begitu ayo kita pergi Permaisuri." Ajak Zizi.
"Sebelum itu aku ingin bertemu dengan Moonai." Kata ku.
Aku datang ke penjara bawah tanah, tempat Moonai di hukum. Dia sekarang seorang wanita biasa yang tidak memiliki kekuatan apapun, saat aku datang dia berkata dengan nada tinggi.
"Kenapa kau datang?! Kau ingin mencemooh ku?!"
"Moonai tenangkan diri mu, aku kesini untuk melepaskan mu." Aku mencoba menenangkan pikirannya.
"Supaya aku bisa melihat kau dan Yifan bermesraan?!"
"Justru aku kesini ingin membuat mu bersama dengannya."
"Apa maksudmu?" Tanya Moonai.
"Bagaimana mungkin?!"
"Tentu mungkin karena aku sudah memberikan racun ilusi padanya."
***
Akhirnya Moonai setuju rencana berjalan dengan lancar, Yueyin, putri Zhao dan Zizi berangkat menuju istana barat sore itu. Pernikahan akan di lakukan malam hari, setibanya mereka sampai disana yueyin langsung bertemu dengan kaisar Yuwen.
"Kakak!" Yueyin berlari memeluknya.
"Yu'er kenapa kamu kesini? Tidak mengabari aku, apakah kamu baik-baik saja?" Tanya kaisar Yuwen matanya tertuju pada perut yueyin yang sedikit membulat.
"Aku merindukanmu, kakak ada banyak hal yang ingin ku ceritakan—"
"Kaisar Yuwen!" Panggil pangeran Wenhua.
Karena pangeran Wenhua datang, yueyin bersembunyi di balik batu. Kaisar tampak bingung kenapa yueyin bersembunyi, tapi dengan kecerdikan yueyin dia menyuruh kaisar untuk menyembunyikan keberadaannya.
__ADS_1
"Ada apa Wenhua?" Tanya kaisar Yuwen.
"Aku belum mengerti bagaimana adat istiadat pernikahan barat, bisakah kaisar menjelaskannya langsung pada ku?" Mohon Wenhua.
"Baiklah kalau begitu." Mereka pergi.
Yueyin mengintip lalu mengikuti mereka pergi ke ruang pernikahan. Disana dia melihat pangeran Wenhua dan kaisar Yuwen sangat akrab, mengintip dari balik jendela tiba-tiba seseorang menepuk pundak yueyin.
"Permaisuri yueyin, kenapa bisa anda disini?!" Feibao terkejut.
Brak! *Zhao memukul pundak feibao hingga pingsan, lalu mereka membawa feibao pergi dari tempat itu.
Pangeran mendengar suara feibao serta suara pukulan, ia pun segera keluar tetapi tidak melihat apapun. Mungkin itu efek lelah darinya, ia pun melanjutkan pembicaraannya lagi dengan kaisar Yuwen.
Mereka mengikat tubuh feibao di batang pohon, bibirnya juga di tutupi kain agar tidak bisa berteriak. Zizi mempunyai rencana bagus yakni menggantikan posisi mempelai perempuannya.
Saat Pengyue berada di kamar pengantin sebelum acara di mulai, seorang pelayan yakni Zizi sedang menyamar meletakkan gardu lilin bersisi aroma yang bisa membuat kamu tertidur nyenyak.
Tak lama kemudian Pengyue jatuh pingsan, Zizi dan Zhao mengganti seluruh pakaiannya lalu membuang Pengyue di hutan. Dengan tenang yueyin duduk di kursi pengantin siap menggantikan posisi Pengyue, mungkin ini akan sangat mengejutkan.
Pernikahan pun di laksanakan, pangeran Wenhua merasa asing dengan bentuk tubuh Pengyue. Perutnya sedikit membulat, tetapi ia tidak memusingkan itu.
Setelah pernikahan selesai, waktunya bagi mempelai pria membuka tudung merah milik pengantin wanita. Tapi pangeran Wenhua menolak dengan alasan dia akan membukanya setelah berada di kamar pengantin, padahal sebenarnya pangeran Wenhua malas menatap wajah Pengyue.
"Apa kau benar-benar tidak ingin melakukannya?" Tanya Yueyin sontak membuat pangeran Wenhua terkejut.
Suara itu tak asing baginya, tangannya bergetar ragu untuk membuka tuduh merah itu. Saat ia menarik semua orang terkejut melihat yueyin yang menjadi pengantin wanitanya, kaisar Yuwen juga tak kalah terkejutnya. Menurutnya yueyin sangat berani hingga melakukan hal semacam itu.
Pangeran Wenhua hendak meninggalkan ruang pernikahan tapi yueyin berteriak padanya dengan kencang.
"Apakah kau sangat membenciku?! Sampai-sampai surat yang ku kirimkan tak pernah kau balas?!"
"Permaisuri yueyin tolong jaga sikap anda, kamu ini seorang istri dari kaisar Yifan." Katanya.
"AKU BUKAN PERMAISURI YIFAN! AKU WANITA YANG MENCINTAI MU! WENHUA RUI PENGECUT! KAU TAK MAU BERTANGGUNG JAWAB DENGAN BAYI MU?!" Amarah yueyin sudah berada di puncaknya, air matanya mengalir.
Kaisar Yuwen hendak menjadi penengah, tapi Permaisuri Shen melarangnya. Biarkan itu menjadi masalah yang akan mereka selesaikan sendiri.
"Apa maksudmu?" Bingung pangeran Wenhua.
__ADS_1
Yueyin memegang perutnya. "Aku sedang mengandung anak mu." Jelas Yueyin dengan nada yang rendah.