
"apa?! Kepala desa Dahei mati?!" Permaisuri Enxi terkejut.
"Padahal aku sudah memberi perintah agar dia melecehkan Yueyin, tidak di sangka malah mati di tangan gadis itu." Permaisuri Enxi berpikir keras rencana apa lagi untuk membuat pangeran Wenhua dan Yueyin menjauh.
"Bukankah itu hal yang bagus permaisuri?" Tanya bawahannya.
"Apa maksudmu?" Bingung permaisuri.
Bawahan itu menghidangkan teh, dia adalah jendral yangsi. Jika Moonai mengetahui bahwa ayahnya adalah seseorang yang selalu mempunyai cara kotor mungkin dia akan sangat sedih.
"Karena membunuh seseorang, dia akan mendapatkan hukuman. Anda bilang gelang ajaib milik selir ruyi ada di tangannya bukan? Perlahan dia akan mendapatkan ujian yang menguras tenaganya, di tambah lagi hukuman ini, bukannya semakin mudah untuk membunuh dia?" Tanya jendral yangsi.
Permaisuri tertawa, senyuman terlukis di wajahnya. Dia sangat senang dengan pemikiran jendral yangsi, benar apa yang di katakannya. Semakin tenaga putri yueyin berkurang, semakin mudah pula untuk membunuh dia dan mendapatkan gelang ajaib kembali.
"Ide bagus, laporkan masalah ini kepada Mentri hukum segera. Dan pastikan berita ini sampai ke telinga kaisar." Perintah permaisuri Enxi.
"Baik." Jendral yangsi akan melakukan apa yang di suruh oleh permaisuri Enxi.
Sementara itu di sisi lain, yueyin sedang bersiap-siap. Dia sudah tahu bahwa sebentar lagi prajurit akan datang untuk menangkapnya.
"Kepung seluruh bagian kamarnya!" Para prajurit khusus Jendral yangsi sendiri yang turun tangan untuk menangkap putri yueyin.
Putri Yueyin menghela nafas tanda pasrah, para prajurit masuk dan langsung mengikat kedua tangannya untuk di bawa ke aula istana dan di tonton banyak orang untuk menerima hukuman.
Saat di bawa keluar, putri Moonai melihat yueyin di bawa secara paksa dengan pasukan ayahnya. Dia pun berlari untuk menyampaikan kabar buruk ini pada pangeran Yifan Qi.
"Apa?! Yueyin tidak mungkin melakukan itu." Bantah pangeran Yifan.
"Tapi dia benar-benar di tangkap atas tuduhan itu." Kata putri Moonai.
__ADS_1
Pangeran Yifan membuka laci dan mengeluarkan Krystal kejujuran peninggalan ibunya yakni permaisuri Qilan. Moonai merebut secara paksa Krystal itu dan tak memperbolehkan pangeran Yifan menggunakannya.
"Berikan Krystal itu." Pinta pangeran Yifan.
"Tidak, pangeran tolong jangan gunakan ini. Jangan membuang sia-sia tenanga mu." Mohon Moonai.
Pangeran Yifan Qi mengambil Krystal itu tiba-tiba, dia menatap sinis putri Moonai dan bersikap dingin karena kecewa dengan perkataannya.
"Bagaimana bisa kamu bilang sia-sia? Dia rekan setim kita, tentu aku harus menyelamatkannya." Pangeran Yifan meninggalkan Moonai.
Tujuh langkah menjauh pangeran terhenti akibat perkataan Moonai yang menyinggung perasaannya. Dia tidak pernah jatuh cinta pada Moonai, tidak pernah terobsesi pada jabatan kerjaan. Menjalani hidup dengan baik saja cukup, Sampai suatu ketika hatinya tergerak karena putri Yueyin.
"Aku tahu kamu menyelamatkan dia bukan hanya rekan setim, tetapi karena kamu menyukainya." Kata Moonai.
"Yang Moonai, berhenti lah mengurusi kehidupan orang lain." Kata pangeran lalu pergi meninggalkan Moonai sendirian di kediamannya.
Putri Moonai menangis tersedu-sedu lagi, dia selalu merasakan sakit saat cintanya di tolak oleh pangeran Yifan. Bukan di jadikan pelajaran dan menjauh tapi putri Moonai terus berusaha mengejar pangeran Yifan meski tak pernah di liriknya, dia sendiri pun bingung kenapa bersikap seperti itu padahal masih banyak pangeran lain yang akan menerimanya, tetapi hatinya tergerak karena tulus mencintai pangeran Yifan.
Sidang di lakukan, dimana di hadiri semua keluarga kerajaan istana. Kaisar tak percaya jika yueyin melakukan hal itu, tiba-tiba datanglah perempuan berbaju merah dengan wajah cantiknya. Kaisar jadi bernostalgia dengan kisahnya bersama selir ruyi.
Perempuan cantik berbaju merah, hiasan bunga hwamei merah muda di rambutnya. Rok panjang menyapu sepanjang tanah, jarinya lentik menyentuh setiap sisi ruangan.
Kini perempuan itu telah tiada, meninggalkan banyak kenangan dan duka. Air mata mengalir namun tak bisa mengembalikan dia ke sisinya.
"Kaisar…" panggil permaisuri Enxi.
Kaisar tersadar dari lamunannya, dia menoleh ke arah permaisuri Enxi dan melihat senyuman wanita itu. Kaisar sangat merindukan selir ruyi, dimana dia selalu menyandarkan tubuhnya di dada sambil bernyanyi dengan merdu.
Permaisuri Enxi sangat geram pada yueyin, semakin hari pergerakannya untuk mengambil hati semua orang kerajaan berjalan dengan mulus, bahkan sudah menggoyahkan hati kaisar dua kali. Dia sangat takut bahwa kaisar akan menolong Putri Yueyin.
__ADS_1
"Putri Yueyin, apakah benar anda sudah membunuh kepala desa Dahei?" Tanya Mentri hukum.
"Benar." Jawab putri yueyin singkat.
Semua orang terkejut, tidak di sangka perempuan yang di nilai baik hati tetapi melakukan hal keji pada orang tak bersalah. Bisik-bisikan tenang prilaku buruk putri yueyin menyebar dengan cepat.
"Kenapa kau membunuh kepala desa Dahei?" Tanya kaisar.
"Kaisar, dia telah mengaku salah, untuk apa di tanya lagi?" Bantah permaisuri Enxi.
"Setiap tindakan yang di pilih pasti mempunyai alasan, kita harus mengetahui alasan itu." Jelas kaisar.
"Mohon maaf jika saya menganggu sidangnya kaisar, tapi seperti yang kita ketahui bahwa kaisar memberikan misi putri yueyin di desa Dahei dan imbalannya adalah satu kelemahan naga putih, saya rasa putri yueyin sangat serakah dia ingin mengetahui banyak rahasia hingga membunuh kepala desa." Jendral yangsi memberikan fitnah.
"Itu tidak mungkin! Ayah, saya mengenal putri yueyin, dia tidak mungkin melakukan hal itu." Bantah pangeran Wenhua.
Suasana mencekam, ada orang yang memihak tuduhan ada juga yang membenarkan. Permaisuri tampak emosi, bukan hanya kaisar yang hendak membela putri yueyin, kini pangeran Wenhua ikut membela perempuan yang di anggapnya sebagai pengacau itu.
"Apa yang di katakan Wenhua benar, saya juga mengenal putri yueyin. Dia tidak mungkin melakukan hal itu." Sambung pangeran Yifan yang baru saja datang.
"Jadi Putri Yueyin apa alasan mu?" Tanya Mentri hukum.
"Kepala desa Dahei hendak melecehkan ku, dia berkata akan memberikan semua kelemahan naga putih jika aku mau tidur dengannya." Jawab putri yueyin jujur.
Semua orang terkejut lagi, tidak di sangka putri yueyin mengalami hal seperti itu. Pangeran Wenhua dan Yifan sangat kesal, ternyata itu alasannya. Seandainya kepala desa itu masih hidup, mungkin pangeran Wenhua akan mencabik-cabik tubuhnya.
"Tidak mungkin! Aku juga mengenal kepala desa Dahei, dia pemimpin yang jujur! Tidak pernah melakukan satu kesalahan pun." Bantah permaisuri, tentu tidak memiliki kesalahan karena setiap pelecehan yang di lakukan kepala desa Dahei selalu di tutupi permaisuri.
"Dari pada mengira-ngira lebih baik membuktikan kebenaran dengan Krystal kejujuran." Pangeran Yifan menunjukkan peninggalan ibunya.
__ADS_1
Bertahun-tahun nama permaisuri Qilan tidak pernah di bahas semenjak kenaikan jabatan permaisuri Enxi. Sekarang Krystal itu menjadi pembuktian bahwa putri Qilan pernah menjadi permaisuri yang jauh di kagumi banyak orang dari permaisuri Enxi.
"Y-yifan Qi…tidak baik menggunakan Krystal itu, pikirkan kondisi tubuh mu." Ujar permaisuri Enxi dengan gugup, orang akan mengira dia khawatir pada pangeran tetapi itu salah. Dia takut jika rencananya terbongkar.