History Of Love Princess Yueyin

History Of Love Princess Yueyin
Episode 6


__ADS_3

"Permisi nona dan tuan? Ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang penjual buku.


Mendengar pertanyaan itu aku segera menjawabnya, tujuan ku mencari penjual buku adalah niat untuk membeli buku yang menjelaskan jenis-jenis tanaman herbal agar aku bisa membedakan tanaman yang telah aku ciptakan beserta mengetahui apa fungsinya.


"Apakah kamu menjual buku pengetahuan tumbuhan herbal?" Tanya ku.


Penjual itu terlihat bingung sembari menggaruk tengkuk lehernya, dia pun mencari di sebuah tumpukan buku yang lain. Kami menunggu cukup lama demi buku itu, dan pada akhirnya penjual menunjukkan sebuah buku tebal berwarna coklat dengan lambang daun di sampulnya.


"Sebenarnya saya tidak menjual buku itu nona, ini hanyalah sebuah buku bekas. Harganya tak sampai satu keping emas, ini tidak layak di beli, apa tidak ingin mencari buku lain saja?" Tanya penjual itu.


Aku menggelengkan kepala lalu mengambil alih buku itu dari tangannya. Memang terlihat usang, bahkan saat di buka saja banyak debu yang berterbangan membuat orang di samping ku bersin. Tapi buku itu berisi catatan yang aku inginkan.


"Aku beli ini berapa harganya?" Kata ku sambil melirik linshi.


Linshi meraba-raba kantungnya, detik kemudian dia tercengir sambil menggaruk-garuk kepalanya. Mencari akal untuk menemukan uang yang baru.


"Satu perak saja nona." Kata penjual itu.


Linshi mengeluarkan token kerajaan dia memberitahukan bahwa dia salah satu kerabat kaisar, benar saja penjual itu langsung terlihat senang dan memberikan lima buah buku lagi.


"Oh baiklah kalau begitu, nona ambilah buku ini lagi." Penjual itu menyerahkan buku yang lain.


"Tidak perlu, aku hanya membutuhkan ini." Ujar ku.


"Tidak apa-apa nona, anggap saja ini sebagai hadiah!" Senangnya.


Aku tidak akan menolak apa yang di berikan orang lain, tentu saja Linshi membawa semua buku itu terkecuali buku tanaman ku, hebat sekali token kerajaan itu, hanya dengan sekali tunjuk mereka bisa takluk.

__ADS_1


"Apa fungsi token kerajaan itu?" Tanya ku.


"Ini adalah token kerajaan milik kaisar, tentu untuk semua biaya dan mewakili kaisar sendiri. Dengan ini semua tagihan akan di bayar oleh kaisar, lalu jika aku bertugas, sebagai bukti bahwa aku adalah pengawalnya, token ini sangat berguna." Jelas linshi.


Aku dan linshi segera kembali ke rumah, namun sebelum itu kami sempat bertemu dengan laki-laki yang tidak sengaja ku tabrak tadi. Dia menatap ku kemudian aku membalasnya dengan senyuman kecil lalu melewati tubuhnya.


"Pangeran, sepertinya dia bukan orang biasa, pengawal di sampingnya adalah orang kerjaan. Mungkinkah dia salah satu putri kerajaan barat?" Tanya pengawal.


"Putri di kerajaan barat hanya ada satu. Yueyin He, tidak tahu itu dia atau bukan. Aku sangat penasaran dengan gelang di tangannya, mirip sekali dengan benda itu." Kata pangeran ketiga dari kerajaan timur.


"Kalau begitu apa kita harus menyelidiki dia pangeran?" Tanya pengawal.


"Tidak, kita harus bertemu dengan siluman tua palsu itu. Dia sudah membawa kabur gelang peninggalan ibu ku." Jawab pangeran ketiga.


"Tapi pangeran, kaisar sudah menyuruh anda pulang. Kita tidak boleh terlalu lama berada di daerah timur, itu sangat bahaya." Bantah pengawal.


"Feibao, kau itu pengawal kaisar atau pengawal ku? Turuti saja kemauan ku." Pangeran ketiga mulai berjalan, di tangannya ada sehelai rambut perempuan.


"Mana mungkin, kita akan bertemu lagi dengan perempuan itu." Senyum pangeran ketiga.


Cuaca mulai membendung lagi, di daerah ini sering sekali turun hujan. Setelah pergi dari pasar aku dan linshi pergi membeli makanan untuk di bawah ke rumah, sialnya setengah perjalanan hujan turun membuat aku dan linshi harus berteduh di bawah pohon dulu.


"Ini karena putri suka emosi jadi hujannya turun." Ejek linshi.


"Sembarangan! Ini karena mulut mu jahat!" Balas ku.


Linshi tertawa, selain beradu mulut ternyata dia juga bisa bercanda dengan ku. Melihat linshi tertawa senang membuat hati ku sedikit tersentuh, ada apakah di masa lalu, dan kenapa rumah keluarganya habis di bantai oleh api.

__ADS_1


"Linshi…aku bukan bermaksud membuat mu sedih, tapi tidak bisakah kamu menceritakan sedikit hubungan kita di masa kecil?" Tanya ku.


Linshi sedikit terpaku karena pertanyaan ku, dia membuang wajahnya. Tanda bahwa ia tidak suka dengan pertanyaan ku. Aku memegang lengannya memohon agar dia menceritakan semua masa lalu yang ada di dalam kisah masa kecil kami.


"Tidak ada gunanya mengetahui masa lalu, sekarang lebih baik kamu sudah melupakannya." Ucap linshi.


"Tidak lebih baik! Aku tidak bisa hidup seperti ini, lebih baik aku merasa sedih dari pada harus tersenyum di atas penderitaan kalian. Kaisar bilang kita semua adalah sahabat, lalu sahabat harus merasakan perih derita dan bahagia yang sama." Bantah ku.


"Xue lebih senang jika kamu melupakan dirinya." Kata linshi kemudian berjalan di bawah hujan.


"Linshi! Tali yang sudah terputus bukan berarti tidak bisa di sambung lagi! Walau sudah tersambung akan meninggalkan bekas! Bekas itu akan terlihat selama tali masih utuh, namun dari bekas itulah yang membuat tali semakin kuat dan bersatu!" Teriak ku.


Linshi membalikan tubuhnya, matanya berkaca-kaca. Di bawah hujan dia bercerita, samar-samar aku mendengar semua perkataannya, air mata ku mengalir ketika mengingat semuanya.


"Kau mungkin akan membenci diri mu sendiri." Kata linshi.


Linshi berkata bahwa semua adalah kesalahan permaisuri yaitu ibu dari kaisar Yuwen. Apakah kalian ingat sewaktu Zizi menceritakan bahwa ibu suri telah membunuh semua anak dari selir-selir suaminya saat masih menjabat sebagai kaisar? Tekadnya tidak sampai di sana saja, permaisuri juga menghancurkan semua keluarga yang menurutnya akan mengganggu rencana, nasib beruntung linshi selamat dari sana.


Namun adiknya, adalah sasaran empuk untuk mengancam diri ku ke pernikahan. Ternyata pernikahan ini sudah di rencanakan lebih lama akan tetapi kaisar Yuwen menahan ibunya untuk bersabar sembari menunggu umur yueyin hingga menepati tujuh belas tahun dan siap untuk di nikahkan. Xue mati karena membela ku, ternyata ini maksud linshi, maksud dari perkataannya bahwa aku akan membenci diri ku sendiri.


Air mata mengalir, hujan membasahi kedua tubuh kami. Kenyataan yang sangat begitu berat harus ku ketahui. Ini bukan kisah ku, tapi hidup tubuh ini sekarang milik ku, tentu saja semua perasaan yang ada di dalam dirinya terasa nyata bagiku.


Seorang gadis duduk di atas bukit pasir, sambil menunggu sahabatnya kembali. Membawa bunga mawar di tangannya sambil berlari, nafas terengah-engah kasar membuat keringat bercucuran bersama-sama.


Gadis kecil yang lugu menanam bunga mawar di atas Padang pasir, menunggu sosok kakak menjemput mereka. Matahari menyoroti mereka berdua, dua kuda datang lalu membawa mereka pulang.


Kau kah itu teman masa kecil ku, atrium mu terletak di jantung ku bagai kembar siam kita sudah di besarkan bersama-sama, melewati batas kesedihan dan mengetahui apa itu kebahagiaan.

__ADS_1


"hiks…hiks.." tangis ku terdengar samar di bawah hujan. Dada ku terasa sakit sekali, rasanya seperti kehilangan seorang saudara.


"Tidak ada gunanya mengingat masa lalu yang telah di lewati." Ucap linshi.


__ADS_2