History Of Love Princess Yueyin

History Of Love Princess Yueyin
Episode 60


__ADS_3

Tibalah hari itu dimana semua orang berkumpul untuk merayakan kelangsungan jabatan kaisar timur, orang-orang bertanya dimana putri yueyin yang terkenal akan ke cantikan dan kehebatannya dalam membuat obat, sejak saat dia menyembuhkan kaisar.


Di tengah acara putri yueyin datang di temani satu penjaga dan satu pelayannya, serta ada tawanan bernama Lan dong yang akan membongkar kebusukan permaisuri Enxi.


"Putri Yueyin siapa itu?" Tanya Moonai.


"Dia adalah sekutu permaisuri Enxi untuk membunuh ibu suri kerajaan barat." Jawab putri yueyin membuat semua orang tercengang.


Sontak Permaisuri terkejut dan panik, begitu juga kaisar yang tak percaya akan hal itu dia bahkan tidak tahu bahwa saudarinya telah meninggal.


"Kaisar apakah kamu tidak tahu? Permaisuri yang kamu cinta ini telah membunuh banyak orang di sisi mu." Kaisar hanya diam.


"LANCANG! ATAS DASAR APA KAU MENUDUH KU?!" Marah Permaisuri Enxi, matanya bagaikan berapi-api.


"Saya tidak menuduh permaisuri Enxi, tapi ini kenyataannya. Anda bekerja sama dengan peramal kerajaan barat dan memasukan pembunuh bayaran ke istana kami untuk membunuh kaisar Yuwen, tapi sayangnya rencana anda gagal karena ibu suri lah yang mati terbunuh." Jelas putri yueyin.


"Apa kau punya bukti?" Tanya permaisuri dengan tatapan sinis nya.


Tentu saja punya, yueyin mengeluarkan surat itu untuk di baca kaisar tapi pada saat hendak menyerahkan surat. Tiba-tiba air menyiram seluruh surat yang ada di tangan putri Yueyin, dia terkejut bukan main. Tatapan putri yueyin tertuju pada pangeran Wenhua, dia sangat kecewa karena itu ulah pangeran Wenhua mengendalikan tangan pelayan yang sedang membawa air.


Ketika surat itu sampai di tangan kaisar, tidak ada tulisan yang terbaca satupun karena tintanya memudar. Kasim berkata bahwa tidak ada bukti yang mengatakan permaisuri Enxi bersalah ia pun tersenyum puas.


Satu-satunya harapan terletak pada Lan dong, dia akan menjelaskan apa yang terjadi tetapi yang di jelaskan sangat jauh dari perkiraan putri yueyin.


"Tidak ada yang benar, saya hanya menjadi tawanan putri yueyin." Jelas Lan dong lalu menatap mata putri yueyin, yang mengisyaratkan kata 'maaf'.


*Flashback.


Saat linshi dan putri Yueyin kembali dari kediaman pangeran Wenhua dia melihat lan dong termenung menatap jendela.


Ternyata jauh sebelum putri yueyin bertengkar dengan permaisuri Enxi, dia sudah mengetahui bahwa rencananya akan di bongkar. Permaisuri Enxi pun mengutus seseorang untuk menemui lan dong dan mengancam lan dong agar tidak membuka rahasianya. Jika ia mengatakan yang sebenarnya, permaisuri Enxi akan membunuh seluruh keluarga lan dong di desa.

__ADS_1


Rencana permaisuri lebih licik dan sulit di hadapi, otaknya jauh lebih unggul karena berpengalaman soal rencana dan kebusukan kerajaan.


*Flashback off


"Kaisar, ada yang perlu kau ketahui. Tolong bongkar kebenaran ini, PERMAISURI ENXI SUDAH MEMBUNUH SELIR RUYI DAN PERMAISURI QILAN!" teriak putri yueyin.


Pangeran Yifan tak menyangka bahwa putri yueyin akan mengatakan cerita darinya secepat itu, ingat pada saat mereka melihat telur naga putih di kolam? Pangeran Yifan menceritakan kebenaran atas kematian yang terjadi pada Permaisuri Qilan dan selir ruyi. Juga memberi penawaran untuk melakukan balas dendam bersama.


"TUTUP MULUT MU!" Marah kaisar.


"Apa kau tak merasa curiga? Seorang adik rela merebut tahta kakaknya lalu tak sabaran menjadi Permaisuri?" Yueyin menatap sendu kaisar.


Kaisar memegang kepalanya yang terasa sakit. "Kasus ini sudah lama di tutup, jangan pernah di ungkit lagi." Kata kaisar.


"Pantas saja ibu suri sangat membenci mu, sekarang aku baru tahu apa alasan Putri Cheni berubah menjadi orang yang tak berperasaan. Itu karena kaisar yang telah merubahnya! Anda mengorbankan seluruh orang demi kekuasaan, demi kepentingan anda sendiri tanpa tahu sakit yang di derita orang lain!" Yueyin menangis.


"JAGA BICARA MU! YUEYIN HE KAU HARUS SADAR POSISI MU." teriak kaisar.


"Tangkap Putri Yueyin!" Perintah permaisuri Enxi tentu di turuti dengan semua prajurit.


"Linshi! Cepat bawa pergi putri yueyin!" Teriak pangeran Yifan yang berusaha menghalang prajurit.


Mereka bertiga bertarung melawan prajurit, mereka merasakan perasaan sakit yang sama dengan putri yueyin. Zhao, kakaknya mati terbunuh karena Permaisuri Enxi. Ibu Linyi selalu di tindas dengan Permaisuri, sedangkan pangeran Yifan kalian tahu sendiri apa penyebabnya.


Linshi membawa kabur putri yueyin, mereka bertiga lari dari tempat itu meninggalkan lan dong sendirian disana. Permaisuri langsung menyuruh pangeran Wenhua beserta pasukannya mengejar putri yueyin, karena ramuan itu telah bekerja total pangeran Wenhua secara penuh di atur oleh Permaisuri Enxi.


"Lari secepat mungkin Zizi!" Zizi ini terlalu lemah karena itu mereka memutuskan untuk bersembunyi dulu.


Mereka menemukan rumah bawah tanah di tengah perkotaan yang sepi, hanya terlihat sedikit ventilasi saja. Linshi membuka paksa ventilasi tersebut karena tidak tahu dimana pintu masuknya, dia mendorong Zizi dan putri Yueyin hingga terjatuh ke dalam sana.


Untuk mengalihkan perhatian prajurit pangeran Wenhua, dia harus bertarung disana agar keberadaan putri yueyin tidak di ketahui.

__ADS_1


"Dimana kau sembunyikan dia?" Tanya pangeran Wenhua dengan prajuritnya yang siap untuk menyerang.


"Pangeran, aku tahu kau di kendalikan Permaisuri Enxi. Sadarlah, apa kau tak ingat bahwa yueyin adalah perempuan yang sangat kau cintai? Selir ruyi mati karena Permaisuri Enxi." Kata linshi.


Pangeran Wenhua tertawa terbahak-bahak, seperti bukan dirinya. Zizi dan Yueyin hanya bisa bersembunyi dan melihat mereka dari kejauhan dari bawah tanah. Tanpa basa-basi pangeran Wenhua memerintahkan seluruh pasukannya untuk menyerang linshi.


"Bibi ku tidak mungkin membunuh ibu ku, karena mereka adalah saudara sedarah. Serang dia! Siksa Sampai dia mengatakan dimana putri yueyin di sembunyikan." Perintah pangeran Wenhua.


Klank! Klank! *Suara pedang.


Linshi bertarung dengan puluhan prajurit khusus milik pangeran Wenhua, dia bertaruh sampai titik penghabisan darah.


"Aku tidak akan membunuh mu jika kau memberi tahu keberadaannya." Kata pangeran wenhua.


"Saya lebih baik mati dari pada membiarkan yueyin jatuh ke tangan mu!" Kata linshi membuat pangeran Wenhua murka.


Pangeran Wenhua memasang senyum tidak senang, dia mengeluarkan kekuatannya untuk membunuh linshi. Di dalam ruang bawah tanah putri yueyin menangis dan hendak berteriak namun mulutnya di tutupi dengan Zizi agar tak terdengar oleh mereka.


Putri Yueyin mendorong Zizi lalu keluar dari sana, dia melindungi linshi dengan tubuhnya. Sontak serangan itu mengarah padanya.


"Uhuk.." darah mengalir dari bibir yueyin.


"Bodoh, padahal aku sudah mau mati kau masih saja mau melindungi ku." Senyum linshi.


"Kau yang bodoh, kenapa melindungi ku sampai seperti ini...hiks.." tangis yueyin sambil memangku tubuh linshi yang di penuhi luka parah.


"Yueyin, aku sudah berjanji akan terus melindungi mu. Bukan sebagai seorang penjaga, tapi sebagai seorang sahabat." Katanya sambil memegang wajah yueyin.


Putri Yueyin menangis, dia menggelengkan kepalanya berharap bahwa ada keajaiban dari gelang hijau untuk menolong Linshi, tapi sepertinya tidak berguna. Tangan Linshi terjatuh ia menghembuskan nafas terakhirnya.


"Linshi!!!" Jeritan yueyin menyayat hati.

__ADS_1


Zizi datang kemudian terjatuh setelah melihat bahwa linshi sudah tak bernyawa, dia pun menangis mereka mengalami kehancuran yang luar biasa.


"Wenhua Rui, kau telah membunuh sahabat ku." Tatapan nanar menatap pangeran Wenhua.


__ADS_2