History Of Love Princess Yueyin

History Of Love Princess Yueyin
Episode 44


__ADS_3

"Jangan mendekat!" Yueyin takut jika Wenhua melakukan hal yang sama dan membuat ingatannya hilang.


"Aku tidak akan menyakiti mu." Katanya.


"Kau berbohong." Lanjut yueyin.


"Tidak kali ini, maafkan aku." Ucap pangeran Wenhua.


"Kenapa kau tega melakukannya? Aku datang ke kerajaan timur hanya demi mencari mu, aku pikir rasa hutang budi hadir setelah kau pergi, aku terus memikirkan mu dan sadar itu bukan perasaan biasa, aku merindukan mu sejak kau pergi." Jelas Yueyin.


"Yueyin aku tidak bermaksud seperti itu." Pangeran Wenhua hendak menjelaskan apa yang menjadi alasannya untuk menanam bunga es pelupa di tubuh yueyin, tapi rasanya tidak mungkin jika mengatakan mereka tidak akan pernah bisa bersama.


"Kau pergi meninggalkan cinta untuk ku." Mata yueyin berkaca-kaca.


Wenhua terkejut, dia pikir selama ini hanya dirinya yang memiliki perasaan itu. Namun ketika mendengar pernyataan dari yueyin hatinya terenyuh menarik yueyin menggunakan kekuatan anginnya lalu memeluknya dengan penuh perasaan.


"Maafkan aku…" mohon pangeran Wenhua.


Yueyin melepaskan pelukan itu, dia melakukan hal yang dia inginkan. Mengecup bibir pangeran Wenhua, sangat ingin merasakan hal yang sama seperti di mimpi hayalannya. Mereka berciuman, di balik jendela yang sedang turun salju, tangan berpelukan bibir menyatu dalam.


"Hah…tidak kah kau merindukanku selama ini?" Tanya Yueyin.


Pangeran Wenhua menghapus darah di dagu yueyin, bekas luka dalam yang di sebabkan oleh es pelupa. Dia mencium dahi putri yueyin lalu kembali memeluknya.


"Aku sangat merindukanmu mu." Bisik pangeran Wenhua dengan nada yang lembut sembari mengelus puncak kepala yueyin.


Mungkin kali ini pangeran Wenhua tidak akan berpikir untuk menghapus ingatan yueyin lagi setelah tahu perasaan sebenarnya perempuan itu. Feibao dan Zizi hanya terpelongo melihat adegan romantis itu, di ujung ruangan mereka seperti obat nyamuk yang mengganggu.


Saat hendak keluar tubuh mereka bertabrakan lalu munculah pertengkaran kecil.


"Aku yang keluar duluan." Kesal Zizi.


"Jelas-jelas aku duluan yang menginjak kaki di depan pintu." Geram feibao.

__ADS_1


Tatapan sengit saling beradu akhirnya Zizi keluar dari ruangan itu di susul dengan feibao, mereka memberikan kesempatan untuk kedua tuannya agar saling mengasihi dan mengingat apa yang pernah terjadi. Meski Zizi tidak tahu pasti siapa mianju tapi mendengar cerita dari putri yueyin, dia yakin bahwa cerita mianju membekas di hati putrinya.


*Yueyin pov


Setelah mengetahui fakta bahwa pangeran Wenhua adalah mianju, hati ku sedikit tenang pada akhirnya aku tahu siapa laki-laki yang hati ku inginkan. Hari menggelap tanda malam akan tiba, Zizi kembali lebih dahulu dan aku meninggalkan pangeran Wenhua agar dia beristirahat.


Seseorang memberikan aku payung agar salju tidak menimpa seluruh tubuh, orang itu adalah linshi dia tersenyum sambil melihat ke depan.


"Kenapa kau tersenyum?" Tanya ku.


"Aku senang membantu mu." Jawabnya.


Aku tertawa kecil, ingatkah saat pertemuan pertama kami? Bagaikan orang asing dan selalu membatasi diri sebagai atasan dan bawahan, perlahan kami kembali seperti sedia kalanya. Linshi mulai membuka hatinya, dia menjadi orang yang terbuka sejak hari itu kami sering bercanda tawa dengan kaisar di desa. Desa itu memiliki banyak kenangan antara aku, kaisar, linshi dan pangeran Wenhua.


Kami tiba di kediaman, linshi langsung mengganti bajunya begitu juga dengan aku yang langsung membersihkan tubuh di pemandian. Setelah semuanya selesai kami bertiga bertemu di meja makan, suasana sedikit canggung antara linshi dan Zizi.


"Apa saja yang kamu lakukan di luar?" Tanya ku pada linshi.


"Aku menyelidiki banyak hal, juga menyampaikan surat pada Yuwen." Jawab Linshi.


"Dia bukan wanita penghibur, dia pemilik kedai teh. Berkat pertolongan dia aku bisa mengirim ke pos pengiriman surat, maka surat itu akan sampai di kerajaan." Jawab Linshi.


"Lalu bagaimana keadaan mu?" Tanya linshi kembali pada ku mungkin dia sudah tahu apa yang terjadi.


"Aku harus beristirahat, seluruh tubuh ku menjadi sakit karena hukuman dari permaisuri." Jawab ku.


"Kalau begitu cepatlah selesaikan makan malam ini, besok aku akan kembali ke kerajaan barat untuk membantu kaisar mengurus acara pernikahannya, Zizi kau jaga putri yueyin sampai dia pulih." Kata linshi.


"Iya." Zizi mengangguk.


Kami mengusaikan makan malam itu, kembali ke kamar lalu berbaring di atas kasur. Sangat melelahkan mata ku terasa berat. Senyuman terlukis sebelum tidur, aku membayangkan pelukan hangat dari pangeran Wenhua, bolehkah aku katakan bahwa aku sangat mencintai dia? Aku ingin berada di sisinya selamanya.


*Pagi hari

__ADS_1


"Dimana putri yueyin?" Tanya pangeran Yifan.


"Dia sedang beristirahat pangeran." Jawab Zizi.


"Aku ingin menjenguknya, jangan khawatir aku tidak akan mengganggu." Kata pangeran Yifan dengan nada memohon.


Mau tak mau Zizi membiarkan pangeran Yifan menjenguk putri yueyin, dia sedang tertidur pangeran Yifan merasa sedih melihat keadaannya. Dia merasa bahwa dirinya tak berguna dalam menjaga putri Yueyin.


"Ini ada obat, berikan pada putri yueyin saat dia bangun." Pangeran Yifan meninggalkan obat sebelum pergi.


*Yueyin pov


Saat bangun aku sudah mendapati pangeran Wenhua di samping, dia tersenyum menatap ku. Tanpa malu ku peluk dia, tubuhnya terasa hangat. Sebuah kebahagiaan bisa melihat dia saat pertama kali membuka mata.


"Kenapa kamu melihat ku kesini?" Tanya ku.


"Apakah kamu berniat mengusir ku?" Tanya balik pangeran Wenhua.


Aku tertawa, dia terlihat menggemaskan. Ku cubit hidungnya yang mancung itu, diam-diam mengecup pipi sebelah kanannya, mengalungkan kedua tangan ku di lehernya. Seandainya waktu bisa berhenti, aku tak ingin pergi dari momen ini.


"Tidak ku sangka putri kerajaan barat semanja ini." Kata pangeran wenhua sambil menggendong ku.


Aku tertawa ria, seperti pasangan yang baru menikah. Dia menggendong ku lalu membawa ke luar untuk melihat salju turun. Saat sendiri tidak ada yang spesial, tapi jika melihat salju turun bersama-sama itu terlihat romantis. Pangeran Wenhua memeluk pinggang ku, kepala tersandar di dada bidangnya.


"Aku ingin berjalan, bisakah kita pergi keluar bersama?" Ajak ku.


"Kamu ingin pergi dengan tampilan seperti ini?" Tanya pangeran Wenhua.


Setelah melihat di kaca, dari atas sampai bawah. Rambut acak-acakan dan baju tidur berantakan. Aku merasa sangat malu, wajah seperti ini seharusnya di sembunyikan agar pangeran Wenhua tidak melihatnya.


"Tunggu sebentar, aku akan melakukan sihir untuk mempercantik diri." Bisik ku kemudian masuk ke dalam.


Pangeran Wenhua terkekeh, masa-masa seperti ini membuat hari berwarna. Dua hari lagi pelaksanaan misi kelompok, sedangkan pangeran Yifan dan Moonai ku dengar mereka mendapatkan misi individu hari ini, jadi pelatihan kami di tunda sampai besok.

__ADS_1


"Putri anda mau kemana?" Tanya Zizi saat melihat aku sudah berpakaian rapi dan cantik.


__ADS_2