
Dia mendapatkan teman baru, dan tanaman baru. Yueyin menanamkan tumbuhan Yongsheng di samping kamarnya. Saat menanam tak sengaja bertemu Linyi kebetulan lewat.
"Putri kesembilan sedang apa?" Tanya linyi.
"Jangan panggil aku seperti itu." Jawab Yueyin.
"Bukankah kamu putri kesembilan?" Tanya pangeran Linyi lagi.
"Bukankah kamu seorang perantauan?" Tanya balik yueyin.
Linyi senyum dan duduk di samping yueyin yang sedang menanam, dia memperhatikan gadis itu sembari menggigit batang ilalang bagian kerasnya.
"Sudahkah kamu menemukan pemilik giok itu?" Tanya linyi.
"Pemilik giok apa?" Tanya balik yueyin.
"Giok teman mu." Tunjuk Linyi di pinggang Yueyin.
Sontak yueyin merasa sakit yang amat luar biasa di kepalanya, itu akibat dia berusaha mengingat dan melawan efek tanaman es pelupa di tubuhnya. Dia akhirnya kehilangan kesadaran dan membuat pangeran Linyi kewalahan.
"Pelayan!!" Teriak Linyi memanggil pelayan yueyin.
Datanglah Zizi dan pelayan lainnya, Linyi menggendong Yueyin dan membawanya ke kamar. Ia menyuruh pelayan untuk menjaga putri Yueyin sedangkan dirinya akan mencari bala bantuan dari tabib.
Sungguh pangeran baik hati tanpa meminta pertolongan penjaga saja, itu karena dia kepanikan sehingga tidak bisa berpikir panjang. Sementara itu di sisi lain.
"Pangeran, tadi anchi melihat putri yueyin pingsan." Kata anchi si kucing hitam siluman kecil.
"Apa? Kenapa bisa dia pingsan?" Wenhua khawatir.
"Pangeran Linyi membuat putri yueyin berusaha mencoba mengingat giok pemberian pangeran." Jelas Anchi.
"Dasar anak itu, sudah ku bilang jangan pernah mengungkit masalah giok dan menjauhi yueyin. Tetapi dia tetap saja melanggar perjanjian." Kesal pangeran Wenhua.
__ADS_1
Saat tak sadarkan diri Pangeran Yifan melihat keadaan Yueyin, dia melihat perempuan itu tertidur di atas kasur. Saat mengecek nadi di leher yueyin, dia merasakan aktivitas tumbuhan es pelupa di tubuh yueyin, dirinya semakin curiga dan menduga-duga.
Elemen es hanya di kuasai pangeran Wenhua, pangeran Yifan jadi berpikir kalau mereka mempunyai suatu hubungan tersembunyi. Di tambah lagi dia mengetahui kalau pangeran Wenhua bertemu dengan Yueyin di desa barat.
Saat pangeran Yifan berusaha mengeluarkan tanaman es pelupa di tubuh yueyin, dia malah di serang balik oleh tumbuhan itu. Memuntahkan darah hingga membuat semua pelayan terkejut. Pangeran Yifan terjatuh karena serangan itu cukup kuat, orang lain mungkin tidak akan bisa melihatnya tetapi pangeran Yifan merasakannya.
"Pangeran Yifan, anda baik-baik saja?" Tanya Zizi sambil menyerahkan sapu tangan untuknya.
"Aku baik-baik saja." Jawab pangeran Yifan.
Tabib datang dan mengecek keadaan putri Yueyin. Tabib berkata bahwa keadaan putri Yueyin baik-baik saja, tentu seperti itu karena tabib hanyalah orang biasa yang mengerti gejala penyakit dan beberapa obat-obatan. Tanaman es pelupa hanya bisa di rasakan oleh orang-orang tertentu.
"Biarkan saja dia beristirahat sebentar, keadaannya akan memulih lagi." Kata tabib.
Semua pelayan mengerti, mereka kembali ke tempat masing-masing hanya Zizi yang boleh menjaga disana. Bertepatan dengan kepergian pangeran Yifan, Linshi datang memasuki kamar putri Yueyin.
Dia merasakan hawa di dingin di tubuh pangeran Yifan, itu bertanda bahwa dia telah di serang oleh es pelupa. Dia duduk di samping Zizi sambil menatap putri Yueyin.
"Awalnya ku pikir pangeran Yifan yang menanamkannya, ternyata bukan." Pikir linshi sambil menopang dagunya.
"Hanya orang yang menanamkan yang bisa, atau efek itu akan hilang setelah yueyin mendapatkan ingatan yang sengaja di hilangkan." Jawab Linshi.
Mereka hanya pasrah tidak tahu siapa yang tega menanamkan tanaman itu pada tubuh putri yueyin, sementara itu di sisi lain. Pangeran Wenhua sudah menahan pangeran Linyi dengan sekumpulan pertanyaan.
"Sudah ku bilang jangan mengungkitnya. Kenapa kau langgar?" Tanya pangeran Wenhua.
"Ge, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya keceplosan." Jawab pangeran Linyi.
"Kembalikan pedang ku, kau berjanji menjaga rahasia ini." Kata pangeran wenhua.
"Aihhhh!" Pangeran Linyi menolak untuk mengembalikan pedang buatan pangeran wenhua. Dia membuat gerakan tangan seperti kepiting bertengkar.
"Katakan saja yang sejujurnya kalau kau mencintai Yueyin dan menikah lah kalian agar bisa bahagia!" Lanjut Pangeran Linyi.
__ADS_1
"Tidak semudah itu, kau seenaknya berkata." Bantah pangeran Wenhua.
"Memangnya menunggu apalagi? Menangkan saja pertandingan ini, aku akan mengalah untuk mu, lalu nanti kita bicarakan pada Moonai permasalahan ini, biarkan kalian berdua menang dan menikah." Saran Linyi.
"Bibi Enxi, tidak akan membiarkan hal itu. Gege Yifan menyukai Yueyin, Dendam ibu suri barat tidak akan pernah luput dan itu akan menyebabkan masalah bertambah besar." Jelas pangeran Wenhua.
Pangeran Linyi mengerti, pernikahan antara kerajaan tidaklah mudah. Apalagi ibu suri barat sudah tertebak memiliki maksud terselubung dari pernikahan ini, pangeran Wenhua hanya khawatir jika yueyin hanya sebagai kaki tangannya, dan membuat ia terjebak dalam permainan cinta yang berkedok dendam lama.
"Maka dari itulah bibi Enxi berkata aku tidak boleh jatuh cinta. Cinta ku hanya untuk kerajaan dan negara." Tutur pangeran Wenhua.
"Haihhh, kalau begitu kau tidak akan pernah merasakan bahagia." Sambung Linyi.
"Aku bahkan lupa bagaimana rasanya bahagia, terakhir kali di nyanyikan oleh ibu. Itu sudah sangat lama." Pangeran Wenhua melanjutkan langkahnya untuk meninggalkan pangeran Linyi.
Saat beranjak keluar ia bertemu dengan Pengyue, cambuk mengarah ke pangeran Wenhua. Ia menangkap cambuk itu lalu menarik hingga Pengyue terikut ke arahnya.
Grep! *Pangeran Wenhua menahan bahunya agar Pengyue tidak terjatuh.
"Terakhir kali, kau masih di bawah ku." Kata Pengyue.
"Dan kau tidak pernah berubah, Pengyue. Sifat sombong mu bisa menghancurkan dirimu sendiri." Balas pangeran Wenhua.
"Haha, Wenhua Rui. Tidak kah ingin membuat kesepakatan dengan ku?" Tanya Pengyue.
Pangeran Wenhua melepas lilitan cambuk di tangannya, dia menatap wajah teman lamanya itu saat di perguruan lama. Pengyue satu-satunya perempuan sombong dengan kekuatan lebih yang sengaja ia tunjukkan kepada orang-orang, tidak punya rasa berbelas kasih dan orang yang terang-terangan jika memiliki maksud.
"Kesepakatan apa?" Tanya pangeran Wenhua.
Pengyue merapikan cambuk miliknya, dia menggulung lalu menggantung di pinggang. Matanya dan rambut panjang yang selalu di kuncir satu seperti kuda itu terlihat layaknya perempuan yang tegas. Mata tajam dan perkataannya menusuk.
"Perjanjian, kita berdua akan memenangkan pertandingan ini. Ketika aku sudah menjadi permaisuri dari putra mahkota, aku akan membantu mu menaiki jabatan kaisar dengan cepat." Senyum khas Pengyue terlihat.
"Maksud mu, kau ingin menjatuhkan ayah ku?" Tanya pangeran Wenhua.
__ADS_1
"Tidak terlihat jelas maksud ku? Aku tidak akan membunuh ayah mu. Hanya saja, sudah waktunya dia beristirahat dan kau yang akan menggantikan dia. Ini perjanjian menguntungkan, tidak kah kau ingin?" Tanya Pengyue lagi.