
Linshi tertidur, aku pun membereskan sisa minumannya. Berjalan ke arah kamar ku sambil melihat bulan terang di malam hari, apakah dia memikirkan ku? Belum ada balasan dari surat itu. Apakah pangeran Wenhua baik-baik saja disana?
Orang berkata ketika kau merindukan seseorang tataplah bulan, jika orang itu turut merindukan mu maka kalian akan saling bertatapan di bulan yang sama. Rasa rindu akan terlampiaskan.
"Putri Yueyin, ini sudah larut malam kenapa anda masih berada di luar?" Seseorang menghampiri ku.
Ialah Permaisuri Shen ai sekarang resmi menjadi istri dari kaisar Yuwen. Aku memberi hormat sopan padanya, lalu tersenyum ramah. Kami berjalan sambil berbincang-bincang layaknya kerabat lama.
"Aku selalu bermimpi bisa pergi ke perguruan Zhen." Kata Permaisuri Shen ai.
"Perguruan Zhen berada di daerah timur, kenapa Permaisuri menginginkan pergi kesana?" Tanya ku.
"Aku mempunyai keluarga yang berasal dari daerah timur, dia menceritakan tentang perguruan Zhen. Perguruan yang di penuhi kisah cinta, tidakah putri yueyin tahu tentang itu?" Tanya Permaisuri Shen ai.
Aku menggelengkan kepala, tanda tidak tahu mengenai hal cinta. Dari tangan kanan ku muncul lah kembang berwarna merah muda, Permaisuri kagum melihat kekuatan yang aku miliki. Dengan sekejap aku menghancurkan bunga itu membuat Permaisuri terheran kenapa aku menghancurkan bunga secantik itu.
"Di dunia ini, cinta selalu indah. Tapi memiliki akhir yang sangat menyedihkan, di awal bahagia dan di akhiri dengan perpisahan. Pasangan yang bersama selama apapun, akan berpisah jika sudah tiba waktunya, putus cinta, bercerai, hingga kematian menjumpai. Tak ada cinta yang abadi." Tutur putri yueyin.
"Kenapa anda berkata seperti itu?" Tanya Permaisuri Shen ai.
"Tak baik terlalu mengagumi cinta. Atau kita akan terjebak di dalamnya." Jawab putri yueyin.
Berjalan hingga tiba di penghujung cabang jalur kediaman. Kami berpisah disana, Permaisuri kembali memasuki kediamannya sedangkan aku memasuki gardu sebagai pembuka rumah khusus ku.
"Yueyin!" Terdengar suara anak kecil.
Aku menoleh mendapati sosok Xue kecil yang tersenyum ke arah ku. Membalas senyumannya, dia berlari ke arah ku hendak memeluk, saat ingin membalas pelukannya tiba-tiba muncul sosok yueyin kecil. Mereka berpelukan lalu berlari dengan gembira.
Aku mengikuti kemana arah mereka pergi, hingga sampai ke sebuah hutan. Disana sudah ada kaisar dan linshi remaja sedang memanggang daging, mereka bercanda. Xue hendak menyentuh bara api menggunakan tangannya, sekejab linshi menarik tangan Xue lalu memarahinya.
Xue kecil menangis di hadapan ku, linshi memeluknya. Bisa di lihat bahwa linshi memang sangat menyayangi adiknya itu, kepala ku terasa pusing seketika terjatuh dan bangun di tempat yang berbeda.
__ADS_1
Ketika membalikkan tubuh kobaran api melahap semua rumah kediaman keluarga song, aku melihat linshi berteriak histeris ingin menyelamatkan adiknya di dalam. Xue tertimpa kayu besar orang bilang sudah tidak ada harapan, padahal jelas disana tatapan Xue meminta pertolongan tapi Permaisuri menyuruh orang-orang untuk membawa linshi pergi.
Air mata mengalir saat orang-orang itu membawa linshi pergi, sangat kejam. "Tidak! Selamatkan dia!" Teriak ku.
Tidak ada yang perduli, ini ingatan yang sangat menyakitkan. Atap pun runtuh teriakan ku dan linshi serentak menyayat hati. "TIDAK!!!"
"Hosh! Hosh!" Nafas ku terasa sesak, saat sadar ternyata aku berada di depan rumah.
"Putri Yueyin, kenapa anda berada di luar?" Zizi datang lalu mengajak ku masuk.
Kenapa aku selalu mendapatkan ingatan lama? Apakah putri yueyin ini ingin aku tahu cerita masa lalunya? Itu sangat menyedihkan, wajar jika aku selalu hidup di dalam penyesalan.
"Xue Meimei, Permaisuri Chenai sudah mati. Aku harus senang atau sedih? Orang yang membunuh keluarga kita telah tiada, tapi kenapa aku masih merasa hampa?" Air mata linshi keluar, dia menatap leontin kalung adiknya.
*Pagi hari telah tiba
Saat aku keluar berjalan-jalan melihat sekitar, ada yang sedang menumbuk padi. Membersihkan kebun, memasak, dan kegiatan yang membuat ku menarik adalah di paviliun belakang. Orang-orang asik menanam bunga disana.
"Putri Yueyin, oh kami menanam bunga hwamei kesukaan Permaisuri." Jawab mereka.
Melihat keringat mereka bercucuran terlihat seperti kelelahan. Aku berinisiatif untuk membantu mereka menumbuhkan bunga hwamei dengan gelang ajaib, ku sentuh tanah yang akhirnya di tumbuhi pohon bunga hwamei kecil.
Karena berhasil, cahaya hijau menyebar sekitar lalu membuat pohon-pohon lain tumbuh lebih rimbun. Bunganya terlihat segar, aku menari-nari di tengah pohon hwamei, bunga bermekaran warna pink sangat cantik di pandang. Mereka semua takjub.
"Yu'er sejak kapan kamu memiliki kekuatan seperti itu?" Tanya kaisar Yuwen tiba-tiba saja ia datang.
Aku terkejut saat melihat ke datangan kaisar Yuwen dan Permaisuri Shen ai di sampingnya. Seperti biasa memberikan hormat pada mereka, kemudian menjawab pertanyaan kaisar.
"Kekuatan ini ku dapatkan saat berada di desa, kaisar ingatkah kamu gelang ini?" Tanya ku.
"Itu bukannya gelang yang di berikan wanita tua penjual apel?" Tanya kaisar tentang kebenarannya.
__ADS_1
Aku mengangguk lalu menghampirinya sambil menunjukkan gelang ajaib. "Benar, tapi gelang ini bukan milik dia, melainkan milik putri Ruyi." Jawab ku.
"Putri ruyi? Siapa dia?" Bingung kaisar.
"Salah satu selir kaisar timur, dia alkemis terkenal disana. Sayangnya sudah meninggal." Jelas ku.
"Lalu tidak adakah yang mencari gelang itu?"
"Karena anaknya membiarkannya. Pangeran Wenhua dia adalah putra putri Ruyi. Dan apa kaisar tahu? Pangeran Wenhua adalah sosok laki-laki yang sangat baik, dia menolong ku saat di desa." Aku bercerita dengan senang.
"Apakah kamu tidak berniat mengenalkan dia padaku?" Tanya kaisar dengan senyuman iseng.
"Anu…tentu saja akan aku kenalkan jika sudah waktunya." Jawab ku dengan nada sedikit malu.
"Wah mendengar cerita putri yueyin, sepertinya kamu menyukai pangeran Wenhua itu ya? kkk" Canda Permaisuri Shen ai.
Aku tertawa, apakah rasa suka itu terlihat sangat jelas? Perasaan berdebar ini, bisakah di simpulkan sebagai rasa rindu? Apa yang sedang dia lakukan disana ya.
"Permaisuri ramuan yang anda buat sudah kami masukan ke dalam air minum pangeran Wenhua."
"Bagus, dengan begitu dia akan membenci Yueyin. Tidak ada halangan lagi untuk membunuh gadis itu." Seringai permaisuri Enxi.
Permaisuri telah menyiapkan ramuan khusus pembenci, seperti jenis sihir yang akan membuat mu benci terhadap seseorang, tidak tahu alasan yang pasti tapi ketika kalian melihat wajah orang itu maka emosi meluap seketika.
Terlihatlah pangeran Wenhua sedang membaca buku, dia mengambil teh hangat yang di buat oleh pelayan kemudian menyeduhnya. Tidak tahu bahwa Permaisuri Enxi telah memasukkan sesuatu ke dalamnya.
"Pangeran, kaisar memanggil anda." Feibao memberi info.
"Dimana dia?" Tanya pangeran Wenhua.
"Kaisar berada di kebun fuyu." Jawab feibao.
__ADS_1