
Selama ini dia menyembunyikan kekuatan 'yang' dengan cara menekannya dengan kekuatan 'yin' yang pernah di ajarkan oleh guru pangeran Yifan. Naga hitam berarti sebuah kehancuran, pemimpin yang akan menghancurkan dunia, sebab itulah pangeran tidak terlalu sering berkontribusi pada kerajaan karena di nilai dengan pangeran pembawa sial, namun ia tetap putra pertama di mata kaisar.
Kekuatan pangeran Yifan berkali-kali lebih kuat dari semua pangeran kerajaan. Tapi dia menyegel kekuatan naga hitam dan setengah kekuatan api nya. Agar yang terlihat hanya seni beladiri biasa serta keterampilannya dalam membuat obat.
Sejak kecil pangeran Yifan sedikit di kucilkan, sejak ibunya meninggal dan pergantian posisi permaisuri. Pangeran Yifan tidak memiliki siapapun di sisinya kecuali kaisar dan pangeran wenhua adiknya, permaisuri enxi tidak begitu perduli padanya. Dan setiap kesalahan yang di lakukan pangeran wenhua kecil, selalu di lemparkan kepada pangeran Yifan dengan alasan 'pangeran Yifan lebih tua sudah seharusnya membimbing adik bukannya malah menjerumuskan.' begitu kata Permaisuri Enxi.
Hari-harinya terus berdiam di dalam kediaman dan melakukan kultivasi untuk memperkuat segel kekuatan yang ia miliki agar tidak menghancurkan kerajaan. Sesekali ia keluar untuk melihat-lihat, namun sejak hari itu. Dia memiliki niat untuk mengambil gelang ajaib dengan memperalat siluman tua dan gagal, rasa tertarik pada gelang ajaib terkalahkan dengan rasa kepada pemiliknya sendiri, yaitu putri Yueyin.
Bibirnya melebar, senyuman yang menampilkan gigi gingsul itu terlihat sangat manis. Dia memakai pakaiannya lalu hendak keluar dari kamarnya.
"Pangeran Yifan!" Panggil seseorang.
Ialah putri dari Jenderal yangsi yang bernama, moonai. Rambutnya putih bercahaya seperti rembulan, orang-orang bilang dia siluman rubah baik hati. Seni beladirinya? Tentu jauh lebih baik dari putri yueyin karena dia anak seorang jendral pangkat tertinggi.
"Moonai, apa yang mengundang mu hingga datang kesini?" Tanya pangeran Yifan.
"Aku…baru saja belajar membuat kue, apakah pangeran mau mencicipinya?" Tanya moonai.
"Aku sibuk, kamu boleh meminta Wenhua saja." Jawab pangeran Yifan melanjutkan langkahnya.
Moonai memeluk pangeran Yifan, dia selalu mendapatkan penolakan dari laki-laki itu. Terus berjuang untuk mendapatkan cinta dari pangeran pertama tampaknya hanya sia-sia, dia tidak ingin di nikahi dengan pangeran wenhua, hanya pangeran Yifan satu-satunya lelaki yang moonai cintai.
"Sekali saja, bisakah kamu jangan menolaknya?" Mohon moonai.
Pangeran Yifan mengeraskan rahangnya, dia melepaskan pegangan Moonai lalu pergi begitu saja tanpa bicara. Sekeras apapun usaha Moonai hati laki-laki itu tidak akan pernah tergerak karenanya. Moonai meneteskan air matanya, dia terus berlatih agar kuat supaya bisa di lirik pangeran Yifan bukannya malah di jadikan batu pertahanan posisi yang saling menguntungkan.
"Aku ingin memasuki lubuk hati mu, cinta yang aku miliki ini sangat tulus. Aku ingin menjadi satu-satunya perempuan yang kau cintai, jika seperti itu aku berjanji akan terus berada di sisi mu." Gumam moonai dengan mata yang berkaca-kaca.
Padahal saat itu sedang turun salju, namun tiba-tiba saja air jatuh dari langit hingga membuat tumpukan salju mencair. Itu karena perasaan moonai yang hancur, dia memiliki kekuatan pengendali air dari jendral yangsi. Keluarga yang tidak memiliki keturunan bodoh dan menghasilkan putra-putri yang jenius serta kuat, sebab itulah permaisuri mengincar keluarga jendral yangsi untuk di jadikan pertahanan.
*Pagi hari
__ADS_1
"Putri, bangun…anda harus bersiap-siap." Zizi membangunkan Putri yueyin.
*Yueyin pov
"Hoam…" aku bangun dari tidur ku, rasanya lelah sekali setelah melakukan perjalanan panjang kemarin.
Pagi hari Zizi sudah menyiapkan wadah untuk rendaman kaki, aku memasukkan kaki ke dalam ember yang berisikan air hangat itu. Tersenyum tipis dan melamun ke arah luar.
"Meow…" suara kucing.
"Anchi?!" Aku terkejut ketika melihat kucing hitam milik mianju berada disini.
"Putri, waktunya membersihkan tubuh." Zizi mengingatkan aku.
"Sebentar, ada yang harus ku lihat." Jawab ku.
Aku mendekati kucing hitam itu, benar saja kucing itu adalah anchi. Jika kucing ini ada di sini, kemungkinan mianju juga ada di istana ini bukan? Aku harus mengikuti gerak gerik anchi untuk mengetahui dimana ia tinggal.
"Aku??" Tanya linshi dengan tatapan jijik melihat kucing.
Dia seorang penakut pada kucing, wajar bila tidak mau menjalankan perintah ku. Menghela nafas kemudian menyuruh Zizi untuk menjaganya, sementara itu aku membersihkan tubuh.
"Ah lupa, kau takut pada kucing. Zi tolong jagakan kucing ini untuk ku, dan aku akan membersihkan tubuh ku sendiri." Aku berjalan melewati Zizi.
"Baik putri." Sahut Zizi.
"Perlu aku bantu? Menggosok punggung mu?" Tanya linshi dengan senyuman menyeringai.
"Kau terlalu menghayal jika bisa melakukannya! Ctas!" Aku memukul jidatnya lalu melanjutkan langkah.
Berendam di dalam tabung air hangat sangat cocok di musim dingin, seandainya di jaman ini sudah ada cara menyeduh coklat hangat pasti lebih seru. Aku bersandar kemudian memainkan airnya, anchi dan pangeran ketiga. Ataukah mereka ada hubungannya? Wajah pangeran ketiga itu—bukankah mirip dengan laki-laki yang menyelamatkan ku di sungai Zhenai.
__ADS_1
Setelah membersihkan tubuh aku berdiri kemudian mengambil kain handuk dan segera berpakaian. Terakhir Linshi memberikan bunga mawar setelah Zizi menata rambut ku.
Wajah linshi sedikit merona, aku tertawa karena dia terlihat sangat lucu. Jangan sampai jika laki-laki ini pada akhirnya jatuh cinta pada ku.
"Hei, aku tahu aku cantik. Tapi jangan terus memandangi ku." Canda ku.
"Kamu terlalu pede! Aku melihat bunga itu, kagum pada diri ku sendiri karena berhasil memetiknya di ujung danau!" Bantah Linshi.
"Mana ada bunga mawar hidup di ujung danau." Sambung Zizi sambil menggendong kucing hitam bernama anchi.
Linshi membulatkan bibirnya lalu duduk di jendela, aku menyuruh Zizi untuk melepaskan anchi agar bisa mengikuti kemana perginya dia.
"Sementara aku pergi, kau Linshi. Tolong selidiki apa yang akan di rencanakan permaisuri Enxi." Perintah ku.
"Baiklah…" Linshi pergi dengan kondisi tubuh bermalas-malasan.
Anchi mulai melangkah, aku dan Zizi terus mengikuti kemana langkahnya sampai kami keluar dari kediaman. Jalan itu menuju kediaman pangeran ketiga wenhua, jantung ku berdegup kencang, jika itu memang benar mujing. Aku harus bertindak apa? Tentu perasaan ini sudah terlanjur kecewa.
*Syet! *Bunga di telinga yueyin di ambil seseorang*.
Merasa seseorang telah mengambil bunga di telinga, aku memutar tubuh ku dengan cepat dan melihat siapa orangnya. Dia tersenyum ke arah ku sambil memegang bunga mawar dengan tinggi tangan sejajar kepala ku.
"Pangeran Yifan?" Bingung ku.
"Xiaojie, sedang apa kamu disini?" Tanyanya.
"Aku hanya berjalan saja." Jawab ku.
Ketika melihat kebawah, anchi sudah menghilang. Lagi-lagi kehilangan kesempatan untuk menyelidiki dimana mianju bersembunyi. Ini karena pangeran Yifan menunda perjalanan ku.
__ADS_1
"Xiaojie ku dengar pertemuan akan di lakukan sebentar lagi, mari kita kesana bersama?" Ajak pangeran Yifan.