
Saat itu ayou sedang berjalan dan tak sengaja menemukan segerombolan orang berkumpul melihat kertas pencarian orang hilang yang menempel di dinding kayu. Rasa penasaran ayou membuat ia menyelusup kedalam keramaian itu dan melihat kertas pencarian putri Yueyin dengan wajah perempuan yang ia kenali.
'jiejie Yueyin?!' batin ayou.
"Barang siapa yang dapat mengetahui keberadaan putri Yueyin maka ibu suri akan memberikan tiga kantung emas." Kata prajurit utusan ibu suri.
"Aku! Aku! Perempuan ini sangat mirip dengan tetangga kami! Namanya juga yueyin!" Sahut seseorang.
'bahaya!' panik ayou.
Ayou berlari cepat meninggalkan tempat itu, dia takut yueyin di tangkap oleh prajurit itu. Meski tahu dia melakukan hal yang salah, tapi ayou yakin yueyin bukan orang jahat dan mempunyai alasan tersendiri kabur dari istana. Sesampai di rumah yueyin dia menggedor pintu yang terkunci tetapi tidak kunjung terdengar bunyi sahutan.
Prajurit pun datang ke rumah itu, ayou semakin ketakutan dan bingung harus berbuat apa. Dia terpaksa harus berbohong dan melarang prajurit itu masuk.
"Tunggu! Kalian siapa?!" Tanya ayou.
"Minggir jangan menghalangi jalan kami!" Jawab prajurit.
"Kalian ingin memasuki rumah itu? Disana tidak ada orang." Kata ayou.
Karena kesal prajurit itu mendorong ayou hingga ia terjatuh lalu mendobrak pintu rumah secara paksa. Tiga orang mencari putri Yueyin di dalam rumah itu tetapi tidak menemukan siapapun, hanya ada tumpukan buku yang tertinggal dan beberapa peralatan yang tidak terurus lagi.
"Sudah ku bilang! Tidak ada orang! Rumah ini kosong tidak ada penghuninya! Huh!" Kesal ayou.
"Gadis kecil, kau menyembunyikan sesuatu?" Tanya salah satu prajurit sambil memegang dagu ayou.
Plak!
Ayou menepis tangan prajurit itu lalu menatapnya jijik, mereka membalas dengan tawa besar lalu menatap ayou seperti gadis rendahan.
__ADS_1
"Jaga sikap mu! Menyembunyikan apa?! Tidak ada orang disana!" Geram ayou.
"Ayou! Jelas-jelas kemarin ada sepasang suami istri yang tinggal!" Bantah salah satu warga daerah itu.
"Bibi apa kamu mabuk? Sejak kapan ada orang yang tinggal di rumah ini?" Tanya ayou.
"Jika kau berani bermain-main dengan prajurit kerajaan, maka nyawa mu berada di ujung tanduk." Ancam salah satu prajurit kepada warga yang menunjukkan dimana yueyin tinggal.
"M-maafkan saya!"
Mereka pergi untuk mencari putri yueyin di daerah lain, ayou menghela nafasnya lalu berlari memasuki rumah untuk mencari putri Yueyin. Benar apa yang di periksa prajurit tadi, putri yueyin sudah lama pergi dari rumah ini.
"Huh…jie Yue, kenapa kamu tidak berpamitan dulu dengan ku sebelum pergi." gumam ayou murung.
Ayou pergi meninggalkan tempat itu, sementara di sisi lain yueyin dan mujing baru saja sampai di sebuah gubuk lama yang pernah menjadi tempat tinggal persembunyian prajurit pribadi kaisar terdahulu, mereka sengaja memilih daerah terdekat gurun pasir sebagai tempat pelarian supaya ibu suri tidak mengetahuinya, tempat itu jarang di tinggali oleh orang biasa.
"Sampai kapan kita akan disini?" Tanya yueyin.
"Huh…" lagi-lagi yueyin mengeluh, apa dia harus terus berlari dari masalah ini? Ini sama saja membuat masalah besar, tidaklah perjuangan kaisar Yuwen sia-sia kalau dia tahu yueyin yang sekarang bukan orang yang ia kenal dulu.
"Menurut mu kenapa kaisar harus berbuat sampai sejauh ini?" Tanya ku kepada mujing.
"Putri yueyin, apakah anda tidak tahu bahwa rasa sayang kaisar kepada anda itu melebihi dirinya sendiri?" Jawab mujing.
Apa yang di katakan mujing benar, kaisar sebenarnya tidak perlu sampai seperti itu hingga mengorbankan dirinya sendiri. Jika laki-laki zaman dulu menggunakan wanita untuk menggapai posisi tinggi, kaisar malah mengabaikan negara demi seorang perempuan.
"Lalu apa yang terjadi jika ibu suri tidak menemukan aku, apakah kaisar akan di hukum?" Tanya ku lagi.
"Tentu saja, saat ini dia berada di penjara bawah tanah dan dalam masa pencobaan hukuman selama lima bulan." Jelas mujing.
__ADS_1
"Itu sangat lama bagi seorang kaisar, siapa yang mengurusi istana nantinya?" Aku penasaran.
"Lan Dong, seorang peramal terdekat ibu suri. Dia berniat mengambil alih posisi kaisar." Kata mujing.
Ini bahaya, sudah di hukum bahkan ada orang yang berniat mengambil posisinya. Tidak lebih baik kalau seperti itu, jika kaisar kehilangan haknya, maka semua perjuangan dia akan sia-sia. Ini bukan pilihan yang baik, aku harus mencari akal agar permasalahan ini cepat selesai.
"Mujing, menurut mu. Apakah ada jalan keluar dari permasalahan ini?" Aku meminta saran darinya.
"Aku sendiri juga tidak yakin putri, semua pilihan memiliki resiko masing-masing. Dan keputusan ada di tangan anda, melepaskan posisi putri kerajaan dan membuat istana kacau atau kembali ke istana dan merelakan perasaan mu untuk orang lain." Saran mujing.
Mujing benar, jika aku tidak kunjung kembali kaisar akan mendapatkan banyak masalah. Dan jika aku kembali maka aku harus bersedia di kirim ke pernikahan politik di kerajaan timur, mengorbankan perasaan sendiri. Tapi aku bukanlah putri Yueyin asli, aku tidak perlu mengkhawatirkan perasaan ku. Aku hanya perlu mengatur jalan hidup yang lebih baik dan berhati-hati dalam membuat keputusan.
"Bagaimana jika aku kembali ke istana." Kata ku.
Mujing terkejut dia memegang bahu ku lalu memasang tatapan tak percaya, katanya putri yueyin dulu tidak mau di nikahkan bahkan sempat mencoba bunuh diri. Memang, lalu putri itu mati dan aku memasuki tubuhnya dan setidaknya aku harus membuat kehidupan ini lebih layak ketimbang aku harus di kejar-kejar seperti buronan terus.
"Kaisar akan kecewa, tolong di pikirkan lagi." Kata mujing.
"Aku yakin kau memikirkan hal yang sama, ini demi kaisar." Balas ku.
Mujing terdiam, dia membuang wajahnya dan melamun untuk memperluas pikirannya. Keputusan yang bagus, apa dia takut di hukum kaisar sehingga tak berani mengiyakan keputusan ku? Dan aku yakin pasti kalau sebenarnya mujing mempunyai pikiran yang sama dengan ku.
"Apakah kamu takut di hukum kaisar?" Tanya ku.
"Mati pun tidak perduli, kami prajurit pribadi sudah di sumpah untuk setia kepada negara dan pimpinan. Keputusan apapun jika itu untuk kaisar, aku pasti akan menyetujuinya." Jawab mujing.
Akhirnya dia setuju dengan keputusan ku, meski terlihat sedikit ragu-ragu. Menyusun rencana berikutnya, aku harus menemukan titik lemah ibu suri dan Lin dong untuk membalas perbuatan mereka kepada kaisar.
Di gurun pasir itu aku bisa melihat jelas teriknya matahari, melindungi wajah dari silaunya sinar langit. Berjalan menapaki pasir coklat hingga sampai di sebuah tempat, tempat ini persis seperti lagu yang ada di pikiran putri yueyin.
__ADS_1
Tentang kedua gadis kecil yang menanam bunga di gurun pasir, dan kedua kakaknya yang menjemput mereka. Lagu itu di buat untuk di tunjukkan kepada kaisar, Xue dan Linshi. Hidup putri Yueyin sangat menyedihkan, dia menggantung semua dengan perasaan sehingga tak berani tuk melangkah lebih maju.
Sekarang aku adalah Yueyin, langkah ku tidak akan di atur oleh siapapun. Ini adalah kehidupan ku bahkan lebih baik dari sebelumnya. Ibu suri belum ku lihat wajahnya dengan jelas, dan si Lan dong itu berani-beraninya ingin merebut tahta kaisar, lihat saja kalian pembalasan akan segera di mulai. Aku yang sekarang tidak selemah putri Yueyin.