History Of Love Princess Yueyin

History Of Love Princess Yueyin
Episode 37


__ADS_3

"Niang!!!!" Teriak pangeran Yifan kecil.


Pangeran Yifan berteriak histeris setelah melihat kematian ibunya dan bibi ruyi, dia menangis tersedu-sedu. Orang itu mencekik pangeran Yifan agar berhenti menangis dan menimbulkan suara yang akan membuat orang berdatangan.


"Jika kau mengadu pada seseorang, aku tidak akan segan-segan membunuh mu." Kata orang itu kemudian dia berlari dan pergi secepat angin.


Pangeran Yifan terbangun dari tidurnya, matanya merah berkaca-kaca. Mimpi buruk tentang kejadian itu hadir, dia tidak pernah bisa melupakan kejadian yang membuatnya trauma.


Orang itu, selalu membuat dada Yifan sesak dan takut. Setiap menatap mata orang itu dalam, dia selalu teringat pada kejadian lama, hal itu yang selalu membuat Yifan takut dan tak sanggup untuk melawannya.


"Hah…hah.." pangeran Yifan membasuh wajahnya dengan air.


Sementara itu, permaisuri Enxi membuka pakaiannya. Terlihatlah tubuh seksi meski umurnya sudah mau memasuki usia lima puluh tahun, dia menyentuh bekas luka cengkraman di bahunya.


Benar, hari itu orang yang membunuh permaisuri Qilan dan Selir ruyi adalah putri Enxi tak lain adalah adik kandung dari selir ruyi. Sifatnya yang serakah membuat dirinya terobsesi pada jabatan serta membuat rencana untuk membunuh keduanya.


Setelah berhasil, dia bekerja sama dengan putra perdana mentri yaitu Yangsi, ia pun menjanjikan jabatan jendral ayahnya yang sedang sakit-sakitan. Yangsi menyuruh ayahnya untuk memalsukan kasus kematian permaisuri dan selir, lalu membuat cerita kebohongan.


Karena mereka berdua kesayangan kaisar, Yangsi membuat cerita bahwa mereka sebenarnya saling membenci. Suatu hari selir ruyi berniat ingin membunuh permaisuri Qilan, ia pun mengajak permaisuri bertemu di tepi jurang. Selir ruyi mendorong permaisuri Qilan, tidak di sangka permaisuri Qilan menarik selir ruyi hingga mereka terjatuh bersama-sama.


Setelah kasus itu tersebar, kaisar merasa sangat sedih. Dia tidak tahu kebenarannya, akhirnya di saat keadaan terpuruk itu putri Enxi berusaha menghibur kaisar dan mendapatkan hatinya. Setahun kemudian dia berhasil menjadi selir dan di angkat menjadi permaisuri sekarang.


"Seharusnya, hari itu. Aku mendorong Yifan dan membiarkan ia mati bersama ibunya." Gumam permaisuri Enxi.


Permaisuri Enxi tidak membunuh Yifan karena dia masih bersimpati pada pangeran yifan yang masih kecil, tidak tega membunuh anak kecil usia belia tidak ada dosa.


"Bagaimana putri, apakah anda berhasil menyembuhkan kaisar?" Tanya Zizi sambil mengikuti langkah putri Yueyin.


"Hasilnya kita lihat besok, apakah kamu tidak merasa bosan?" Tanya balik putri yueyin.


"Apakah anda butuh hiburan? Kalau begitu mari kita berkeliling di kota timur." Ajak Zizi.

__ADS_1


Zizi dan putri Yueyin pergi berjalan-jalan ke pasar ibu kota, saat itu sudah memasuki waktu sore. Mereka pergi ke tempat dimana tidak ada salju tetapi tetap memiliki udara dingin. Ada pertunjukan topeng dan tarian khas timur.


Perempuan pemakai cadar dan baju terbuka bagian perut dan sedikit dadanya. Mereka menari seperti penghibur bagi kaum lelaki, badannya sangat lentik. Yueyin jadi ingin mempelajari tarian itu.


Saat melanjutkan langkahnya ia melihat sekumpulan anak kecil perempuan sedang bermain tata rambut. Bunga yang ia pakai sudah layu, yueyin pun menghampiri mereka lalu membuat bunga itu kembali segar.


Para anak kecil terkagum-kagum, yueyin pun menunjukkan aksinya lagi. Mengambil satu tongkat kayu lalu membuat tumbuhan menjalar di sana.


"Apakah itu tongkat sihir?" Tanya anak kecil itu.


Yueyin mengangguk kemudian memberikan tongkat itu pada anak kecil tadi, mereka melanjutkan langkahnya. Saat tiba di penghujung jalan tiba-tiba seseorang menyerang mereka dari belakang, biji tumbuhan racun yang sengaja di runcingkan agar bisa masuk ke dalam tubuh manusia.


Yueyin menahan dengan kekuatannya, terlihatlah seorang pria dengan rambut putih tersenyum setelah melihat kekuatan yang Yueyin miliki.


Matanya tertuju pada gelang ajaib, seperti sudah tahu itu benda apa. Yueyin pun heran dan menghampiri pria itu.


"Salam kepada putri yueyin." Ucap pria itu.


"Siapa yang tidak tahu putri dari kerajaan barat? Kamu terkenal karena kecantikan dan keterampilan yang kamu miliki." Jawab pria itu dengan senyuman ramah.


Yueyin tertawa kecil, ini sebuah pujian untuk nya. Mereka melanjutkan langkahnya, pria itu memperkenalkan dirinya sebagai pemilik lembah terbesar di ibu kota timur, namanya XianYu. Setelah perkenalan itu xianyu mengajak yueyin untuk mendatangi lembahnya.


"Melihat mu aku jadi mengingat teman lama." Kata Xianyu.


"Teman lama? Apakah itu selir ruyi?" Tanya Yueyin dengan menduga-duga.


"Bagaimana kamu bisa tahu?" Xianyu terkejut.


Ternyata tebakan yueyin benar, orang yang di maksud Xianyu adalah ibu dari pangeran Wenhua. Selir ruyi ternyata memang terkenal dan memiliki banyak teman.


"Jika kamu adalah teman selir ruyi, sebenarnya aku sedikit tidak yakin." Ucap Yueyin.

__ADS_1


"Kenapa?" Bingung Xianyu.


"Selir ruyi, umur pangeran Wenhua saja sudah mau memasuki usia dua puluh tahun. Berarti usia selir ruyi lebih dari empat puluh tahun, sedangkan kamu.." ujar putri yueyin.


Xianyu tertawa, dia memetik pucuk tumbuhan lalu merubahnya menjadi abu hijau yang hilang setelah di tiup angin.


"Usia ku sebenarnya sudah mau memasuki lima puluh lima tahun." Jelas Xianyu.


Putri Yueyin membulatkan bibirnya dan membuka lebih lebar matanya akibat terkejut. Usia Xianyu 55 tahun? Tapi wajahnya terbilang sangat muda, seperti seusia dengan pangeran Yifan, jauh lebih muda ketimbang kaisar yang usia sebenarnya lebih sedikit kecil dari Xianyu.


"Benarkah?! Kenapa bisa?" Tanya Yueyin penasaran.


"Aku sudah memasuki tingkat kultivasi kenaikan abadi, dan sering memakan tumbuhan Yongsheng." Jawab Xianyu.


Yongseng adalah tumbuhan yang bisa membuat tubuh lebih terlihat muda dari usia sebenarnya, Yongsheng adalah makanan seharian para peningkat kultivasi dan pendekar lainnya. Sebenarnya menurut sejarah Yongsheng adalah tumbuhan abadi yang di ciptakan oleh dewa abadi.


"Kenaikan abadi?! Berarti kamu seorang dewa?!" Yueyin tambah terkejut.


"Aku bukan dewa, menjadi dewa sudah di takdirkan dan mereka tinggal di langit. Seumur hidup aku belum pernah bertemu mereka, orang yang sudah mencapai tingkat abadi bukan berarti mereka akan hidup selamanya, jika takdir mengatakan mereka harus pergi, maka tubuhnya akan hancur selamanya." Jelas Xianyu.


Jadi begitu, manusia biasa di zaman ini tidak bisa menjadi dewa setelah mendapatkan tingkat kultivasi abadi. Memang, menurut sejarah dewa dan Dewi sudah di takdirkan, manusia biasa tidak bisa menjadi dewa kecuali dia adalah reinkarnasi dari dewa atau Dewi sebelumnya.


"Apakah jika aku memakan tumbuhan Yongsheng akan membuat aku awet muda dan berumur panjang?" Tanya Yueyin.


"Awet muda mungkin iya, tapi umur panjang aku tidak menjamin." Jawab Xianyu.


"Kalau begitu bisakah aku meminta tumbuhan Yongsheng?" Seru yueyin.


"Silahkan, dia ada di ujung sana." Tunjuk Xianyu.


Yueyin terlihat senang, dia berlari lalu menggali tumbuhan Yongsheng untuk di bawa pulang. Zizi membantunya sesekali mengingatkan agar putri Yueyin lebih berhati-hati dalam menggunakan cangkul. Xianyu tertawa melihat gadis yang memiliki sifat periang tersebut.

__ADS_1



__ADS_2