
"Tidak masalah, kita harus pulang secepatnya." Ujar pangeran Wenhua.
Mereka kembali ke istana timur, putri yueyin mengobati luka di tangan pangeran Wenhua. Dia berkali-kali meminta maaf karena telah melakukan kesalahan, atas nama cinta pangeran Wenhua tidak akan mempermasalahkan luka kecil itu.
"Maafkan aku." Mohon Putri Yueyin.
Pangeran Wenhua memegang dagu putri yueyin lalu tersenyum, matanya menunjukkan rasa jahil. Dia berkata bahwa tidak akan memaafkan kebodohan yang putri yueyin lakukan.
"Aku tidak akan memaafkan mu, bagaimana mungkin seorang putri melakukan hal yang bodoh." Kata pangeran wenhua.
Putri Yueyin mendengus bukan kata itu yang ingin di dengarnya, menarik telinga pangeran Wenhua hingga ia meringis kesakitan. Matanya terlihat tajam seperti mengintimidasi padahal tidak ada masalah apapun. Seharusnya saat ini pangeran yang marah tetapi malah putri yueyin, tentu karena sifat perempuan sering berubah-ubah.
"Aku tidak jadi minta maaf, aku pulang." Ucap Yueyin dengan raut wajah kesalnya.
Saat berdiri pangeran Wenhua menarik pinggang putri yueyin hingga jatuh ke pelukannya. Dia menolehkan kepala putri yueyin ke arahnya lalu mencium bibir perempuan itu dengan kasar. Mereka saling berciuman selayaknya pasangan tetapi lupa menutup pintu.
"Wen Gege—" putri Zhao tiba-tiba saja datang setelah pulang berlatih, namun panggilannya terhenti ketika melihat satu pasangan saling bermesraan.
"Ahhh mata ku!!!!" Dia berteriak kencang lalu meninggalkan tempat itu, yueyin panik dan berusaha menjelaskannya tetapi putri Zhao sudah keburu pergi.
"Ini karena mu." Dengus putri yueyin.
"Kenapa aku? Tapi kamu juga mau kan?" Cengir pangeran Wenhua.
Putri Yueyin memasang wajah menggemaskan, seperti melihat anak kucing gembul yang merasa terancam. Ingin rasanya pangeran Wenhua mengurung putri yueyin dan menjadikannya peliharaan, peliharaan wanitanya. Dan tidak memperbolehkan siapapun menyentuh miliknya.
Giett! *Menggigit.
Putri Yueyin menggigit punggung pangeran Wenhua lalu berlari meninggalkan laki-laki itu sendiri.
*Yueyin pov
Mengesalkan, kemana putri Zhao pergi? Aku takut dia menyebarkan apa yang terjadi dan mengakibatkan buruk untuk kami. Saat beranjak keluar aku di kagetkan oleh putri Zhao yang sudah menongkrong di depan gerbang, dia menatap ku tajam.
"Kau kasih jenis sihir apa Gege ku?" Tanya putri Zhao.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" Bingung, aku tidak memberikan sihir jenis apapun pada pangeran Wenhua.
"Sejak kapan kalian menjadi dekat seperti itu? Oh tuhan! Kenapa harus kau?" Dia menggigit pedangnya kesal.
"Zhao, hubungan kami tidak seperti yang kau pikirkan." Jelas ku.
"Jangan berbohong! Jelas-jelas aku melihat kau berciuman dengan Gege Wen." Dengus putri Zhao.
Aku menghela nafas, bagaimana cara menjelaskan ini kepada putri Zhao? Haruskah aku jujur bahwa kami tengah menjalin suatu hubungan? Rasanya tidak mungkin, tapi dia sudah melihat semuanya.
"Tenang saja, aku tidak akan bilang pada siapapun." Ucap Putri Zhao.
"Kalau begitu tolong jaga rahasia ini." Mohon ku.
"Aku ingin pulang, kau serahkan surat ini pada Gege Wen." Putri Zhao melemparkan surat.
Aku menangkapnya, putri Zhao pergi begitu saja tanpa kata pamit anggaplah bahwa kami belum terlalu dekat jadi dia tidak perlu melakukan itu. Dan surat ini, sebenarnya aku ingin segera pulang dan beristirahat tapi mau bagaimana lagi harus menyampaikan surat ini terlebih dahulu.
Aku memasuki ruang kerja pangeran Wenhua dimana kami tadi mengobrol, dia tidak ada disana mungkin sudah pergi kesuatu tempat. Aku meletakan surat di atas meja, tapi setelah ku lirik lagi surat itu rasa penasaran terus menghantui, kata batin ku menyuruh untuk membuka surat itu.
Setelah di buka dan membaca isinya, aku sangat terkejut. Tidak di sangka permaisuri memiliki pemikiran yang sangat picik, tertulis di sana 'gege Wen, aku mendengar percakapan permaisuri dan jendral yangsi, mereka akan membunuh kaisar barat saat acara pernikahannya. Melalui prajurit tersembunyi jendral yangsi, aku tahu kau perduli dengan masalah ini. Jika kau benar-benar perduli dengan Yueyin, maka cegah lah permaisuri karena kau orang terdekatnya.' tulis putri Zhao.
Permaisuri jala*g! Tidak ku sangka dia sekeji ini, apa salah kami hingga menjadi sasarannya. Tidak akan aku biarkan dia membunuh kaisar Yuwen, aku harus pulang lebih awal dan memberi tahu kabar ini pada kaisar, jangan sampai rencana permaisuri Enxi berjalan dengan lancar.
*Kediaman putri yueyin.
"Linshi!" Panggil ku.
Dia muncul dari balik tembok, memakai topeng seram seperti hantu. Aku terkejut dan hampir saja terjatuh jika Zizi tidak menahan ku.
"Membuat kaget saja!" Kesal ku.
"Jantung mu saja yang lemah!" Balas linshi.
Jantung ku terasa sakit, lemah? Apakah ini efek dari es pelupa yang perlahan merusak organ dalam? Jantung ku menjadi lemah dan mudah terkejut, mungkinkah karena itu?
__ADS_1
"Linshi kamu menyinggung putri." Celetuk Zizi.
"Sudahlah, ada hal yang ingin aku bahas." Aku menarik tangan mereka berdua kemudian berkumpul di ruangan depan.
Kami saling bertatapan, aku mulai menjelaskannya bahwa Permaisuri Enxi berusaha merencanakan pembunuhan terhadap kaisar Yuwen. Disana linshi terlihat emosi, dia hendak menemui secara langsung dan bertarung dengan permaisuri itu. Untungnya aku bisa menahan linshi dan memberi sedikit penjelasan. Mengalahkan permaisuri tidak semudah yang kita pikirkan, seperti yang di ketahui bahwa orang kerajaan timur memiliki banyak kekuatan serta sihir berbeda dengan orang kerajaan barat yang hanya mengandalkan senjata.
"Lalu kita harus bagaimana?" Tanya linshi.
"Kita harus segera kembali ke istana barat dan memberitahu perihal masalah ini dengan kaisar secepatnya." Jawab ku.
"Tapi putri bukankah Anda memiliki pertandingan dua hari lagi?" Tanya Zizi.
"Benar, tapi aku akan memikirkan bagaimana cara menyelesaikannya dengan cepat." Jawab ku.
Percakapan itu kami usaikan setelah kaisar datang bersama beberapa pelayan. Kasim berteriak memberi tahukan ke datangan kaisar, aku pun memberikan hormat dan tunduk padanya. Matanya melirik semua sisi kediaman serta kamar milik ku, kenapa dia datang dengan tiba-tiba?
"Bagaimana keadaan mu?" Tanya kaisar timur.
"Saya baik-baik saja kaisar." Jawab ku.
"Bagus, pertandingan di majukan sehari lebih awal karena di hari keduanya kelompok kedua akan membuat segel baru di panggoda." Jelas kaisar.
Beruntung! Ini kesempatan untuk pulang ke istana barat, aku tersenyum dan menunduk lagi menerima kabar dari kaisar dengan baik.
"Baiklah kaisar, ngomong-ngomong selesai pertandingan bolehkah saya izin untuk kembali ke istana barat?" Tanya ku.
Dia mengerutkan dahinya menaikan satu alis kemudian kembali bertanya kenapa aku harus kembali ke istana barat.
"Kenapa kau akan pergi?" Tanya kaisar.
"Kaisar Yuwen kakak ku, akan menikah. Tak sopan rasanya bila tidak menghadiri pernikahan kakak sendiri." Jawab ku.
"Baiklah jika begitu, aku hanya bisa menitipkan salam selamat untuk kakak mu." Kata kaisar.
Author: mungkin disini ada yang bingung kenapa kakak yueyin seorang kaisar? Seperti di awalan cerita, kaisar barat sudah tiada posisinya di gantikan oleh putranya yakni Yuwen. Dan kaisar timur sendiri masih hidup dan tidak sakit-sakitan makanya posisi dia belum tergantikan, sebab itulah mencari pangeran terkuat untuk di jadikan sebagai putra mahkota dan menjadi penerusnya dengan di berlakukan pertandingan itu.
__ADS_1
Sementara pertandingan ini juga menguntungkan bagi yueyin jika dia menang, selain menjadi permaisuri dari putra mahkota timur. Atau bahkan jika dia kalah dia akan tetap di nikahkan dengan salah satu pangeran yang mencintainya.