
Disana sudah ada Permaisuri dan kaisar, pangeran Wenhua duduk di antara keduanya. Sambil mengambil teh lalu meminumnya lagi, permaisuri tersenyum dia menanyakan suatu hal pada kaisar.
"Kemana perginya putri Yueyin, akhir-akhir ini aku tak mendengar kabarnya. Apakah kaisar tahu?" Tanya permaisuri Enxi.
"Dia kembali ke istana barat untuk menghadiri pernikahan kakaknya." Jawab kaisar.
"Wah, apakah yueyin memberikan kabar pada kalian? Teman-temannya?" Pertanyaan ini tertuju pada pangeran Wenhua, dia sangat kecewa dan berkat ramuan yang di berikan permaisuri ia jadi membenci putri yueyin.
"Lupakan lah. Ayah ada apa kau memanggilku kesini?" Tanya pangeran Wenhua.
"Segel panggoda Guren sudah berhasil di benarkan. Akhir-akhir ini aku sering sakit, jadi pertandingannya kita percepat saja, ada baiknya segera di lakukan pertandingan sebenarnya." Jelas kaisar timur.
"Berarti, akan ada pertarungan antar pangeran dan putri?" Tanya permaisuri Enxi.
"Tentu saja, itu sudah peraturannya. Wenhua, aku harap kau bisa menang dan jika kau kalah harap mengalah dan membiarkan posisi itu. Aku tidak mau ada rasa kebencian antar keluarga." Jelas kaisar.
Pangeran Wenhua mengangguk, kali ini dia harus memenangkan pertandingan itu. Bagaimana pun caranya dia harus jadi putra mahkota agar bisa membersihkan nama ibunya sesuai arahan permaisuri, ia tidak sadar bahwa ramuan itu telah beraksi membuat ambisi dia semakin meluap seperti api. Lupa bahwa keinginan utamanya hanya hidup sebagai orang biasa dan bahagia bersama keluarga kecil yang ingin di bentuknya.
"Aku sangat merindukan tempat ini." Senyum Yueyin.
Dia mengelilingi setiap sisi yang terdapat di dalam rumah itu, di temani dengan Zizi dan Yiyi. Menceritakan bahwa hidupnya dan linshi disini sangat seru, desa memang tempat tertenang untuk di tempati.
Masuk ke kamar, melihat atap yang sempat di benarkan dia jadi teringat pada pangeran Wenhua atau mianju yang jatuh dari atas sana. Dia tertawa sambil menatap cermin, kemudian dia membayangkan kejadian sebelumnya. Dimana yueyin sedang berpakaian namun pangeran Wenhua berada di dalam sana, wajahnya memerah meski sudah membalikan tubuh.
Jemari menyentuh bayangan di kaca yang mulai memudar, dia pun berlari membuka jendela kamar di lihatnya sepasang manusia sedang bermain dekat kolam. Yueyin sedang belajar membuat tanaman di kolam pada saat itu di bantu dengan pangeran Wenhua.
Selanjutnya dia keluar dan menuju dapur, dia melihat dirinya sedang memandang pangeran Wenhua dengan wajah merona. Lahapnya dia memakan bakmie kesukaan membuat yueyin saat itu tertawa. Yueyin duduk di sampingnya sambil memegang wajah pangeran Wenhua, laki-laki itu tersenyum kemudian menghilang. Air mata kembali mengalir, yueyin merasakan sakit yang teramat dalam.
__ADS_1
"Putri jika anda memang merindukannya, sebaiknya kita segera kembali." Kata Zizi.
Mereka takut melihat putri yueyin menjadi gila, tersenyum sendiri dan menyentuh udara yang tidak ada apa-apanya.
"Tapi sepertinya jika harus kembali sekarang, itu hal yang tidak memungkinkan." Kata Yiyi.
"Kenapa?" Pertanyaan putri yueyin muncul.
"Ini sudah memasuki waktu sore putri, di perbatasan mungkin akan ada banyak penyamun. Sebaiknya pergi di pagi hari saja." Saran Yiyi.
"Kalau begitu, kalian bantu untuk persiapan besok pagi." Ucap Putri Yueyin kemudian berjalan keluar dari rumah itu. Mereka melakukan perjalanan ke ibu kota untuk menuju istana barat.
Di perjalanan yueyin selalu menatap ke arah luar membuat dirinya merasa sedikit terhibur di kala bosan. Tibalah di istana barat, semua memberi hormat ketika putri yueyin turun dari kereta kudanya. Dia berjalan menuju istana utama tuk menemui kaisar, alih-alih membuka pintu dia di kejutkan dengan sosok perempuan bercadar yang hendak menabraknya.
"Maaf…" kata dia lalu pergi begitu saja.
Yueyin menjadi penasaran, dia membalikan tubuh melihat kepergian seorang perempuan bercadar itu. Langkah nya kembali menuju istana utama dia mendapatkan tatapan dingin dari kaisar Yuwen, serta permaisuri duduk sambil memalingkan wajahnya dari yueyin.
Kaisar menunjukkan kotak berisi pil yang di berikan yueyin, dia menghempaskan kotak itu di hadapan putri yueyin. Bukan main mengejutkan, sosok yang di kenal ramah bagi yueyin kini berubah sebaliknya.
"Kaisar kenapa kamu membuang pil itu, aku sudah bersusah payah membuatnya." Tatapan sedih yueyin terpancar, ia memungut pil di lantai.
Dengan emosi saat mengetahui bahwa Permaisurinya mandul setelah memakan pil milik yueyin, dia menghancurkan pil itu menggunakan kakinya. Menggesek-gesek sepatunya hingga pil itu hancur lebur.
Mata berkaca-kaca, yueyin mengepalkan tangannya. Posisi sekarang dia tengah bersujud di hadapan kaki kaisar, tak rela di rendahkan seperti itu yueyin berusaha melawan perlakuan kakaknya itu.
"APA—"
__ADS_1
PLAK!
Tamparan membungkam perkataan yang hendak di keluarkan dari mulut yueyin, bibirnya terluka. Air mata mengalir, sungguh tega kaisar Yuwen melakukan itu tanpa memberi tahu alasannya.
"Kau tahu apa salah mu?" Tanya kaisar Yuwen.
Yueyin terdiam, dia tidak tahu apapun kesalahannya. Yang ia tahu dirinya baru saja pulang dari desa sebelah dan mendapatkan perlakuan tidak benar dari kaisar.
"Kaisar..jangan menyakiti putri yueyin, mungkin saja dia tak sengaja." Permaisuri Shen ai merangkul lengan kaisar berusaha menenangkan emosi laki-laki tersebut.
"Beraninya kamu memberi racun mandul pada Permaisuri, Yueyin He apakah kebaikan ku selama ini tidak cukup untuk mu?" Tanya kaisar Yuwen.
Yueyin terkejut, bahkan dirinya tidak tahu jika pil yang ia berikan mengandung racun. Ini salah, dia tidak bermaksud membuat Permaisuri mandul padahal niatnya memberi pil kesehatan.
"Kaisar kamu salah paham, pil itu tidak mengandung racun apapun." Kata putri yueyin.
"Tabib berkata bahwa pil ini mengandung racun mandul." Ternyata perempuan bercadar tadi adalah tabib kerajaan barat.
"Kamu sendiri tahu bagaimana aku, kaisar..aku tidak mungkin melakukannya!" Yueyin memeluk kaki kaisar memohon agar ia tak marah padanya.
"Sudahlah yueyin, aku tidak mau melihat mu. Tolong pergi dari sini." Pinta kaisar Yuwen.
Perkataan itu membuat yueyin sangat sedih, pengawal menarik yueyin secara paksa untuk di keluarkan dari istana utama. Dengan eskpresi frustasi dan tidak tahu harus bagaimana ia duduk di tangga menunggu kaisar memaafkan dirinya.
Hujan pun turun secara tiba-tiba, linshi membawakan payung lalu mengajak yueyin pulang. Tapi perempuan itu tetap bersih keras untuk menunggu kaisar keluar dan mau mendengarkan penjelasannya.
"Tidak ada gunanya, perasaan Yuwen saat ini sedang hancur. Dia sudah kehilangan ibunya di tambah lagi ada fakta yang mengejutkan. Biarkan dia sendiri dan berpikir, ada waktu dimana kebenaran akan terungkap." Tutur linshi.
__ADS_1
Apa yang di katakan Linshi benar, akhirnya putri yueyin pulang di temani dengan Linshi. Saat pulang ia merasa tubuhnya sakit, mungkin akibat berada di bawah hujan lamanya, membuat dirinya masuk angin sebab cuaca dingin. Linshi pun menyarankan agar yueyin segera mengganti pakaiannya.
"Yueyin, aku dengar pertandingan akan segera di mulai sebaiknya kita segera kembali ke istana timur." Kata linshi.