History Of Love Princess Yueyin

History Of Love Princess Yueyin
Episode 43


__ADS_3

"Y-yifan Qi…tidak baik menggunakan Krystal itu, pikirkan kondisi tubuh mu." Ujar permaisuri Enxi dengan gugup, orang akan mengira dia khawatir pada pangeran tetapi itu salah. Dia takut jika rencananya terbongkar.


Pangeran Yifan merasa muak dengan permaisuri tanpa memperdulikan kata-katanya, pangeran Yifan langsung mengaktifkan Krystal tersebut. Tenaganya di serap banyak oleh krystal kejujuran, di waktu yang sama permaisuri mengguncang tubuh kaisar untuk menghentikan tindak pangeran Yifan namun kaisar sendiri tidak menggubris dan hanya melihat saja.


Cahaya seperti cermin timbul, dimana kepala desa dan putri Yueyin sedang mengobrol tak lama kepala desa melakukan hal yang tidak patut di contoh. Semua orang kaget banyak kesalahan disini, dimana permaisuri seperti menutup-nutupi masalah.


Pangeran Wenhua tidak bisa berkata-kata, dia sadar bahwa semua itu ada sangkut pautnya dengan permaisuri Enxi. Namun dia tetap bibi yang membesarkan Pangeran Wenhua tak layak jika durhaka pada orang yang sudah membesarkan mu dengan susah payah.


"Semuanya sudah jelas, putri yueyin tidak bersalah." Kata Yifan Qi.


"Dia memang tidak bersalah, tapi membunuh adalah kejahatan." Kata jenderal yangsi.


"Ini termasuk pembunuhan yang tidak di sengaja, karena pihak pelaku sendiri juga terkena ruginya. Maka paling tidak hukuman yang pas adalah seminggu di penjara." Sambung Mentri.


Permaisuri Enxi merasa tenang, untungnya krystal kejujuran tidak menampilkan niat jahatnya. Putri Yueyin tidak bisa menerima hukuman itu, dia sudah berjanji pada kaisar untuk kembali dan menghadiri pernikahan, tiga hari lagi adalah misi pertama kelompok mereka.


"Yang mulia kaisar, tidak adakah hukuman yang lain untuk ku? Selain penjara." Mohon Putri Yueyin.


"Weng adakah hukuman lain?" Tanya kaisar.


"Cambuk atau hukuman dari permaisuri sendiri." Jawab mentri hukum.


"Ku sarankan agar kamu berada di penjara." Kata kaisar.


Tidak, yueyin tidak bisa melewatkan pertandingan dan mengingkari janji pada kakaknya yakni kaisar Yuwen. Dia sudah menetapkan pilihan, hukum cambuk akan merusak tubuhnya. Maka satu-satunya pilihan adalah—permaisuri tersenyum, dia tahu apa yang di pilih putri yueyin, hitung-hitung dia bisa melampiaskan rasa kesalnya.


"Saya akan menerima hukuman dari permaisuri." Kata Putri Yueyin.


"Putri Yueyin!" Panggil pangeran Wenhua dan Yifan serentak.


"Jika kamu memilih itu, maka aku harus melakukan tugas ku." Permaisuri Enxi turun untuk mensejajarkan posisinya.


Putri Yueyin berdiri, semua orang yang berada di dekatnya di tarik agar tak terkena serangan dari permaisuri. Ini pertama kalinya permaisuri memberikan hukuman langsung di depan semua mata orang, dia memiliki kekuatan elemen petir itu hukuman yang sangat menyakitkan.


Darah keluar dari mulutnya, ketika petir itu menyambar tubuh putri yueyin. Meski gelang hijau berusaha melindungi tubuh yueyin namun kekuatan itu terkalahkan. Jemarinya gemetar menahan sakit, bibir memucat yueyin tak kuasa menahan rasa sakitnya.

__ADS_1


"Hentikan bibi!" Mohon Wenhua.


"Wenhua jangan menggangguku!" Permaisuri terus melanjutkan hukumannya, dia mengangkat putri yueyin ke udara.


"Dia bisa mati, biarkan aku menerima setengah hukuman dari mu." Mohon pangeran Wenhua.


Permaisuri tidak menghiraukannya dia terus menyiksa putri yueyin di depan semua orang, pangeran Wenhua tidak bisa mendengar teriakan menahan rasa sakit dari yueyin. Hatinya terasa perih setiap melihat darah yang menetes.


"Ayah, apa kau akan membiarkan hukuman ini terus berlanjut?! Dia bisa kehilangan nyawanya! Kita akan berurusan dengan kerajaan barat!" Pangeran Wenhua berharap bahwa kaisar perduli.


Cltak! *Burung Phoenix berwarna emas berbentuk bayangan keluar dari tangan kaisar.


Dia menyelamatkan putri yueyin dari siksaan, saat terjatuh pangeran Yifan menangkapnya. Kemudian kaisar mengabulkan permohonan pangeran Wenhua.



"T-tidak…j-jangan.."


"Yueyin, kondisi mu sangat buruk sebaiknya kita pergi dari sini." Pangeran Yifan Qi membawa yueyin pergi.


"Aku tidak bisa menghukum keponakan ku sendiri." Kata permaisuri Enxi.


"Sebagai seorang pemimpin, kita harus adil." Camkan kaisar.


Mau tak mau Permaisuri melakukan hal yang sama pada pangeran Wenhua. Bedanya mungkin pangeran bisa menahan rasa sakit meski tubuhnya terluka akibat sambaran petir, ini tidak seberapa sakit yang di tanggung yueyin, pikirnya.


Menurutnya ini hukuman yang setimpal karena terus membahayakan putri yueyin dan menghapus ingatannya. Pangeran Wenhua tahu bahwa hubungannya tidak akan di setujui oleh Permaisuri Enxi sebab itulah dia menanamkan es pelupa pada putri yueyin agar tak tertarik lagi pada dirinya.


"Bagaimana kondisi putri pangeran?" Tanya Zizi.


Pangeran Yifan Qi mengobati putri yueyin di kediamannya. Setelah selesai tiba-tiba saja putri yueyin sadar dan mencari keberadaan pangeran Wenhua.


"Pangeran! Dimana pangeran wenhua?" Tanya putri yueyin.


Zizi dan pangeran Yifan Qi hanya diam, ke datangan putri Moonai menjawab pertanyaan dari yueyin. Dia melihat genggaman tangan pangeran Yifan dan Putri Yueyin, hatinya terasa sakit lagi, api cemburu rasa membara.

__ADS_1


"Dia ada di paviliun miliknya, kau tak perlu khawatir karena dia baik-baik saja." Jawab putri Moonai.


Merasa putri Moonai menatap tangannya, Yueyin menangkis tangan pangeran Yifan kemudian mengajak Zizi untuk pulang.


"Pangeran, seperti itukah perempuan yang kau sukai? Orang yang tidak tahu terimakasih?" Tanya putri Moonai.


"Tutup mulut mu, dia bukan orang yang seperti itu." Jawab pangeran Yifan.


Putri Moonai tertawa dalam kesal, dia meremas pakaiannya kesal kemudian meninggalkan kediaman pangeran Yifan. Menebas setiap tumbuhan yang ada di sekitarnya dengan maksud melampiaskan amarahnya.


"Yueyin He, apa yang spesial dari mu? Kenapa kau bisa di sukai banyak orang sementara aku tidak?!" Kesal putri Moonai.


Dia mengeretakan giginya, haruskah dia memperingati yueyin agar menjauh dari pangeran Yifan tapi Moonai takut jika Yifan membenci dirinya karena hal itu.


"Putri, sepertinya pangeran Wenhua sedang beristirahat. Sebaiknya kita pulang saja." Saran Zizi.


Yueyin tidak perduli, dia tetap memasuki paviliun khusus pangeran Wenhua. Disana ada Feibao yang sedang berjaga, namun tak sempat menahan putri yueyin karena dia menyelonong masuk. Pangeran Wenhua sedang meminum obat tegukan terakhir, air tertumpah sedikit karena putri Yueyin secara tiba-tiba memeluknya dan menangis.


"Putri Yueyin?" Bingung pangeran Wenhua.


"Jangan lakukan itu lagi, jangan lakukan melakukan hal yang bisa melukai mu." Kata Putri Yueyin membuat pangeran Wenhua bingung.


*Flashback


Saat perjalanan ke desa Dahei yueyin mendapatkan surat dari burung merpati putih, awalnya ia kira itu kiriman dari kaisar akan tetapi setelah di baca itu surat kiriman dari linshi. Seraya kereta kuda berjalan, dia membaca surat itu dengan seksama.


"Kau menderita es pelupa, setelah ku selidiki satu-satunya yang mempunyai elemen es hanya pangeran Wenhua. Hari itu aku menyelidiki di kediamannya, dia adalah orang yang menyelamatkan mu hari itu dari siluman tua, ada benda yang mengejutkan di atas estalase, kau akan menemukan kebenaran disana." Tulis linshi.


*Flashback off


Putri Yueyin berlari lalu mendorong lemari dengan tenaga sedikit kuat. Benda di atas berjatuhan, terakhir ada kotak yang jatuh dan hendak menimpa kepala yueyin, untungnya pangeran menarik yueyin dengan cepat. Kotak itu rusak, kayu-kayunya patah dan terlihatlah jubah hitam dan topeng yang di pakai mianju setiap hari.


Yueyin merasa kesakitan di kepalanya, memuntahkan darah untuk yang kedua kalinya di hari yang sama. Karena dia sudah mengingat ingatan yang di hapus Wenhua, tubuhnya merasakan efek samping yakni kerusakan hati.


"Yueyin!" Panik Wenhua.

__ADS_1


"Jangan mendekat!" Yueyin takut jika Wenhua melakukan hal yang sama dan membuat ingatannya hilang.


__ADS_2