
Aku bertarung dengan pangeran Wenhua sesuai dengan permintaannya, dia memang sangat kuat. Kaki ku terus melangkah mundur karena tak sanggup melawannya.
"Kau orang yang pantang menyerah." Kata pangeran wenhua.
"Tentu saja." Jawab ku dengan senyuman.
Setelah bertarung cukup lama kami akhirnya berhenti, pangeran Wenhua meminjam pedang ku lalu bertanya siapa yang membuatnya. Aku menjawab kalau itu buatan Linshi, dia mengeluarkan cahaya berwarna biru dan memindahkan elemen es nya kepada pedang itu.
"Pangeran kau sungguh-sungguh menyerahkan nya?!" Aku terkejut.
"Ini hanya bibit es, pedang ini sekarang mempunyai elemen es. Karena kau tidak memiliki dasar elemen es, aku hanya bisa memberikan pada pedangnya." Kata pangeran wenhua.
"Tapi kenapa kamu melakukan itu?" Tanya ku.
"Untuk keberhasilan kita, aku tidak mau dengan ke kalahan mu kita semua menjadi gagal." Jawab pangeran Wenhua.
Tentu saja demi Yueyin, untuk menjaga dirinya. Pangeran tidak mau perempuan yang ia cintai terluka, itu akan membuatnya sedih.
"Terima kasih pangeran, aku akan menjaga pedang ini baik-baik."
"Silahkan di coba." Pangeran Wenhua menyerahkan pedangnya.
Saat Yueyin mencobanya, dia kesulitan untuk menyeimbangkan tangan dan pedangnya. Pedang itu tidak mau di sentuh olehnya hingga ia terjatuh lagi.
Bruk!
Saat hendak terjatuh pangeran ingin menolongnya, tapi mereka sama-sama terjatuh karena salju sangat licin. Sama seperti mimpi hayalan Yueyin, mereka sekarang saling bertatapan.
"Pangeran, mata mu mengingatkan ku pada seseorang." Ucap Putri yueyin dengan tatapan lekatnya pada wajah pangeran Wenhua.
"Siapa?" Tanya pangeran.
"Dia.." yueyin tidak bisa mengingatnya, kepalanya sakit jika di paksa mengingat. Sepertinya dia telah melupakan sesuatu.
__ADS_1
Yueyin melihat bekas luka di tangan pangeran Wenhua, dia menariknya lalu bertanya kenapa ada luka di tangan pangeran Wenhua. Padahal jelas hari itu di jembatan dia sudah tahu bahwa telapak tangan kiri pangeran Wenhua ada bekas luka.
'Bunga es pelupa ternyata sudah bekerja.' batin pangeran Wenhua.
"Ini ku dapatkan saat sedang menolong seorang perempuan." Jawab pangeran Wenhua, dan mereka berdiri.
"Perempuan? Pangeran sangat baik hati, dia sangat beruntung." Puji yueyin.
"Seperti itulah." Lanjut pangeran Wenhua.
"Apakah perempuan itu, putri Moonai?" Tanya Yueyin.
"Bukan, dia hanya anak pedagang kaya yang berusaha kabur dari kejaran banyak orang dan bersembunyi di sebuah desa." Jawab pangeran Wenhua.
Yueyin tidak tahu bahwa itu cerita dirinya, nama mianju telah hilang di ingatannya. Kenangan mereka dan asal buku yang ia simpan, semuanya terganti dan mianju menghilang dari cerita kehidupan yueyin.
Tapi giok itu, dia hanya ingat bahwa seorang teman telah memberikannya. Dia pun menatap giok itu dan mulai bercerita pada pangeran Wenhua.
"Aku juga punya seorang teman, tapi aku tidak bisa mengingat wajahnya. Namanya, entah kenapa aku melupakan itu semua, hanya giok ini sebagai bukti bahwa kami pernah bertemu." Jelas Yueyin.
Pangeran Wenhua tertawa, dia menyemangati Yueyin agar tak sedih. Tangan lebar pangeran membelai puncak kepala yueyin, bagaimana tak jatuh cinta. Perlakuan nya semanis itu, membuat pipi yueyin memerah lagi.
"Aku tidak tahu harus bilang apa, atau terima kasih karena pujian mu? Tapi pangeran Yifan lebih tampan dari ku." Kekeh pangeran Wenhua.
"Tapi kami hanya berteman." Bantah yueyin.
"Hm?" Mata mereka saling bertatapan.
Yueyin merasa telinganya sangat panas, bodoh! Untuk apa berkata seperti itu? Kau dan pangeran Wenhua tidak ada hubungan apa-apa. Yueyin menutup wajahnya malu lalu berdiri dan mengajak pangeran Wenhua untuk melihat ke dalam.
"Sepertinya putri Moonai sudah menyelesaikan tugasnya, ayo kita lihat." Yueyin mengalihkan pembicaraannya.
Tidak ada respon dari pangeran Wenhua, yueyin merasa sangat canggung. Dia mengambil pedangnya kemudian berlari ke dalam, lagi-lagi pangeran Wenhua tertawa karena sikap Yueyin.
"Dia tidak pernah berubah." Senyum pangeran Wenhua.
__ADS_1
***
Mereka berkumpul di luar, membuat patung naga dari tumpukan salju. Juga mengumpulkan cermin-cermin untuk memantulkan serangan air racun dari pangeran Wenhua, itu bertujuan agar mereka berlatih menghindari dari serangan naga putih. Tugas Moonai mengikat naga putih agar tidak memasuki air dan membuat serangan yang lebih besar, tugas pangeran Yifan menahan serangan air dari naga putih menggunakan pelindung api, sedangkan Yueyin adalah orang yang akan memasukan bola suci ke dalam kepala naga agar ia bisa jinak, lalu pangeran Wenhua melindungi yueyin ketika ada serangan tiba-tiba.
"Yueyin kurang cepat!" Kata Moonai.
"Coba kamu berdiri di lingkaran itu." Suruh pangeran Wenhua.
Yueyin berdiri, pangeran Wenhua menyuruh dia untuk melompat lalu menggunakan elemen angin untuk mempercepat gerakan dari yueyin. Karena bantuan itu tiba-tiba, yueyin tak seimbang dan terhempas kebawah.
Mereka panik, posisi jatuhnya dekat dengan pangeran Yifan sontak ia pun menangkap yueyin agar tidak menabrak patung es naga putih. Yueyin memeluk pangeran Yifan mata mereka saling bertatapan, Moonai lagi-lagi merasa cemburu. Dahinya mengerut dia hanya bisa mendecak kemudian pergi dari sana.
"Moonai—" panggilannya terhenti.
"Dia mungkin lelah, biarkan dia pergi." Pangeran Yifan memotong ucapan yueyin.
"Kalau begitu aku pulang, besok kita lanjutkan lagi." Tutur pangeran Wenhua.
"Tunggu pangeran." Yueyin menahan lengannya.
Pangeran Wenhua melihat tangan yueyin menahan lengannya. Dia melepaskan tangan yueyin kemudian menatapnya dingin, perempuan itu jadi takut bicara padahal ia ingin menghabiskan waktunya bersama-sama.
"A-anu…bisakah saya bertanya-tanya, tentang elemen es? Agar bisa mempelajari pedang ku?" Tanya Yueyin.
"Maaf aku sibuk, lain kali mungkin bisa." Jawab pangeran Wenhua singkat kemudian pergi.
Yueyin terdiam dia melihat punggung pangeran Wenhua menjauh, perasaan sakit hadir lagi di dadanya. Sangat sesak, pangeran Wenhua marah tanpa sebab yang tidak di ketahui yueyin.
Perasaannya sedih, pucuk tumbuhan yang tersisa tinggal sedikit akibat salju dia melayu. Itu karena yueyin merasakan hal yang menyedihkan, pangeran Yifan terkejut melihat sekitar. Saat menatap mata yueyin ia melihat kedua pupil mata perempuan itu berubah menjadi hijau, dia teringat pada seseorang.
"Bibi ruyi?" Pangeran Yifan terkejut.
"Siapa ruyi?" Tanya Yueyin dan matanya pun berubah menjadi warna hitam semula.
"Ah tidak, beristirahat lah putri yueyin. Kalau begitu aku pamit dulu." Kata pangeran Yifan kemudian pergi.
Di perjalanan pulang ke paviliun, pangeran Yifan terus berpikir kenapa bisa mata yueyin berubah menjadi hijau seperti mata milik bibi ruyi yaitu ibu dari pangeran Wenhua, tanaman pun layu itu berarti yueyin bisa mengendalikan tumbuhan. Apakah dia anak tersembunyi bibi ruyi? Pikir pangeran Yifan.
__ADS_1
Dia tahu kalau gelang milik bibi ruyi jatuh ke tangan yueyin tetapi dia bingung saat melihat mata yang sama persis milik bibi ruyi, pangeran tidak pernah membenci ibu dan anaknya pangeran wenhua itu karena dia tahu siapa dalang dari masalah sebenarnya, hanya saja pangeran tidak sanggup untuk mengungkapkan semuanya, takut bahwa pangeran Wenhua kecewa dan hidupnya hancur, sejujurnya pangeran Yifan sangat menyayangi adiknya itu.