
"Zi, sekarang. Temani aku ke kediaman kaisar." Tutur Yueyin.
"Kenapa tiba-tiba putri?" Tanya Zizi.
"Kaisar sedang sakit, aku harus mengunjungi nya." Jawab Yueyin.
Mereka pergi ke kediaman atau paviliun kaisar, di kerajaan biasanya setiap keluarga kerajaan itu terbagi-bagi tempat tinggalnya, terutama kaisar dan selir-selirnya. Kaisar memiliki tempat tinggal utama, dan terkadang dia akan tidur di tempat selir atau permaisurinya secara bergantian.
"Yueyin He, memberikan hormat pada kaisar." Yueyin membungkuk.
Kaisar tersenyum, dia tidak bisa banyak bicara. Yueyin duduk di kursi lalu mengobrol dengan selir Xu yang sedang menjaga kaisar, wanita itu bercerita bahwa kaisar terkena anak panah dari seseorang. Yueyin meminta anak panah itu lalu mengeceknya.
Dia meraba anak panah itu lalu mencium ujung jarinya, bau darah kaisar dan aroma racun dari kerajaan barat. Yueyin jadi curiga kalau ini sudah di rencanakan oleh ibu suri, tapi kenapa dia ingin melukai saudaranya sendiri? Jika di ingat kisah mereka, itu hal yang wajar di lakukan ibu suri, tentu dia sangat membenci saudaranya karena telah membiarkan dirinya menikah dengan kaisar barat terdahulu.
"Apakah tabib memberikan resep obatnya?" Tanya Yueyin.
Selir Xu memberikan catatan resep obat untuk kaisar timur, disana hanya tertera obat peredah racun biasa tentu itu tidak berguna. Yueyin jadi semakin yakin kalau kejadian ini telah di rencanakan dengan menyuap tabib untuk tidak menyembuhkan kaisar.
"Bibi Xu, boleh aku minta semangkuk air dan benang merah?" Pinta yueyin.
"Untuk apa?" Tanya selir Xu.
"Membuat obat untuk kaisar, obat yang tabib berikan ini salah." Jelas Yueyin.
Bibi Xu pergi mengambilkan barang yang di minta Yueyin, setelah kembali di tangannya ada benang merah dan semangkuk air biasa. Yueyin meletakannya di atas meja, kemudian merendam benang merah itu.
Dia mengeluarkan cahaya hijau dari tangannya, matanya juga berubah menjadi hijau. Cahaya itu membuat benang merah menjadi tumbuhan obat, kaisar terkejut melihatnya sama halnya permaisuri yang baru saja datang.
__ADS_1
Dia kaget sekaligus curiga bahwa Yueyin lah yang menjadi pemilik dari gelang kakaknya. Dengan mengecilkan mata dengan tatapan tajam ke arah yueyin dari belakang. Setelah selesai, Yueyin menghaluskan tumbuhan itu dan mencampurkan ke dalam air untuk di minum.
Permaisuri menyuruh pergi selir Xu, kini gantian dia yang berjaga untuk kaisar. Meminum air ramuan itu sampai habis, kaisar merasa enakan dan mulai bisa berbicara banyak.
"Ternyata kamu seorang alkemis dan memiliki elemen tumbuhan. Terima kasih sudah membantu ku." Kata kaisar.
"Benar kaisar, sama-sama itu sudah tugas saya mengobati orang yang sakit." Senyum Yueyin.
Kaisar tersenyum, dia jadi mengingat wanita yang ia cintai dahulu. Selir ruyi, saat masih muda mereka memasuki perguruan yang sama, putri Ruyi seorang alkemis tingkat tinggi saat itu. Pangeran Shaotang, kaisar saat ini. Jatuh cinta pada pandangan pertama, namun perjodohan telah di tentukan. Setelah menjadi putra mahkota pangeran Shaotang menikah dengan putri Qilan ibu dari Yifan. Tak membutuhkan waktu lama setelah melahirkan Yifan, jabatan mereka naik. Kini pangeran Shaotang sudah menjadi kaisar, ia pun mengajukan tambahan selir dan menikahi putri Ruyi lalu mendapatkan putra bernama Wenhua, setelah jiyang lahir.
Walau sudah mempunyai permaisuri, cinta kaisar tidak pernah luput dan kurang untuk selir ruyi. Hingga suatu hari dia harus kehilangan dua wanita yang ia sayangi, Permaisuri Qilan dan Ruyi jatuh ke jurang dan di nyatakan meninggal.
Kaisar menutup kisah dan kasus itu bukan karena tidak perduli, tapi dia takut tidak bisa keluar dari kesedihan jika mengetahui faktanya. Kehilangan permaisuri dan selir ke sayangan membuat kaisar mendapatkan selir baru yaitu Putri Enxi tak lain adalah adik dari selir ruyi.
Selir Enxi berhasil mendapatkan hati kaisar lalu menjadi permaisuri yang sekarang, dan kaisar perlahan mulai melupakan kejadian itu namun teringat lagi saat bertemu dengan Yueyin.
"Jika dia masih hidup, mungkin kalian akan sangat akrab. Semasa hidupnya dia selalu merasa kesepian, menunggu ke datangan ku padahal aku sibuk bekerja. Hanya Wenhua dan Yifan setia menunggunya." Senyum kaisar tiba-tiba meneteskan air matanya.
Kaisar yang di kagumi meneteskan air mata di hadapan putri kerajaan barat. Jika ibu suri melihat dia mungkin akan tertawa bahagia karena melihat saudaranya sengsara dalam permasalahan cinta, sama seperti dirinya puluhan tahun lalu yang harus berpisah dengan laki-laki yang dia cintai demi menikah dengan kaisar kerajaan barat.
Permaisuri menghela nafasnya, untung saja kaisar tidak tertarik pada yueyin. Dia sangat takut jika kaisar ingin menikahi yueyin dan menganggapnya sebagai ruyi.
"Kalau begitu kaisar, saya pamit undur diri. Obat ini sangat manjur, saya yakin besok kaisar akan sembuh." Kata yueyin.
Kaisar membalasnya dengan anggukan, kemudian yueyin memberikan salam hormatnya kepada permaisuri baik kaisar dan segera pergi dari tempat itu. Zizi sedang menunggu di luar ia pun melihat ke datangan putri yueyin ke arahnya.
"Ada apa dengan mu?" Tanya kaisar setelah melihat tangan permaisuri mengepal dan rahangnya terlihat tegang.
__ADS_1
"Ah…tidak apa-apa." Jawab permaisuri dengan senyuman.
Ternyata selama ini gelang selir ruyi berada di tangan Yueyin. Permaisuri sangat marah, bisa-bisanya pangeran Wenhua membiarkan begitu saja. Gelang itu sudah memiliki kontrak, permaisuri berpikir bagaimana caranya untuk mendapatkan kembali gelang itu.
Sementara di sisi lain, Pangeran Yifan sedang memimpikan masa lalunya. Keringat bercucuran, tangannya mencengkram selimut erat, kepalanya menggeleng tak karuan.
"Die die, Niang Niang! Mei mei Di di , Bergandengan tangan di tepi bunga." Yifan bernyanyi dengan riang dan melompat lompat sambil berjalan.
Saat melewati sebuah tempat yakni jurang tertinggi di kerajaan timur, dia melihat ibunya dan bibi ruyi sedang mengobrol sambil melihat jurang itu.
"Jie, aku minta maaf, karena aku. Kamu dan Kaisar jadi terpisah." Ucap permaisuri Qilan.
"Seharusnya posisi ini, adalah milik mu." Lanjut Permaisuri Qilan.
"Qilan, aku tidak pernah membenci mu. Kita semua adalah sahabat, aku tidak mempermasalahkan posisi, yang terpenting adalah kita sudah menjadi keluarga dan mendapatkan kebahagiaan masing-masing." Senyum selir Ruyi.
Sebelum menikah, dulunya mereka bertiga adalah murid di perguruan yang sama. Qilan sudah di jodohkan dengan kaisar terdahulu bersama pangeran Shaotang, namun Qilan adalah tipe perempuan yang tidak mudah untuk jatuh cinta. Dia hanya fokus pada masalah kerjaan sehingga mengiyakan perjodohan itu.
Setelah tahu bahwa pangeran Shaotang dan putri Ruyi anak dari Jenderal Rui kala itu jendral tertinggi di kerajaan timur. Dia hendak menolak pernikahan namun tak bisa.
"Qilan aku sebenarnya—"
Syat!!
Seseorang berjubah hitam berlari lalu mendorong mereka hingga jatuh ke jurang, selir ruyi sempat mencengkram bahu orang itu sebelum terjatuh ke dalam jurang. Namun orang itu menggunakan kesempatan untuk mengambil gelang di tangan selir ruyi dan melepaskan cengkramannya.
"Maafkan aku." Ucapnya.
__ADS_1