
BRUAGH!
Moonai terjatuh, dia di nyatakan kalah. Saat pengumuman bahwa aku menjadi pemenang wanita nomor satu, senyuman tipis terlukis di wajah Moonai sebelum sempat ia pergi meninggalkan tempat ini.
"Selamat, Putri Yueyin telah menjadi pemenang nomor satu!"
Selanjutnya pertandingan pangeran, aku menonton dari kejauhan. Perjuangan Wenhua mengalahkan lawannya hingga ia bertemu dengan pangeran Yifan sebagai lawan terakhir.
***
"Wenhua Rui, maaf aku mengingkari janji ku yang tidak menginginkan jabatan apapun. Tapi dari dulu kau selalu memiliki orang yang sayang di samping mu, ayah, bahkan Permaisuri Enxi selalu berada di pihak mu. Sekali ini biarkan aku mendapat kekuasaan dan cinta." Ucap pangeran Yifan.
"Kau kakak ku, tapi kali ini aku tidak akan menganggap mu saudaraku. Tidak apa jika kekuasaan ingin kau rebut, tapi bisakah jangan ganggu wanita ku?" Sambung pangeran Wenhua.
"Semuanya akan di tentukan hari ini." Lanjut pangeran Yifan.
Mereka bertarung, bahkan sampai lantai ring pertandingan retak seribu. Bergetar beberapakali, Wenhua terkejut kenapa kekuatan pangeran Yifan jauh lebih meningkatkan dari sebelumnya, itu karena dia sudah membuka setengah segel naga hitam di tubuhnya namun menyembunyikan aura pelatihan naga hitam.
Di saat pertandingan, pangeran Wenhua terus terpikirkan kata-kata menyakitkan dari putri yueyin. Membuatnya tidak fokus dalam pertandingan itu.
"Sejak kapan? Hahaha! Sejak kau memihak Permaisuri Enxi, SEJAK KAU MEMBUNUH LINSHI!"
"Aku sangat bodoh! Kenapa bisa aku jatuh cinta pada orang seperti mu! Bodoh sekali haha."
"Kau pikir aku akan melepaskan mu dengan mudah? Ini baru permulaan dari penderitaan mu Wenhua. Aku akan membalas kejahatan kalian berdua."
__ADS_1
Karena lengah pangeran Yifan berhasil menancapkan pisau di dada Wenhua, dia tersenyum pilu saat tahu kakak tersayangnya menusukan pedang dan hendak merebut wanita yang ia cintai selama ini. Dengan air mata berlinang, Wenhua tumbang seketika menghebohkan istana. Kaisar yang melihat itu langsung memerintahkan prajuritnya untuk membawa pergi pangeran Wenhua ke tempat pengobatan.
*Yueyin pov
Aku terdiam saat melihat Wenhua terjatuh, jantung ku sangat sakit seolah-olah aku lah yang di tusuk dengan pedang itu, nafas ku sangat sesak. Ataukah ini efek dari bunga es pelupa? Aku tidak bisa membiarkan Wenhua Rui mati. Salah satu dari kami tidak ada yang boleh mati, bahkan jika salah satu dari kami harus pergi. Aku lah yang harus pergi karena dunia ini bukan milik ku.
Dia di bawa oleh prajurit kerajaan untuk di obati, saat aku hendak membantu pangeran Yifan mencegah tapi aku memohon sekali ini saja aku membantunya. Dengan cepat aku mengejar mereka lalu berkata pada kaisar bahwa aku bisa menyembuhkan lukanya.
"Kaisar, saya bisa menyembuhkannya. Berikan saya waktu untuk mengobati pangeran Wenhua." Mohon ku.
"Tahu apa kamu! Kamu lah yang menyebabkan ini semua!" Teriak Permaisuri Enxi.
"Enxi Rui! Jaga sikap mu!" Marah kaisar.
Akhirnya kaisar memperbolehkan aku untuk mengobati pangeran Wenhua, dengan cepat aku mengobati lukanya. Sudah sembuh, tapi dirinya belum kunjung sadar karena ada urusan lain Permaisuri dan kaisar akhirnya pergi meninggalkan kami berdua.
"Jangan salah sangka, aku kesini karena di pinta kaisar. Makan obat mu lalu beristirahat lah." Aku berdiri namun di cegat lagi dengannya.
"Apa lagi?!" Kesal ku.
"Kau sekarang sangat berbeda dengan yang dulu, aku suka saat kau mempunyai tujuan dan lebih berani. Selamat atas kemenangannya mu, aku harap kau dan Gege Yifan bahagia." Senyumnya.
"Kemana kau akan pergi? Kau harus beristirahat!" Marah ku.
"Aku sudah berjanji pada kaisar, jika aku kalah maka kaisar akan mengirim ku dengan Pengyue ke istana barat untuk melancarkan kerja sama demi mewujudkan perdamaian. Ini sebuah pertukaran yang sebanding, tidak di sangka kau akan tinggal di timur sementara aku akan berada di barat. Yueyin walaupun kita tidak di takdirkan bersama, aku selalu berada di pihak mu." Senyum pangeran Wenhua kemudian pergi.
Padahal dia tengah terluka, sempat-sempatnya berkata seperti itu. Ternyata kaisar, dan kakak sudah membentuk sebuah perjanjian baru dimana pangeran wenhua akan menjadi perwakilan timur untuk bekerja sama di daerah barat. Dengan begitu peperangan akan segera di hentikan semua, berita yang bagus tapi kenapa aku merasa kehilangan?
__ADS_1
Sementara itu di sisi lain pangeran Wenhua hendak menemui pangeran Yifan untuk memberikan selamat, tidak sengaja menemukan Krystal kejujuran di atas meja. Ia pun menyentuh Krystal itu dan tayanglah kejadian di masa lalu melalui Krystal kejujuran.
Saat itu Permaisuri Qilan dan ibunya Selir ruyi sedang berbincang-bincang mengenang masa lalu sambil menunggu Xianyu datang. Tak lama kemudian muncul lah Yifan kecil hendak menghampiri mereka, tapi tiba-tiba sosok berjubah hitam mendorong Permaisuri dan Selir ruyi terjatuh ke dalam jurang.
Disana selir ruyi sempat selamat tapi gelangnya di ambil orang itu dan tangan selir ruyi pun di injaknya hingga jatuh tak terlibat lagi. Pangeran Wenhua menangis melihat itu, ketika orang itu berbalik terlihat jelas wajahnya sedang menatap pangeran Yifan kecil, dia mengancam pangeran Yifan untuk tidak mengatakannya.
"Kau sudah melihat semuanya?" Tanya pangeran Yifan yang baru saja datang.
Dengan mata berkaca-kaca, pangeran Wenhua bersujud di hadapan pangeran Yifan sembari berteriak menyesali perbuatannya sendiri.
"Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal? Kenapa harus berakhir seperti ini..hiks.." tangis pangeran Wenhua.
"Aku tidak ingin melukai mu, dan aku juga tidak memiliki banyak bukti saat itu." Jelas pangeran Yifan.
"Jadi wenhua, apakah kau masih berada di pihak bibi mu?" Tanya pangeran Yifan.
"Gege, kau saudara ku. Selamat atas kemenangan mu, setelah ini aku akan pergi ke istana barat. Aku titipkan Yueyin pada mu, semoga kau bisa menjaganya dan jangan sakiti dia seperti aku yang menyakitinya." Ucap pangeran Wenhua sambil menghapus air matanya.
Perasaan pangeran Wenhua hancur sehancurnya, ketika kau kehilangan kepercayaan dari orang yang kau sayangi dan kau cintai, ketika kau merasa terkhianati. Merasa teramat kecewa saat mengetahui bahwa bibinya lah yang membunuh ibunya.
Saat ini pangeran Wenhua sudah pasrah, dia hanya bisa mengharapkan kebahagiaan akan menghadiri mereka dan dia berharap bisa melupakan yueyin secepatnya. Meski itu sulit.
*Hari penobatan putra mahkota dan pernikahannya.
Yueyin dan pangeran Yifan memakai baju pernikahan, tampil cantik di hadapan semua orang mendapatkan pujian. Dia mendapatkan gelar resmi sebagai seorang permaisuri dari putra mahkota Yifan.
Setelah selesai acara pernikahan waktunya menghidangkan teh, mereka resmi menjadi sepasang suami istri yang sah dalam kerajaan. Saat menghidangkan teh, tiba-tiba suasana menjadi tegang ketika yueyin menunjukkan Krystal kejujuran.
__ADS_1
"Akan ada pertunjukan bagus di hari yang spesial ini." Yueyin tersenyum menyeringai sambil menatap Permaisuri Enxi dengan tatapan tajam.