
"Wenhua Rui, kau telah membunuh sahabat ku." Tatapan nanar menatap pangeran Wenhua.
"Kembali lah bersama ku, dan terima hukuman dari Permaisuri." Kata pangeran wenhua.
"Kau pikir kau siapa?! Seenaknya mempermainkan perasaan ku! Tidak aku sangka kau setega ini, Wenhua Rui aku membenci mu!!!" Teriak Putri Yueyin.
"Aku bukan siapa-siapa mu." Ucap pangeran Wenhua santai.
Emosi yang membara membuat gelang ajaib aktif, kekuatan itu bersatu dengan pedang yang di miliki yueyin. Matanya berubah menjadi hijau, rambutnya berubah menjadi putih tanda di penuhi dengan kebencian. Seperti orang asing, yueyin bertarung dengan pangeran Wenhua dengan kekuatan yang sangat besar.
Ketika mereka bertarung ada angin berhembus membuat semua prajurit termasuk Zizi terpelanting. Tatapan sengit menyatu, pedang saling menyentuh. Rambut bergerak tertiup angin. Kekuatan putri yueyin sangat kuat sehingga memaksa pangeran Wenhua untuk menyatukan kelima elemannya.
Wush!
Saat pangeran Wenhua hendak menyerang yueyin tiba-tiba seseorang datang menahan serangan itu dengan satu tangannya.
"Wenhua Rui, ibu mu tak pernah mengajarkan untuk melukai orang yang tak bersalah." Dia adalah Xianyu sahabat dari ibu pangeran Wenhua.
Kekuatannya jauh lebih tinggi dari pada pangeran Wenhua karena dia sudah memasuki tingkat abadi. Satu serangan membuat pangeran Wenhua tumbang serta pasukannya yang mati karena di makan ular-ular milik Xianyu.
Putri Yueyin pingsan tak sadarkan diri, Zizi menopang tubuh putri yueyin sedangkan Xianyu membawa mayat linshi untuk di kuburkan di lembah.
*Lembah Xianyu.
"Hiks..hiks.." Zizi menangis tersedu-sedu.
"Kehidupan akan selalu di akhiri kematian, jangan bersedih hidupnya sudah jauh lebih tenang tanpa siksaan." Xianyu dan Zizi menatap kuburan Linshi.
Hari itu adalah momen kehancuran besar yang di alami putri yueyin, mendapatkan pengkhianatan dari laki-laki yang ia cintai. Kematian dari sahabatnya sendiri, membuat dirinya hancur dan tak memiliki perasaan lagi.
Perlahan putri yueyin membuka matanya, dia melihat ada Zizi dan Xianyu di sampingnya tetapi tidak ada Linshi.
"Zi, dimana linshi?" Tanya Yueyin.
"Putri…linshi sudah tiada." Jawab Zizi.
Tangisan terdengar di seluruh ruangan, putri yueyin menyakiti dirinya sendiri dengan mencakar-cakar pergelangan tangan. Dia tidak sanggup menahan rasa perih ini, dia ingin kembali dan menghentikan ini semua. Dia ingin waktu terulang kembali dan menjadi orang biasa.
__ADS_1
"Yueyin hentikan!" Xianyu menarik tangan yueyin agar ia berhenti menyakiti dirinya.
"Xianyu kau orang yang sudah menepati tingkat abadi, apakah bisa mengajari aku lebih banyak seni beladiri?" Tanya yueyin.
"Aku bisa, tapi untuk apa kau ingin mempelajarinya." Tanya balik Xianyu.
"Tentu untuk membalaskan dendam ku, Permaisuri Enxi, kaisar timur, dan pangeran Wenhua harus merasakan sakit yang sama dengan ku." Jawab putri yueyin dengan penuh keyakinan.
"Dendam tidak akan menyelesaikan masalah." Tutur Xianyu.
"Lalu bagaimana jika kau berada di posisi ku? Hiks..apa kau akan diam saja ketika melihat orang-orang terdekat mu mati terbunuh? Sudah banyak sekali korban dari Permaisuri Enxi. Xianyu tolong bantu aku." Mohon Putri Yueyin.
"Apa kau yakin?"
"Ya, aku sangat yakin. Aku akan membunuh mereka semua, hahaha!" Yueyin tertawa seperti orang gila dengan air mata yang mengalir.
Zizi merasa miris melihat keadaan putri Yueyin, Xianyu juga tidak bisa berkata-kata jika itu sudah keputusannya. Mereka juga tidak bisa terus berada di lembah itu karena pasti prajurit kerajaan akan mengetahui keberadaan putri yueyin.
Sebab dari itulah mereka pergi ke tempat terpencil dimana tidak ada seorang pun disana. Mulai dari sana, yueyin berlatih demi kekuatan lebih dan mendapatkan tingkat abadi supaya bisa melawan semua orang yang berada di kerajaan.
"Jangan percaya omongan mereka, mana mungkin aku membunuh saudara kandung ku." Jawab Permaisuri.
Sementara itu, pangeran Linyi dan putri Zhao mendapatkan hukuman karena telah membela putri yueyin. Dan pangeran Yifan mendapatkan panggilan secara khusus dari kaisar.
"Katakan yang sebenarnya, aku yakin kau tahu sesuatu." Tanya kaisar.
"Tidak ada yang ku ketahui." Jawab pangeran Yifan.
"Lalu kenapa kau membela Yueyin He? Apakah ucapan dia itu adalah kebenarannya?" Tanya kaisar lagi.
Padahal jika saat itu pangeran Yifan menceritakan hal yang sebenarnya mungkin saja Permaisuri Enxi akan di hukum dan keadaan berbalik. Kaisar sebenarnya sedikit curiga terhadap Permaisuri Enxi namun tidak memiliki banyak bukti di tambah lagi setengah kekuasaan telah di pegang Permaisuri Enxi.
Pangeran Yifan sudah memiliki rencana tersendiri.
"Aku membela putri yueyin karena dia teman yang baik. Ayah aku sedih mendengar apa yang ia lakukan, tetapi tidak bisakah kita memaafkannya?" Tanya pangeran Yifan.
"Apa yang ia lakukan memfitnah Permaisuri Enxi adalah kejahatan besar, kecuali dia mau mengakui kesalahannya dan menerima hukuman." Jawab kaisar timur.
__ADS_1
"Hukuman apa itu?" Tanya pangeran Yifan.
"Kolam kematian, jika dia berhasil menahan rasa sakit di dalam sana. Ada kemungkinan dia bisa kembali dan mengikuti pertandingan lagi, jika dia mati maka semua permasalahan itu selesai." Jawab kaisar.
Pangeran Yifan berpikir keras, bagaimana rencananya agar bisa berhasil itu tergantung dengan peningkatan kekuatan yang di miliki putri yueyin.
*Lima bulan kemudian…
Sosok perempuan cantik duduk di atas potongan kayu, dia melakukan keseimbangan. Udara membuat belati mengapung, kini dia sudah berhasil memiliki empat kekuatan yakni, alkemis, es, angin serta besi. Dia menerbangkan banyak belati hingga menusuk satu batang kayu.
Plok! Plok! *Suara tepuk tangan.
Meski hanya beberapa bulan yueyin sudah memasuki tingkat pengembangan roh sudah cukup untuk menandingi putra putri kerajaan karena dia memiliki empat elemen. Dengan identitas baru, yueyin merubah namanya menjadi Yuran wanita berdarah dingin. Dia selalu membunuh perampok yang hendak mencuri, keluar dari rumah pun selalu menggunakan topeng Phoenix serta jubah berwarna merah.
Selama berada di tempat terpencil membuat yueyin semakin dewasa dan kuat, ia semakin merasa dekat dengan Xianyu juga Zizi. Tidak ada perbedaan jabatan lagi, kini Yuran atau yueyin telah resmi menjadi pendekar perempuan.
"Kau mau kemana?" Tanya Xianyu saat melihat yueyin tengah memakai jubah merah.
"Bertemu seseorang, guru." Senyumnya.
Yuran kini memanggil Xianyu dengan sebutan guru, berkat dia Yuran menjadi wanita yang kuat. Sedangkan Zizi bisa mengendalikan sedikit air meskipun belum sepenuhnya.
Ada gelembung air melambung di udara, Zizi kesusahan untuk mengendalikannya.
Byur!!! *Suara ceburan.
"Putri!!!" Teriak Zizi.
"Sudah ku bilang jangan panggil putri lagi, tapi panggil aku Yuran."
"Dasar! Kenapa kamu menceburkan aku ke dalam sungai." Kesal Zizi.
"Biar kamu mandi, karena dari tadi pagi kau terus berlatih sampai keringat bau mu keluar." Canda Yuran.
"Sembarangan! Aku hanya mengendalikan air mana mungkin keringat sampai keluar." Bantah Zizi.
Yuran tertawa terbahak-bahak dia terbang meninggalkan tempat itu dan menuju sebuah kedai tempat ia akan bertemu seseorang.
__ADS_1