History Of Love Princess Yueyin

History Of Love Princess Yueyin
Episode 27


__ADS_3

Linshi dan Zizi menjadi pengawal pendamping ku selama di istana timur, sedangkan mujing dan Yiyi tetap berada di sisi kaisar Yuwen. Istana timur memasuki awal musim dingin, aku memakai pakaian berwarna merah melewati lorong kediaman menuju istana, tanpa sadar bahwa semua orang sudah memperhatikan kedatangan ku.



"dia sangat cantik"


"seperti boneka"


"dia seperti patung lilin, kecantikan dan tingginya sangat seimbang."


Kira-kira seperti itulah para pelayan dengan pengawal timur membicarakan ku, serta ada beberapa anggota kerajaan yang melihat ku dari jauh.


Syat!!


*Suara pedang


Pedang mengarah ke tubuhku, untungnya sempat mengelak hingga orang itu terjatuh ke lantai. Perempuan berambut abu-abu, dia menatap ku dengan penuh kebencian. Apa salah ku sehingga dia bisa seenaknya menatap seperti itu.


"Zhao! Apa-apaan kamu?!" Pangeran Linyi terkejut melihat kedatangan perempuan itu yang hendak menusuk ku dengan pedang.


"Biarkan aku membunuh perempuan ini! Dia lah yang menyebabkan Gege jiyang meninggal!" Amarahnya sudah memuncak.


Ternyata dia cukup fasih menggunakan pedang, bukan yueyin namanya jika tidak bisa menghadapi serangga perempuan. Pedang yang linshi berikan itu sangat berguna, aku bertarung dengan perempuan itu lalu menjadikan tontonan orang-orang disana.


*Klang! Klang! *Suara pedang*.


Saat melangkah mundur aku terpeleset karena salju di lantai, seseorang menangkap ku hingga pertarungan itu usai setelah perempuan itu tahu siapa yang menangkap ku. Rambutnya sangat panjang dia menatap ku dengan sebuah senyuman yang terlukis di wajah.


Jantung ku berdebar-debar melihat ketampanan yang ia miliki, adakah manusia seperti dia? Seperti mimpi bertemu dengan seorang pangeran berkuda putih.


"Xiaojie?" Panggilnya.


*Xiaojie adalah panggilan nona untuk seorang perempuan.

__ADS_1


"Ah maaf." Kata ku kemudian kembali berdiri.


Aku kembali dengan posisi semula, tatapan tajam tak hentinya terpancar dari perempuan yang bernama Zhao. Di tengah kegaduhan kaisar dan permaisuri timur datang menemui kami.


*Plok! Plok! *Suara tepuk tangan*.


"Tidak ku sangka kalau putri yueyin dari kerajaan barat pintar bertarung." Puji kaisar.


Aku dan yang lainnya memberikan hormat kepada kaisar dan permaisuri. Mendapatkan sambutan yang hangat tapi tidak dengan permaisuri yang terlihat tidak senang melihat pangeran Linyi.


"Terima kasih kaisar, saya masih belajar tidak sepandai yang kaisar pikirkan." Ucap ku.


"Kau terlalu merendah. Bukankah kerajaan barat mengajarkan untuk tidak terlihat lemah pada siapapun?" Tanya kaisar timur.


"Tentu saja kaisar, tapi jika di bandingkan dengan putri Zhao saya masih jauh untuk bertanding dengannya." Aku sengaja merendahkan diri untuk mendapatkan perhatian dari kaisar, agar di pertemuan pertama ini tidak ada kesan buruk.


"TENTU SAJA! KAU MEMANG LEMAH!" sambung putri Zhao.


Jika tidak memikirkan banyak orang disini, aku sudah memotong lidah dia. Tidak perduli kalau dia seorang putri namun tidak bisa menjaga sikapnya dengan baik.


"Ngomong-ngomong soal bertanding, aku mempunyai cara khusus untuk memilih calon suami mu. Ini juga waktu yang tepat untuk memilih putra mahkota kerajaan timur." Senyum kaisar timur.


Permaisuri tersenyum tentu saja karena itu saran darinya, ia sengaja melakukan itu agar pangeran wenhua mendapatkan kesempatan untuk merebut tahta putra mahkota dan mengalahkan posisi pangeran pertama yaitu Yifan laki-laki yang menangkap Yueyin.


Aku tersenyum simpul, sedikit menunduk lalu menatap kaisar dengan ramah. Melihat sepertinya semua sudah di rencanakan, aku hanya perlu mengikuti alur dan menguak apa yang sebenarnya mereka inginkan.


"Baiklah kaisar, saya mengikuti saran anda. Hanya saja saya tidak mengerti caranya." Ujar ku.


Kaisar berjalan membelakangi ku, dia menatap salju yang perlahan turun. Semua orang hanya diam mendengarkan penjelasan dari kaisar mengenai pertandingan itu.


"Putra dan putri ku akan bertarung, untuk mendapatkan tahta sebagai putra mahkota. Barang siapa yang memenangkan pertandingannya, dia akan menjadi putra mahkota, lalu kau ku masukan ke dalam pertandingan itu agar seni beladiri mu semakin meningkat. Dan jika berhasil menempati posisi pertama putri, kau akan menjadi permaisuri putra mahkota. Jika tidak berhasil, Serahkan giok kerajaan mu dan satukan dengan giok pangeran yang menyukai mu." Jelas kaisar.


Aku mengerti maksud kaisar, tapi dari mana bisa menyatukan giok pangeran yang menyukai ku? Sedang aku belum pernah mengenal siapa pun disini.

__ADS_1


"Kalau begitu, pelayan! Antarkan putri Yueyin ke kediamannya." Perintah permaisuri.


Akhirnya aku mendapatkan kediaman sendiri, cuaca sangat dingin untungnya mantel kuno tebal sudah di siapkan untuk ku. Duduk di atas kursi sambil menghidangkan teh, di temani dengan Linshi dan Zizi.


"Apakah kalian mengerti maksud dari kaisar?" Tanya ku.


"Sepertinya maksud kaisar, akan ada pangeran yang jatuh cinta pada putri. Tentu giok sebagai buktinya, jadi dalam waktu satu bulan jika putri tidak berhasil mendapatkan posisi pertama, maka putri tidak akan menjadi permaisuri putra mahkota, melainkan istri dari pangeran biasa." Jawab Zizi.


"Begitu…Linshi, laki-laki yang menangkap ku tadi sore, apakah kamu mengenalnya?" Tanya ku lagi.


"Yifan Qi, pangeran pertama anak dari permaisuri sebelumnya. Dia tidak begitu terkenal, selalu bersembunyi di dalam kediamannya. Tapi kekuatannya tidak perlu di ragukan, naga hitam adalah lambang kehidupannya." Jawab Linshi.


Hebat sekali dia mempunyai lambang naga hitam di kehidupannya, seharusnya kaisar tidak perlu mengadakan pertandingan untuk para putranya. Cukup dengan pangeran Yifan saja pasti kerajaan ini berjalan dengan baik, atau kah…tatapan permaisuri tadi? Ini semua adalah jalan pikirnya? Dia sengaja ingin menjatuhkan pangeran Yifan yang bukan putranya? Lalu siapa anak dari permaisuri sekarang.


"Permaisuri itu..apakah dia memiliki seorang anak?" Tanya ku.


"Permaisuri enxi tidak memiliki anak, dia hanya memiliki seorang keponakan yaitu pangeran wenhua anak dari mendiang selir ruyi." Jawab Zizi.


Mungkin itu alasan Permaisuri enxi, dia ingin menaikkan jabatan pangeran wenhua agar suatu saat posisi Permaisuri tidak akan tergantikan walaupun dia telah menjadi ibu suri. Pikirannya sangat panjang, bermain dengan cara kotor menghasut kaisar dengan maksud menjatuhkan pangeran pertama secara tidak langsung.


"Putri Yueyin, waktu akan terus berlalu dan langit sudah mulai menggelap. Sebaiknya kita masuk ke dalam karena hari sudah mulai semakin dingin." Kata Zizi.


Kami memasuki kamar masing-masing, sementara itu di sisi lain pangeran Wenhua dan pangeran Yifan sedang berbincang menikmati teh buatan pelayan.


Mereka bermain catur, Wenhua selalu menang dalam permainan itu, kali ini dia ingin mengajukan tantangan untuk menyuruh kakaknya membuka pakaian agar ia bisa melihat punggung yang sedang di pikirnya berapa hari ini.


"Kau menang, apa yang kau inginkan Wenhua Rui?" Tanya pangeran Yifan Qi.


"Cukup mudah ge, aku ingin kau membuka pakaian mu." Kekeh pangeran Wenhua Rui.


"Mendengar mu bicara seperti itu, bulu kuduk ku berdiri semua. Sudahlah, aku masih harus melakukan peningkatan kultivasi." Pangeran Yifan Qi berdiri meninggalkan Wenhua.


*KREK! *suara robekan pakaian*.

__ADS_1



__ADS_2