
"Lindungi kaisar!!!" Teriak prajurit saat melihat ada banyak anak panah tertuju kaisar.
Linshi dan mujing turut membantu menepis semua anak panah menggunakan pedangnya. Namun mereka tidak sanggup menahan serangan itu karena terlalu banyak jumlahnya. Kaisar dan keluarga kerajaan lainnya memasuki istana utama agar mendapatkan perlindungan yang lebih baik, namun seseorang malah memanfaatkan kegaduhan itu untuk memasuki istana utama secara diam-diam.
Ada banyak orang di dalam sana mereka tidak sempat melihat wajah satu persatu, para penjaga hanya terfokus pada kaisar. Sedangkan orang yang akan melukai kaisar sebut saja 'pembunuh bayaran.' sengaja memancing satu penjaga ke ruang belakang, agar dia bisa membunuh penjaga itu lalu memakai pakaiannya.
Setelah berhasil dia jadi lebih mudah untuk mendekati kaisar, ada beberapa penjaga disana. Pembunuh bayaran itu diam-diam mengeluarkan pisaunya.
"Ada berapa sisa penjaga?" Tanya kaisar Yuwen.
"Sepuluh orang di dalam istana utama sisanya berjaga di luar." Mujing menjawab setelah melihat satu penjaga datang dengan posisi kepala menunduk.
"Perintahkan setengahnya untuk melindungi permaisuri." Perintah kaisar.
"Yuwen, ada sebaiknya kita pergi dari sini dulu." Ajak ibu suri, dia menarik lengan putranya.
Pikiran kaisar sangat kacau, dia tak menduga akan datang musibah tepat di hari pernikahan. Jangankan keluar dari sini, semua prajurit dan penjaga bahkan sedang berjuang melawan pembunuh bayaran itu.
"Baik." Mujing berjalan meninggalkan tempat itu, tapi sebelum pergi dia melihat ada pergerakan aneh dari salah satu penjaga di sampingnya.
Berjalan sambil melirik penjaga di sampingnya, matanya terfokus pada belati yang di keluarkan melalui kantung pinggang. Sontak mujing berbalik untuk menyerang pembunuh bayaran itu.
Sudah terlambat, dia sudah tertusuk pisau belati. Darah segar mengalir dari perutnya, putri yueyin terkejut. Linshi pun terpaku, semua orang terdiam di posisi masing-masing dengan ekspresi shok melihat kejadian itu.
Bruk! *Pembunuh bayaran terjatuh setelah di tusuk mujing.
__ADS_1
Dia tersenyum, menatap putranya. Benar, orang yang terbunuh adalah ibu suri barat. Dia melindungi putranya, saat pembunuh bayaran hendak menusuk sang kaisar, dia melihat itu lalu menggantikan posisi putranya.
"I-ibu.." kaisar Yuwen menangkap tubuh ibunya.
Ibu suri meminta maaf atas apa yang telah ia lakukan pada kaisar, dan putri Yueyin. Di detik terakhir kematiannya dia menjelaskan bahwa sebenarnya dia tidak membenci mereka semua, dendam membuat dirinya buta dengan kekuasaan tak memandang rasa sayang pada siapapun dan merendahkan orang lain. Sesekali ibu suri tersadar akan perbuatannya, dia menyesal namun kadang yakin yang ia lakukan itu benar karena dia harus membalaskan dendam.
Karena putri Yueyin sekarang tinggal di istana timur, dia memohon agar putri Yueyin mengambil surat di bawah kasur lalu di berikan pada seseorang yang bernama Anyu. Itu permohonan terakhirnya, ibu suri tak menyangkal jika putri yueyin akan membencinya sampai mati, itu hal yang wajar karena dia sempat membenci kedua orang tuanya sendiri, jelas tahu bagaimana perasaan seorang gadis.
Nafasnya tak terasa, nyawa ibu suri hilang dalam sekejap mata. Kaisar Yuwen menangis meski tak bersuara, putri yueyin hanya bisa menutup matanya. Dia tidak tahu harus merespon seperti apa, awalnya dia sangat membenci ibu suri tapi setelah ini dia mengikhlaskan semua rasa itu, terakhir ibu suri bilang bahwa putri yueyin akan mengetahui semua faktanya.
Putri Yueyin sudah tahu, bahwa Permaisuri Enxi lah yang merencanakan semua ini. Semua keadaan mereda ketika penjahat itu berhasil di tangkap, tapi mereka rela mati tak mau menyebutkan siapa tuan yang memerintahkan mereka.
Di hari yang harusnya menjadi kebahagiaan kaisar, malah menjadi hari dimana air mata mengalir banyak. Tubuhnya menjadi abu, kaisar menyimpan abu itu ke dalam botol kaca kemudian menyimpannya.
Sedangkan putri yueyin saat ini berada di kamar ibu suri, ia melihat linshi membongkar habis ranjang tidur ibu suri kemudian menemukan gulungan surat besar. Tanpa mengundur waktu, yueyin membuka surat itu dan membacanya di dalam hati.
Dia hebat, tanggung jawab yang lebih. Tampan dan baik hati. Surat kecil ini ku buatkan khusus untuknya, si pria berambut putih semoga kita bisa bertemu lagi.
*Flashback.
Permaisuri Cheni atau yang biasa kita kenal sebagai ibu suri, menyudahi tulisannya. Saat itu dia masih sangat muda, baru saja menikah dengan kaisar barat. Ia mengirimkan surat melalui burung merpati putih, kaisar barat tahu bahwa Permaisurinya itu memiliki seseorang yang selalu ia kagumi.
Tapi tak pernah sekalipun kaisar menyelidikinya, karena dia tahu. Cinta nyata Permaisuri Cheni tidak pernah tertuju padanya meski mereka telah menikah. Bertahun-tahun telah berlalu, Permaisuri Cheni tidak mendapatkan surat dari pria berambut putih lagi, dia sangat sedih.
Rasa sedih bercampur dengan rasa kesalnya dengan kedua orang tua dan saudaranya. Akhirnya Permaisuri memutuskan untuk membuat rencana menjatuhkan posisi kaisar barat dan menjadikan dia satu-satunya Permaisuri.
__ADS_1
Lahirlah seorang bayi perempuan, kaisar telah berjanji untuk menjadikan ia seorang putri. Permaisuri tersenyum, satu-satunya putri yang akan di gunakannya sebagai alat balas dendam, ia berniat untuk mengirimkan putri yueyin pada kerajaan timur maka dengan hal itu dia akan mendapatkan banyak keuntungan. Redanya peperangan, baiknya perekonomian kerajaan serta ia dapat memasuki daerah timur tanpa diam-diam dan bisa mencari seseorang yang selama ini dia rindukan.
Perkataan si peramal tentang putri yueyin akan menghancurkan kerajaan membuat Permaisuri Cheni sangat senang. Saat pergantian posisi kaisar, ibu suri tak sabar untuk mengirimkan putri yueyin. Hal yang paling mengesalkan, si peramal sengaja menggoda ibu suri untuk merebut tahtanya. Dia seorang wanita yang selalu kesepian, membutuhkan bahu seseorang untuk menjadi pelindungnya, peramal itu hanya di jadikan sebagai hiburan tanpa sadar bahwa ialah yang membuat nyawa ibu suri melayang.
*Flashback off
"Putri, kaisar memanggil anda." Zizi datang.
Putri Yueyin menggulung suratnya setelah selesai membaca, dia menemui kaisar yang tengah meminum banyak arak. Sedangkan Permaisuri berada di kamarnya menunggu kedatangan kaisar.
"Jangan seperti ini." Putri Yueyin membuang arak yang ada di atas meja.
"Tidak apa, bagaimana kabar mu yuer?" Tanya kaisar Yuwen dengan senyuman ramah meski matanya memerah.
Putri Yueyin menjadi sedih melihat keadaan kaisar, dia memeluk kaisar untuk menenangkan perasaan laki-laki itu.
"Tidak usah menyembunyikan kesedihan mu." Ucap Yueyin lirih.
"Terkadang, kita harus menyembunyikannya agar bisa menjalani hari-hari kedepan." Balas kaisar.
"Aku tahu kaisar sangat menyayangi ibu suri." Lanjut putri yueyin.
Detik selanjutnya kaisar tak sanggup menahan air matanya, dia mengerutkan dahi sambil menekan pelipis menggunakan jarinya. Benar yang di katakan putri yueyin, selama ini ibu suri selalu berprilaku buruk. Pasti kalian bingung kenapa kaisar Yuwen bisa sabar dengan tingkah dan perbuatan ibu suri? Tentu karena dia menyayangi ibunya. Walaupun jabatannya tinggi, ia tak tega membunuh ibunya sendiri yang telah melahirkan dia.
"Saat ini aku kebingungan, aku harus bagaimana?" Tanya kaisar.
__ADS_1
"Jangan bertanya pada ku, tanyakan pada diri mu sendiri. Kau seorang pemimpin kehilangan satu akan menyakiti diri mu, namun tugas tetap kewajiban. Kaisar, ini sudah takdir kita sebagai seorang pemimpin." Jawab putri yueyin.