
"Bagaimana dengan mu? Apakah kau seorang putra kaisar timur?" Tanya ku lirih dengan mata yang berkaca-kaca.
"Sudah ku bilang, aku hanya seorang perantauan." Jawab Linyi.
Aku mendesis menyepelekan perkataan Linyi. Apakah semua pangeran kerjaan timur suka mengecewakan wanita? Mereka tidak pandai berbohong. Sekali berbohong memakai cara yang sama, saat itu juga. Mianju berkata bahwa dia hanya seorang perantauan.
"Aku tidak percaya pada mu!" Aku berdiri lalu meninggalkan Linyi.
"Yueyin! Jika takdir mengizinkan, aku pasti akan menemui mu dan mengatakan yang sejujurnya!" Teriak Linyi.
Terserah, saat ini aku sangat kecewa pada Mianju. Sepertinya keputusan ku sudah bulat untuk pergi ke istana timur, di sana aku pasti akan menemukan mu mianju. Aku akan menarik mu lagi, kau berhutang penjelasan pada ku.
*Sesampai di gubuk gurun pasir.
Aku melihat mujing sudah terikat dan lima prajurit berjaga termasuk dua yang di samping peramal istana bernama Lan dong, menjijikan ketika melihat senyuman ramahnya kepada ku.
"Maafkan saya yang mulia putri Yueyin." Ucap mujing.
Aku menutup mata ku sejenak lalu mengangguk dan memerintahkan prajurit untuk melepaskan mujing tetapi mereka tidak mengikuti perintah ku, mungkin karena takut kalau aku dan mujing akan kabur lagi.
"Tidak apa-apa mujing, aku sudah membuat pilihan untuk kembali, dan tolong kalian lepaskan mujing!" Perintah ku.
"Kalau begitu mari kita pulang putri, tidak perlu pakai acara melepaskan karena pada akhirnya kalian akan kembali ke istana." Ucap Lan dong dengan senyuman ramahnya.
Aku menatapnya sinis kemudian satu prajurit mengikat kedua tangan ku dan membawa kami kembali ke istana.
*Istana barat
Sesampai disana, aku sangat merindukan kaisar Yuwen. Tapi aku tidak dapat melihat wajahnya yang ku lihat hanya wajah menyeramkan milik ibu suri yang sedang menunggu kedatangan ku.
PLAK!
Tamparan mendarat di wajah ku, bibir berdarah di buatnya. Dia langsung meneriaki ku di hadapan semua orang termasuk pelayan, semua orang berbisik-bisik membicarakan aku. Kehilangan harga diri sudah sepantasnya ku terima karena kabur dari istana.
"ANAK TIDAK TAHU DIRI! BERSYUKUR KAMI MENGANGKAT MU SEBAGAI PUTRI! JIKA TIDAK, KAU ITU TIDAK LEBIH DARI SEORANG BUDAK!" Teriak ibu suri.
__ADS_1
Aku menahan segala emosi ku, cahaya hijau dari gelang menyala dengan warna sedikit redup. Aku berusaha mengontrol emosi agar tidak melukai ibu suri di hadapan semua orang.
"Bawa Putri Yueyin ke ruang penghukuman, aku sendiri yang akan memukulnya!" Kata ibu suri.
Aku di seret keruangan penghukuman, dunia jaman dahulu sangat kejam. Apa pantas seorang yang hendak lepas dari cengkraman kejamnya peraturan lalu mendapatkan hukuman dua puluh kali cambuk?
***CTAS!
CTAS***!
Aku hanya bisa menahan rasa sakit, ini lebih baik dari pada kehilangan darah waktu kecelakaan yang ku alami. Biarkan rasa sakit ini mengalir bersama rasa sedih dan kecewa ku. Seandainya kedua orang tua ku disini masih hidup, mungkin mereka akan menangis melihat ku.
"INI HUKUMAN KARENA KAU MELANGGAR PERINTAH!" Kata ibu suri.
Diam adalah jawaban untuk meredakan semuanya, setelah dua puluh cambukan selesai tiba-tiba yiyi berlari untuk membantu ku berdiri. Aku hendak pingsan namun di tangkap oleh yiyi tapi ibu suri tidak akan membiarkan hal itu.
"TIDAK ADA YANG BOLEH MEMBANTU JAL*NG ITU
JIKA AKU MENGETAHUINYA MAKA HUKUMAN YANG PANTAS ADALAH KAKI DI PENGGAL." teriak ibu suri.
Aku terkejut saat mendengar teriakan yiyi, dia berani melawan ibu suri tanpa takut hukumannya. Dengan cepat ibu suri mengambil cambuknya berniat untuk memukul Yiyi dengan alat itu.
"Yang mulia ibu suri Zizi mohon ampun, ini bukan kesalahan putri Yueyin. Ini kesalahan saya karena telah memaksa putri untuk pergi." Dengan mulut dan otak yang pandai, Zizi mengalihkan pembicaraannya.
"Ternyata kamu?!"
"Y-yang mulia…ibu suri…ini bukan salah mereka. Ini salah ku." Aku bersujud meminta ampun pada ibu suri.
Semua orang menatap ku dengan tatapan kasihan serta merendahkan. Ya seperti itulah keadaannya, aku tidak memiliki nyali dan kekuatan untuk melawan ibu suri karena setiap perkataan dia sangat mutlak untuk di ikuti.
"Apapun perintah yang mulia ibu suri akan saya ikuti, menikah dengan pangeran kerajaan timur, maka saya akan bersedia." Lanjut ku.
"Tidak!" Kaisar memotong perkataan ku.
"Kaisar Yuwen.." gumam ku.
__ADS_1
"Ibu kenapa kau tega melakukan ini?! Yueyin salah satu anggota kerajaan dan dia anak mu juga!" Marah kaisar.
"Siapa yang melepaskan mu?" Tanya ibu suri.
"Aku tidak butuh pertanyaan mu!" Bantah kaisar Yuwen.
"BEI YUWEN!" Marah ibu suri.
"Kau ingin tahu alasannya? Tentu karena dia bukan anak kandung ku! Aku dan ayah mu sudah berbaik hati mengangkat dia sebagai satu-satunya putri kerajaan barat, tetapi balasan dia kepada kita? Tidak ada satu pun! Dia selalu menyusahkan!" Kesal ibu suri.
Itu benar, putri Yueyin seorang penyendiri dan hanya terbuka dengan orang terdekatnya. Itu juga karena ulah ibu suri yang selalu mengucilkannya, ibu suri ini tidak pernahkah dia tahu rasanya di lilit duri tajam? Tunggu saja nanti aku akan membalas perbuatan dia.
"Yuwen Gege, aku tidak apa-apa." Senyum ku.
"Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?" Tanya kaisar Yuwen dengan raut wajah khawatir.
"Tidak apa, walau kita akan berpisah jauh. Tali persaudaraan akan tetap terhubung, Gege kamu hanya perlu melangkah ke depan, suatu saat nanti jika kamu berhasil. Mari kita kembali bertemu." Kata ku dengan air mata yang mengalir.
Tidak perduli setinggi apapun statusnya, takut terlihat lemah di hadapan orang lain. Dia juga akan tetap menangis ketika melihat orang yang di sayangnya merasakan sakit serupa. Kaisar Yuwen memeluk Yueyin erat sebelum perempuan itu kehilangan kesadarannya.
"Sampai kapan pun, aku akan tetap menyayangi mu yuer. Ketika aku berhasil, aku berjanji untuk menjemput mu kembali." Bisik kaisar Yuwen sambil meneteskan air matanya.
Keadaan hening seketika, Kaisar Yuwen membantah perkataan ibu suri dan menyuruh Zizi serta Yiyi merawat luka di punggung Yueyin. Kaisar berkata bahwa Yueyin akan pergi ke istana timur, jadi ibu suri tidak perlu menyiksanya lagi karena itu akan berakibat buruk saat pernikahan.
*Kediaman ibu suri.
"Bei yahei, tidak kah kamu terharu dengan perkataan Yueyin?" Tanya lan dong sambil merangkul pinggang ibu suri.
Ibu suri tersenyum malu lalu membuang wajahnya dan mengatakan bagaimana pendapatnya tentang perkataan putri Yueyin.
"Hubungan persaudaraan apa? Mereka sama sekali tidak terikat tali darah, menjijikan jika aku mempunyai anak seperti Yueyin." Jawab ibu suri.
"Kalau begitu, apakah kamu tidak ingin memiliki anak dengan ku?" Tanya Lan dong sambil mencolek dagu ibu suri.
"Aku tidak mau…tidak.." ibu suri menolak dengan cara yang menggoda, dia bermanja-manja pada Lan dong peramal istana.
__ADS_1
Hal yang menjijikan terjadi, mereka berciuman dan melakukan hal itu di kediamannya. Bahkan suara desahan mereka sangat nyaring sampai terdengar pelayan yang lewat, ibu suri selalu mengancam para pelayannya jika memberi tahukan hubungan dia bersama si peramal.