Huru Hara Cinta Sang Penguasa

Huru Hara Cinta Sang Penguasa
Part 42


__ADS_3

Semua telah siap dan koper milik ara telah kembali dibawa menuju mobil. Mereka semua mengantar pasangan itu menuju appartemen brey saat ini. Tak lupa, mami mempersiapkan beberpaa bahan makanan agar mereka tak kelaparan setidaknya malam nanti.


Mami kadang lupa, jika anak sekarang begitu mudah untuk memesan makanan dan dalam waktu kurang dari satu jam akan segera datang kerumah mereka. Jadi tak perlu repot untuk itu semua.


Breyhan menyetir dengan ara disampingnya. Sedangkan papi, mami dan ila ada dibelakang bertiga. Dan ila terus saja menggelendot manja pada papi yang memang terus membelai rambutnya sejak tadi.


Sean dan adiknya sudah menunggu di lobi apartemen itu, menyambut mereka semua dan mengajaknya masuk kedalam apartemen yang sudah brey persiapkan untuk istrinya.


"Wuaaaa..." kagum ara, melihat apartemen itu begitu cantik dan rapi. Meski sedikit bingung cara merwatnya nanti.


"Mami, papi. She buatin teh, ya? Duduk aja dulu disofa." Sherena meraih tangan ila dan membawanya ke dapur bersama. Sedang saat itu brey dan ara menuju kamar untuk menaruh barang mereka.


"Hey, kesini..." Breyhan menarik kerah gaun ara saat itu ketika spontanitas ara melangkah ke kamar yang satunya.


"Iih, itu kan kamar ara. Kenapa ditarik?" omelnya pada breyhan yang terus menariknya hingga masuk kedalam kamar miliknya.


"Kaaaaak!" panggil kencang ara padanya. Dan seketika itu, brey segera menutup mulut mungil ara dengan telapak tangan besarnya agar diam sementara..

__ADS_1


"Nanti kalau mereka pulang, ara baru masuk kesana. Sekarang disini dulu, sama-sama. Paham?"


Ara menoleh kanan dan kiri kamar besar itu. Sudha dibuat indah seperti kamar pengantin baru dengan hiasan yang cantik di dinding dan ranjangnya. Ia hanya bisa menelan saliva, seperti tak ada yang lain ia bisa lakukan saat seperti ini. Ia kemudian menganggukkan kepala dengan apa yang dibisikkan breyhan padanya.


"Aku mau bereskan pakaianku dulu. Koper ara bawa masuk kedalam lemari saja, nanti dikeluarkan lagi."


"Iya, maaf." ucapnya yang kemudian menuruti perintah brey untuknya. Tapi ara sigap, ia membuka koper sang suami untuk menaruh semua pakaiannya dilemari dan ia susun dengan amat rapi.


Breyhan yang melihatnya mengembangkan senyum, lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membasuh mukanya.


"Wah, ini tempat apa?" tanya ara yang melihat sebuah laci dan membukanya. Yang kemudian, ia melihat beberapa terjejer disana dengan lipatan rapi, dan ia melebarkannya karena penasaran.


Ara langsung memejamkan mata melihat bentuknya. Beberapa kali berusaha berfikir positif dengan apa yang ia fikirkan saat ini.


"Kak brey pakai ini, emang ngga kekecilan?" gumamnya saat itu dengan membolak balik benda kecil yang ada ditangannya.


"Ara kenapa lihatin itu?" tanya brey yang mendadak keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


Ara seketika kaget luar biasa. Ia ketahuan lagi sudah mencuri kesempatan dengan barang pribadi milik suaminya saat itu. Wajahnya seketika memerah, dan dia menggigit bibir bawahnya karena rasa malu yang luar biasa.


"Kakak? Ara hanya... Ehm, hanya. Ara cuma mau kenalan sama isi lemarinya aja. Jadi kalau kakak minta tolong, ara bisa cepet ambilin," kilahnya.


Saat itu brey hanya tertawa, lalu menghampiri ara untuk meraih apa yang ia sembunyikan dibelakang tubuhnya.


"Ini? Mau mencoba memahami ini juga?" goda brey yang menundukkan wajah menghadap istrinya. Dan saat itu ara semakin merona tak dapat mengontrol diri.


"Kakak!" pekik ara, dan brey meraih kepala ara menenggelamkan wajah di dada bidangnya.


"Sudah kakak bilang jangan teriak, ara. Nanti mereka mikir macem-macem,"


"Tapi kakaknya gitu," Ara berusaha berontak dan lepas dari cengkraman kuat brey saat itu, meski tahu kalah tenaga.


"Oppssss!" Mami yang tadinya ingin masuk dan membantu sang putra, langsung terkejut dan keluar kembali. Ia segera menutup pintunya karena tadi sedikit terbuka. Dan ketika mulai rapat, mami berbisik dari celahnya untuk mereka berdua.


"Lain kali dikunci pintunya ya, sayang. Kasihan adeknya kalau lihat,"

__ADS_1


__ADS_2