
“Cantik,” sapa David pada ara yang tengah fokus dengan pekerjaannya.
“Iya, Pak? Ada apa?” sapa ara.
David lalu menggeser sebuah kursi dan ia duduki hingga dekat dengan ara. Ara menggeser
duduknya sedikit menjauh, tapi David mendekatkan kembali kursi ada padanya. Bahkan semakin dekat, “Ara tinggal sama siapa?” tanya David lirih padanya.
“Ehm, kenapa?” tanya ara yang mulai takut, apalagi dengan mimic muka yang diberikan David
saat itu. Sayangnya disana taka da orang karena tengah menghadiri rapat dan kekantin. Ara tak ikut karena banyak tugas dan brey tadi pagi menyiapkan bekal yang sehat untuknya.
“Aku, boleh main kerumahmua? Aku penasaran, dimana gadis secantik kamu ini tinggal. Sendirian dan tak punya… Teman,” tatap pak David yang semakin intens padanya.
“Maksud… Pak David apa?” Ara semakin tak nyaman dengannya. Ia beranjak tapi tangannya dicekal
dengan kuat hingga kembali duduk, bahkan kanan kiri kursinya ditahan pak David dan ara tertahan disana. “Bapak mau apa? Jangan macem-macem loh. Saya teriak nih,”ancam ara padanya.
“Kau berani berteriak? Silahkan jika berani. Maka saya akan sebarkan video ini keseluruh kantor,” seringai David sembari memamerkan sebuah video yang tak senonoh dari ara. Yang meski saat itu gelap, tapia ra paham jika itu ia dan brey yang tengah memadu cinta dirumah mereka.
__ADS_1
“Ini?” Ara syok. Wajahnya seketika tertunduk dan merah melihat videonya sendiri ada didepan
mata saat ini. Meski dengan suami, tapi video itu bukan video yang layak untuk dikonsumsi.
“Kau open Bo? Atau, kau memang simpanan Om-om? Ternyata kau binal juga,” ledek David padanya,
lalu meraih hpnya kembali dan memperhatikan setiap gerak gerik ara yang dengan lincah melayani suaminya. Yang saat itu tengah duduk, bergerak erotis dengan desa han yang keluar dengan penuh nikmat dari bibirnya.
“Aku mau_”
“Hah.. Mau apa?” tanya ara dengan gugup padanya.
David diam. Ia terus menjelajahi tubuh ara di depannya, sembari menelan saliva dan sesekali
“Aku mau juga menikmati yang seperti itu. Melihatnya saja aku sudah sangat_”
“Jangan macam-macam, Pak!”
“Kau mengancamku? Kau berani? Kau akan jadi terkenal setelah ini, Ra.” Pak David tersenyum puas
__ADS_1
dengan ketakutan diwajah ara. Bahkan ia tak takut jika ara merusak hpnya, karena ia memiliki banyak copy video itu dilaptop probadinya. Bahkan memamerkan beberapa video yang ia miliki dengan peran ara, diberbagai tempat dan dengan berbagai gaya panasnya.
“Binal,” cibir pak david lagi padanya.
Ara menggigit bibir, ia tampak begitu gelisah dengan irama napas yang sudah begitu jengah. Tapi
dengan sikapnya yang seperti itu, justru membuat David menjadi semakin bergai rah dan semakin ingin menjamah.
Plaaak!! Tangan mungil ara akhirnya menampar wajah itu dengan kasar. David hanya diam, kemudian ia beranjak meninggalkan ara ditempatnya dengan tatapan penuh ancaman.
“Astaga, kenapa begini? Meski ngga kelihatan bener mukanya, tapi_... Gimana kalau kak brey terancam hanya gara-gara ini?” galau ara memikirkan suaminya. Apalagi dengan perusahaan yang tengah berkembang saat ini, pasti hanya sedikit skandal saja bisa merusak semua reputasi yang telah dibangun keluarga dan mertuanya.
“Jangan_” lirih ara dengan suara seraknya. Tapi, bagaimana ia menghadapi semua ini. Ia tak
akan bisa sendiri, tapi breyhan terlalu sibuk dengan segala pekerjaan yang harus ia lakukan.
“Ara?” panggil she yang membuyarkan lamunannya. “Kamu kenapa?”
“She?”
__ADS_1
“Iya, kamu kenapa?” tanya she lagi padanya. Ara bingung, ia galau harus melakukan apa dan
cerita pada siapa. Video akan dengan cepat tersebar hanya dengan satu kali di upload ke media social, apalagi jika pria itu mengirimkan ke semua karyawan sesuai dengan ancaman yang ia berikan.