Huru Hara Cinta Sang Penguasa

Huru Hara Cinta Sang Penguasa
Part 60


__ADS_3

Ara berajalan melewati setiap Lorong kantor suaminya itu dengan perasaan yang cemas. Setelah ini, ia


akan terus diawasi dimanapun ia berada, bahkan mungkin akan di telan janggi hanya dengan tatapan liar David padanya. Ia sesekali lunglai, tapi masih bisa menahan dirinya untuk terus berdiri dan berjalan.


“Ara?” panggil seseorang yang mendadak ada dibelakangnya. Meski tahu itu suara brey, tapi tetap saja terkejut dan nyaris jatuh akibat keterkejutan yang ia rasakan saat ini. Untung saja brey segera meraih tubuh itu dengan satu tangannya yang kekar.


“Sayang, kenapa? Sakit?” tanya brey yang tampak cemas pada istrinya.


“Eng_engga…. Ngga papa. Ara Cuma_” Ucapan ara terhenti ketika seseorang mendekat pada keduanya. Seorang


staf lewat dan langsung menyapa mereka berdua dengan sedikit curiga, apalagi tangan breyhan masih memeluk pinggang ara.


“Eh…” Ara segera melepas tangan breyhan darinya. “Permisi, Pak… Saya ada urusan,” tunduk ara


lalu meninggalkan breyhan yang masih berdiri ditempatnya.


Breyhan mengerenyitkan dahi dan mengedikkan bahu. Rasanya tak enak sekali ketika mereka


dekat namun harus menjaga jarak seperti ini. Tapi brey kembali mengingat kesepakatan mereka berdua yang terjalin sejak lama dan hanya bisa menghenduskan napas panjang untuk keduanya.


 Ia kembali masuk kedalam ruangan dan duduk di kursi kebesaraannya. Kebetulan ini akhir bulan dan ia harus memeriksa semua laporan keuangan kantor dan menyesuaikan semuanya dengan data yang ada dari berbagai


cabang yang telah dikirim dari wilayah masing-masing. Nantinya akan digabung menjadi satu untuk laporan pada Papi yang masih begitu teliti dengan kondisi perusahaan mereka saat ini.


Pintu diketuk. Brey segera menyuruhnya masuk dan duduk, mereka berhadapan dan David menyerahkan

__ADS_1


semua laporan yang bos besar itu minta padanya. Brey segera membaca ketika laporan itu ia terima.


“Pak_”


“Ya, Dimas… Ada apa?” tanya brey yang kemudian menegakkan kepalanya.


“Dua anak magang yang ada disini, bapak kenal?”


“Ada apa, David? Apakah kinerja mereka kurang baik? Tandanya kau harus lebih rajin melatih mereka berdua.”


Breyhan kembali fokus pada dokumen yang ada ditangannya.


“Bukan, Pak. Saya lihat, mereka tak sepolos apa yang kita kira. Saya hanya mengingatkan, agar Bapak


Breyhan langsung kembali mengangkat kepala dan menatap tajam padanya, “MAksudnya?”


“Ya, rupanya salah satu diantara mereka adalah simpanan om-om. Saya tak tahu, simpanan haram atau


istri keberapa.”


“Kau khawatir dia menggodaku dan akan memanfaatkan semua yang ku punya?” tanya beryhan yang mulai


jengah. Pasalnya, yang menjadi topik saat itu adalah istrinya sendiri.


Brey terus mendengar ocehan dari David padanya yang terus memutar fakta bahwa ara yang selalu

__ADS_1


mendekati dan merayunya. Ia menganggukkan kepala, bersikap seolah percaya agar David semakin banyak bicara dan akan mempermudah ia untuk membalik arah nanti.


“Jadi, Pak… Hati-hati saja dia ara masuk dan diam-diam mendekati anda. Nanti akan jadi skandal untuk


perusahaan kita,” ucap David yang kembali mempertegas bualannya. Sayangnya saat itu ia belum membahas mengenai video, dan jika iya mungkin brey akan menghajarnya saat itu juga.


“Apa ini yang membuat araku murung barusan? Dia menggodanya? Sialan kau!” geram breyhan yang kemudian


meminta sang istri untuk segera masuk kedalam ruangannya.


“Engga, jangan sekarang. Nanti kita ketemuan dirumah aja,” tolak ara padanya.


“Ara_”


“Nanti ara certain semuanya, tapi ngga bisa sekarang.”


“Baiklah, sayang. I Love You,”


“Love you too,” balas ara yang kemudian mematikan hpnya. Ia berbalik dari pentry untuk memulai


pekerjaan yang tinggal sedikit lagi, tapi saat itu dan entah sejak kapan David ada dibelakang dan mengawasinya.


“Kau ada janji malam ini?”


“Pak David, jangan ikut campur urusan saya!” sergah ara padanya. Tapi, saat itu David justru tertawa dan menunjukkan senjata ampuh yang ada dihpnya agar ara diam dan tak melawan lagi padanya.

__ADS_1


__ADS_2