Huru Hara Cinta Sang Penguasa

Huru Hara Cinta Sang Penguasa
Part 63


__ADS_3

Taxi yang ara tumpangi sudah sampai ditempat yang david janjikan padanya, Ia turun dan melangkah malas


menuju hotel itu apalagi harus bertemu dengan pria mesum yang pasti akan menggoda dan mengancamya lagi kali ini. Apalagi di dalam hotel, yang pasti ia sudah sangat mesum dan membayangkan sesuatu yang aneh pada tubuhnya.


David bahkan telah menunggunya di lobi. Ia tersenyum puas melihat penampilan ara dengan gaun indahnya,


membayangkan bagaimana bagian dalam yang sempat ia lihat dalam video yang terekam lewat bonekanya. Yang meski gelap dan samar, tapi tampak begitu sintal dan indah jika dijelajahi dari seluruh lekuk tubuh yang begitu menggoda.


“Mau apa bapak ketemu saya?” tanya sinis ara padanya. Yang bahkan menepis dengan kuat tangan breyhan ketika mulai menyentuhnya.


 “Kau menolakku, apa karena kita masih di lobi? Kau mau ku ajak langsung ke kamar?” tawar David tanpa basa basi dan langsung ke inti. Memperlihatkan betapa mesum ia ketika melihat ara dan seolah ingin segera menerkam dan memangsanya habis-habisan.


“Saya sudah datang, berikan video itu dan salinannya. Lalu bapak harus menghapus semua sesuai janji,”


“Janji?” tatap David mengerenyitkan dahi.


“Bukankan begitu? Bapak akan_”


“Ahhh, baiklah… Ayo kita ke kamar, dan akan ku berikan semua yang kau minta padaku.” David menggenggam erat


tangan ara, dan ara terpaksa menerima dan mengikutinya. Dan meski ia tak menoleh, tapi ia tahu jika breyhan ada di belakang dan mengawasinya saat itu dari kejauhan.


David membuka pintu hotelnya, dan tampak pemandangan kamar seperti kamar pasangan bulan madu disana. Lilin, bunga, dan bahkan atribut lain termasuk kursi tantra yang menjelaskan betapa mes*m isi kepala David pada ara. Meski tubuhnya gemetar, ara harus tetap kuat hingga semua permainan ini berakhir dan breyhan menjemputnya.

__ADS_1


 Tak ada kursi disana kecuali kursi tantra yang menggilakan bagi ara. Ia terpaksa duduk di ranjang daripada harus


duduk di sofa yang pasti akan meliukkan tubuhnya dengan sensual, dan pasti akan semakin menarik bira hi seorang David padanya.


Pria itu memberi sebuah minuman pada ara, meyakinkan jika tak ada apa-apa disana. “Buat apa memaksamu, jika kau akan dengan sukarela memberikan semua.”


 “Hah?” Ara masih tak paham, tapi David mengalihkan pembicaraan mereka. Mulai dari breyhan, dan hubungan diantara keduanya.


 “Ya, sejak kapan kau dekat dengan perjaka tua itu? Aku kira dia Kelainan gara-gara hingga usianya setua itu tak


kunjung menikah,” cibir David pada bosnya sendiri dibelakangnya.


“Oh, pak breyhan? Ahh, dia memang begitu. Biasa orang kaya, pasti akan mencari kesenangan terlebuh dulu hingga ia puas, baru nanti akan mencari gadis bodoh yang akan ia nikahi agar tak menuntut masa lalunya,” balas ara tak kalah ekstrim dengan cibiran David saat itu.


 “Kau fikir, aku suka yang bagaimana? Yang lebih tua bagiku karena dia lebih banyak uang dan akan memberiku


bayaran mahal. Mana videonya, aku tak mau berlama-lama disini. Atau kau hapus sekarang. Bukankah aku sudah menuruti permintaanmu?” pinta ara untuk kesekian kalinya.


David berdiri. Ia memang meraih laptop dan menyalakannya saat itu, tapi beda pula apa yang ia lakukan tak


sesuai dengan janjinya pada ara. Yang saat itu, David justr menyetel sebuah film tak senonoh yang ia tampakkan pada ara. Mungkin saat itu memang ia tengah memancing ara agar terang sang dengan apa yang ia lakukan. Dan ketika itu terjadi, maka ia akan menguasai ara sepenuhnya untuk berbulan madu dikamar panas itu.


“Apa-apaan ini?” tanya ara dengan tatapan tajamnya. Tapi saat itu juga David tersenyum membuka kemeja yang ia

__ADS_1


kenakan. Ia beranjak memeluk ara dari belakang dan memaksa wajah ara menatap kedepan menikmati semua tontonan yang ada untuknya.


 Terdengar dan tampak jelas bagaimana pria dan Wanita yang ada disana bermain dengan begitu liar dan saling


menikmati tubuh satu sama lain. Ara memejamkan mata, tapi David terus memaksa dan membukanya.


“Apa kau menikmati? Bisa kau bayangkan, bagaimana aku ketika nyaris setiap malam menikmati permainanmu dari


video itu, dan sudah berapa banyak aku memuntahkan benihku sia-sia dengan tisu sebagai alasnya.”


 “Kau… Menjijikan!!”


"Menjijikan kau bilang? Apa bedanya denganmu? Kita sama-sama menjijikkan Ara. Kau bahkan tak segan menggoda bosmu sendiri, dan sering bermalam dengannya hanya demi nilaimu."


"Kau fikir begitu? Kau sama sekali tak tahu jika_"


"Jika apa?" David semakin mencengkram rahang ara dan membuat tatapan itu semakin melihat adegan panas yang ada didepan matanya.


"Dia siapa? Kau mau memanfaatkan hubungan haram kalian untuk mengancamku? Bahkan tak ada orang yang bisa menyingkirkanku dari sana semudah yang kau fikirkan!!"


"Aaaarrrh!! David, hentikan!!"


"Ya, seperti itu. Sebut namaku seperti ketika kau mende sahkan namanya dengan suara indahmu, Ara. Tak ada yang bisa membantumu disini."

__ADS_1


"Kata siapa tak bisa?" pintu mendadak terbuka dan beberapa orang masuk kedalam sana.


__ADS_2