Huru Hara Cinta Sang Penguasa

Huru Hara Cinta Sang Penguasa
Pary 61


__ADS_3

Ara merapikan diri ketika semua pekerjaan usai. Ia meraih tangan sherena dan membawanya keluar bersama menuju mobil yang akan mereka naiki. Namun, sebuah tangan menarik lengan ara untuk kembali keluar dari sana.


"Bapak!" pekik Ara ketika tahu breyhan yang melakukan itu semua padanya..


"Pulang bersamaku," tarik breyhan yang langsung membawa ara menuju mobilnya. Ia membukakna pintu dan membawa ara duduk di kursi paling depan. Breypun berputar untuk segera duduk di kursi setir yang tak lain adalah disamping istrinya.


Tanpa mereka sadari, sosok david melihat semua kejadian barusan. Ia tersenyum miring memperhatikan keduanya, yang tampak tengah bermasalah dengab hubungan mereka.


"Jadi, diam-diam kalian berhubungan? Pantas dia diam ketika aku menceritakan tentangmu," tawa david. Tapi entah melayang kemana fikirannya ketika melihat mereka berdua, dan entah hubungan macam apa yang ia bayangkan terhadap mereka.


"Kan udah dibilang, kalau di kantor_"


"David ngapain?" potong brey pada ucapan istrinya.


"Hah? Kenapa_apanya?"

__ADS_1


"Katakan_" paksa breyhan karena firasatnya memang sudah sangat tak nyaman.


Akhirnya ara bicara, menjelaskan semua yang david tunjukkan padanya. Video itu yang menjadi ancaman utama david padanya, dan akan disebar kemanapun ia suka untuk mempermalukan ara dan mencaritahu pria yang selalu bersamanya.


"Dia tak tahu kalau itu aku?" Ara menggelengkan kepala ketika brey bertanya..


"Bagus, kita buat semua semakin panas." ucap breyhan dengan seringainya. Ara hanya memiringkan kepala penuh tanya, apa yang breyhan rencanakan pada ia dan kasus yang tengah dihadapi saat ini.


Keduanya tiba di apartement. Mereka masuk bersama, dan breyhan segera meraih wajah sang istri untuk memulai aksinya lagi. Tapi kali ini ara berusaha menolaknya, menyingkirkan tangan breyhan yang ada dipinggang dan rahangnya.


"Pssssttt! Lakukan saja," bisik mesra bereyhan ditelinga istrinya.


Mereka berdua saling berpangutan saat ini, bertukar saliva dengan begitu intens dan penuh dengan gai rah pasangan muda yang tengah hangat seperti biasa. Brey maju terus tanpa melepaskan paguutannya, dan membuat ara mundur hingga tiba di ranjang dan jatuh disana..


Brey terdiam sejenak menatap disekitar kamar, dan saat itu melihat boneka yang terpajang disana. Ia ingat itu pemberian david untuk ara dan sherena saat baru datang magang dikantornya.

__ADS_1


"Mende sah dengan keras, dan sebutkan namaku." Lagi-lagi breyhan berbisik mesra ditelinga sang istri, bahkan tak segan menjelajahi leher agar ara benar-benar berteriak menyebutkan nama brey..


Breyhan sesaat menghentikan aksinya, tapi ia terus meminta agar ara mende sahkan namanya. Dan ia berjalan, dengan perlahan meraih boneka yang ada di nakas lalu mengorek bagian matanya. Dan benar saja, brey menemukan sebuah kamera kecil disana.


Ara menutup tubuhnya yang mulai sebagian terbuka. Ia menghampiri breyhan yang tengah mencabut kamera itu dari sana. Ia juga segera meaih hp, mempertanyakan sebuah boneka yang ada pada sherena.


"Ngga ada, Kak. Bonekanya normal, kenapa?" tanya sherena begitu penasaran.


Breyhan menjelaskan sedikit, kemudian segera mematikan telepon itu. Sebuah kainpun brey minta pada sang istri untuk membungkus kamera kecil yang saat ini ada ditangannya. "Biar apa?" tanya ara dengan begitu polos.


"Tak apa... Hanya ingin membuatnya bingung, kenapa semua gelap gulita." Breyhan menaruhnya di laci tanpa membuang sama sekali. Ia mendekati ara dan memintanya mandi terlebih dulu, dan ia akan mengurus semuanya hingga selesai.


Dan benar saja dengan apa yang dilakukan breyhan. Saat itu david yang pulang dengan ceria, justru terkejut dengan layar penuh hitam ketika ia menyalakan laptopnya. Ia mengamuk, meraung dan membanting beberapa barng yang ada didekatnya.


"Wait... Tunggu dulu. Siapa yang dia panggil?" David mengencangkan volume dan memperhatikan suara yang terdengar ditelinganya.

__ADS_1


"Ooowwwhh yeaaaahh! Rupanya mereka bermain gila? Hahahaha!" David tertawa dengan apa yang ia dengarkan. Dan entah kenapa rasanya begitu puas dengan semua yang ia dapatkan saat ini. Memutar kursi, tertawa terbahak bahak bahkan sembari mengangkat dan menghentakkan kakinya ke udara.


__ADS_2