
Ara baru saja membersihkan dirinya, dan ia keluar dari kamar mandi melihat brey yang masih sibuk mencari atribut lain yang mungkin David berikan pada istrinya. Gantungan kunci, sebuah boneka, dan bahkan sempat memberikan sebuah oleh-oleh dari Singapore berupa vas bunga cantik untuk ara dan sherena.
Akan tetapi, milik sherena aman disana tanpa adanya benda seperti yang diberikan para ara. Sherena
hanya menjelaskan, jika sejak awal kedatangan David memang suka menggoda ara, tapi ia fikir hanya main-main.
“Sepertinya dia kasih she benda yang sama, agar ngga menimbulkan curiga?” lirih brey dengan semua
keterangan yang baru saja ia dapatkan.
“Kak?” panggil ara yang telah rapi dan rambut basahnya. Ia menghampiri breyhan dan langsung mendekapnya dari belakang, bahkan sesekali memberi kecupan dengan mesra.
“HAnya itu yang ia perlihatkan padamu?”
“Iya, tapi menggelikan. Masa iya begitu. Dia seperti kelainan,” ucap ara yang geli mengingat tatapan David
untuknya tadi siang.
Breyhan mengusap lembut pipi ara dan sesekali mencubitnya, “ Sebentar lagi, mungkin dia akan
menghubungi dan_” Belum sempat breyhan bicara, dan benar bahwa David segera menghubungi ara saat itu juga.
Ara berjalan meraih hpnya, lalu memperlihatkan layar panggilan itu pada breyhan. “Angkat,” titah
__ADS_1
breyhan pada istrinya. Sempat ragu, tapi ara kemudian menuruti untuk mengangkat telepon itu dan menekan tombol loundspeakernya.
“Ha-lo,” sapa ara dengan gugup.
“Hay cantik, aku ingin bertemu denganmu malam ini.”
“Bapak mau apa menemui saya? Sudah saya bilang jika jangan pernah mengganggu saya_”
“Kau ingin video ini ku sebar? Dan kau akan jadi selebriti terkenal setelah ini. Bagaimana?” Mendengar
suara itu, ara tahu jika David tengah tertawa diatas kegalauan ara.
Wanita itu lantas menoleh pada suaminya, dan siapa sangka saat itu juga breyhan mengangguk
“Bagaiana? Aku tak rela jika hanya bos muda kita yang kau beri servis memuaskan. Aku juga mau,
Ara. Aku akan memberikan nilai yang tinggu untukmu nanti, dan bahkan bayaran jika kau mau.”
“Anda kira saya apa?!!” sergah ara.
“Apa? Tak usah munafik, temui aku sekarang di alamat yang akan ku kirimkan. Pakai gaun seksi,
dan itu akan sangat menggodaku.” Ara bergidik geli mendengarnya. brey hanya tersenyum melihat ara seperti itu, dan sesekali gemas karena wajah ara ketika menggigit bibirnya.
__ADS_1
Ara kemudian memetikan telepon itu, dan ia segera menoleh melirik sengit pada suaminya. “Apa?” tanya
brey tanpa rasa bersalah sama sekali.
“Kakak buat apa izinin ara ketemu dia? Mau kalau ara di apa-apain?”
“Dia tak akan bisa menyentuhmu,” ucap breyhan yang kemudian mengusap bibir ara dengan begitu sensual.
Tapi ara menepisnya karena masih sangat kesal. Bahkan brey berdiri dan mengambilkan baju untuk sang istri yang akan ia pakai mala mini. Ara sangat tak menyangka dengan apa yang breyhan lakukan padanya.
“Jahat!! Nanti kalau ara di apa-apain, ara ngga mau ketemu kakak lagi!” geramnya mebawa gaun itu ke
kamar mandi dan menggantinya disana. Bahkan tak segan ara berdandan menggunakan make up dan lipstick merah menyala dibibirnya.
“Kau tak pernah berdandan seperti ini untuk menggodaku,” sindir brey pada istrinya.
“Ngga sempet dandan lagi, orang belum apa-apa aja langsung dipolosin.” Ara tak segan membalas ocehan suaminya.
Dalam hatinya masih geram, dan ia berniat menghukum breyhan setelah ini semua selesai. Padahal
brey bisa saja menyuruh orang lain berdandan dan bertindak sebagai ara untuk memancing David keluar dan membongkar kejahatannya, tapi benar-benar harus ara. Dimana hatinya? Bahkan brey memanggilkan taxi untuk ara, dan ia ikut menurut dibelakang mereka.
“Kejaaaam!! PAdahal takut,” gelisah ara dengan apa yang akan terjadi disana
__ADS_1