
Ara sudah berbaring di ranjangnya. Dengan gaun tidur tipis yang memperlihatkan bagian dada penuh
goda. Hingga Suara Langkah kaki datang menghampiri, sontak jantung ara berdebar semakin kuat saat ini. Ia bahkan gugup dengan tubuhnya yang seketika panas dingin tak karuan.
Pria dengan tubuh atletis itu hanya mengenakan boxer yang menutupi bagian bawah, dan terbuka
dibagian atasnya. Ia yang mendekat langsung duduk didekat ara dan seketika meraih dagu ara untuk melu mat bibirnya. Begitu beringas dan ganas, membuat ara semakin susah bernapas tapi harus menyeimbangkan diri dengan belitan lidah di mulutnya.
Ara hanya melenguh,berusaha terus menyeimbangkan diri, aapalagi tangan pria itu juga tak bisa diam untuk
terus menelusuri setiap inci tubuh indah dan mulusnya yang putih seperti kapas. Ia menyentuhnya dengan lembut, perlahan tapi pasti membuat ara semakin lama semakin menikmati. Apalagi tangan besar itu terus menjelajah hingga kebawah menyusup ke dalam inti tubuh ara yang seketika membuatnya mendongakkan kepala.
“Aaaah!!” pekik ara yang tak tahan dengan geserkan di area sensitive tubuhnya.
__ADS_1
Tangan besar itu semakin aktif bergerak dengan jari jemarinya yang begitu lincah dibawah sana,
seakan sudah menguasi seluruh Hasrat ara meski penyatuan mereka belum semepnuhnya dan sempurna. Ara mendongakan kepala bertumpu pada dada pria yang ada dibelakang yang terus menginflasi setiap jenkal tubuhnya.
Bibirnya mengecupi pipi, telinga dan terus turun ke leher hingga bahunya. Tangan kanan bermain di
dada dengan begitu gemas membuat Gerakan melingkar dan kadang tak segan mencubitnya karena gemas. Sementara tangan satunya dibawah sana terus bermain membuat ara sermakin tak berdaya seakan terbang begitu tinggi tak lagi menapakkan kakinya di bumi.
Ara hanya bisa merengek dengan de sahan yang terus keluar dari bibirnya, taka da yang lain bisa mengungkapkan semua perasaannya saat ini. “Kak Brey_” pekik ara meneriakkan nama suaminya, dan breyhan paham itu pertanda apa.
dan terluka. Terus, dan seperti itu terus ia lakukkan hingga tubuh ara ambruk ke ranjang tempat mereka baru saja memulai peraduan untuk saling melepas dahaga.
Ya, mereka baru pemanasan saja Sudah membuat ara mengejang tak karuan, apalagi ketika masuk
__ADS_1
kedalam inti permainan mereka berdua. Serasa mereka sedang begitu gencar menana benih hingga menjadi breyhan junior saat ini.
Ara membalik tubuh breyhan, dan ia mendorong suaminya untuk bersandar di dashboard ranjang dan ia
merangkak naik ke pangkuannya. Ia memulai penyatuan, dan ara yang akan bergerak memuarkan suaminya. Sekarang breyhan yang mendongakkan kepala menerima semua hujaman dahsyat dari sang istri yang semakin hebat melayaninya.
Lampu saat itu remang, memang mereka suka bermain ketika lampu tak menyala dikamarnya. Itu akan menimbulkan sensasi yang berbeda antar kedua anak manusia yang tengah dimabuk cinta itu.
Sementara disana, ada yang tengah bermain solo dengan tangannya sendiri. Ia melihat video dengan
adegan erotis secara live dan menggunakannya sebagai fetish untuk bisa menyalurkan hasratnya meski tak memiliki lawan, “Ara… Rupanya kau bukan gadis polos seperti yang aku kira,” Pria Bernama David itu seketika mengerang mencapai klimak dengan genggaman tangannya sendiri berbekal suara ara dan pria yang tengah menikmati tubuhnya.
Pemandangan itu bukan pertama kali lihat, melainkan beberapa kali ditempat yang berbeda. Tapi sayang, wajah pria itu belum berhasil Ia lihat selama beberapa hari mengawasi keduanya.
__ADS_1
“Aaaah!!!” Napas David terengah-engah karena permainan solonya. “Aku harus mencicipimu, Ara. Kau binal!”
seringainya dengan tawa.