Huru Hara Cinta Sang Penguasa

Huru Hara Cinta Sang Penguasa
Part 45


__ADS_3

Ara membuka pintu apartementnya. Ia melihat Ila tengah berdiri mengerucutkan bbir dan menekuk dahinya disana.


"Kok lama? Emang ngga denger ila pencet bel daritadi?"


"Denger, tapi lagi masak. Ila udah sarapan?" Ara lantas mempersilahkan adik iparnya itu untuk masuk kedalam.


Ila segera duduk diatas sofa dan meraih hpnya. Ia merasa tak semangat hari ini, dan entah kenapa. Kadang ia berfikir ingin tinggal di apartemen saja bersama brey dan ara, tapi mami papi melarangnya.


"Mami ngebet banget punya cucu. Katanya kalau ara disini, cucunya nga jadi-jadi."


Eeeugghkkk! Ara tersedak lagi gara-gara ucapan adik iparnya. Memang benar, jika ila disana pasti mereka ada saja halangannya. Contohnya pagi ini, dan tak perlu dijelaskan lagi.


" Dirumah mami papi mesraan mulu, kek ABG lagi pacaran. " Rupanya ila belum berhenti dari omelannya.


Untungnya brey segera keluar dan telah rapi dengan jasnya. Ara segera menghampiri untuk merapikan dasi, lalu masuk untuk bergantian mandi. Meski bisa sekaligus dikamar sebelah, tapi tak enak hati untuk meninggalkan ila seorang diri.


Ara berjinjit sejenak untuk berbisik pada suaminya tentang masalah yang dialami ila. Kecemburuan tak berdasar, dan mungkin syok karena ditinggal oleh kakak dan sahabat dalam waktu yang sesingkat singkatnya.


"Okey," ucap Brey pada istrinya.

__ADS_1


"Ila udah sarapan? Sini," ajak brey pada adiknya. Sedikit mmebujuk, karena tahu mood ila tengah jelek saat ini.


"Ila lihat mami papi mesra, kenapa malah pengen kesini?" tanya brey lagi.


"Kesel, masa mesra didepan ila."


"Tapi kalau ditinggal terus, nanti kalau kak brey punya adik lagi gimana?"


Ila langsung melotot mendengar ucapan sang kakak padanya. Ila diam, langsung duduk dimeja makan meraih ayam goreng yang ada disana. Meski tak seenak buatan bibik, tapi itu lumayan untuk yang baru belajar seperti ara.


Fikiran ila lantas menerawang kemana-mana dengan ucapan breyhan padanya. Bagaimana bisa brey mengatakan seperti itu, padahal mami papi sudah cukup berumur.


"Hey sayang," sapa brey ketika istrinya datang.


Ara melirik brey dengan penuh tanya pasal ila yang mendadak berfikir, dan tampaknya berat sekali saat ini. Tapi brey hanya mengangkat bahunya dan tak menjelaskan apa-apa. Terus seperti itu, hingga sarapan selesai dan mereka pergi ketempat masing-masing.


Brey menggunakan mobilnya, ara dan ila masih dengan motor mereka.


"Ila kenapa?" tanya ara ketika dalam perjalanan. Masih penasaran rupanya.

__ADS_1


"Ngga papa. Ara, kenapa rahasiakan pernikahan sama yang lain?" Ila berusaha mengalihkan perhatian keduanya.


"Ngga pengen aja, nanti dikantor kqk brey malah banyak yang ini itu. Mentang-mentang istri dikrektur lah, orang dalemlah, apalah. Ara cuma pengen mencoba sebisa ara sendiri disana. Kalau ngga bisa, baru kakak suami turun tangan."


Ila mengangguk mendengar penjelasan dari sahabatnya. Amat sangat mudah dan bisa dimengerti olehnya. Pasti memang sangat tertekan, jika nanti akan terus disindir disana.


Keduanya tiba dikampus, disambut sherena yang juga baru saja datang. Masuk bersama dan bergandengan mesra hingga tiba ke ruangan mereka. Hanya ila, yang masih memiliki beban fikiran teramat berat didalam kepala untuk mempertahankan gelar bungsunya.


"Selamat pagi, Pak breyhan." sapa kania sekretarisnya. Brey segera mengajak kania masuk dan mengajaknya ngobrol berdua. Ia membicarakan mengenai ara yang akan bekerja disana sebagai anak magang beberapa hari kemudian..


"Jadi, nyonya ngga mau kalau mereka tahu beliau istri bapak? Tapi mereka sudah tahu kalau bapak sudah_"


"Sepandai kamu mengaturnya, Kania. Dia hanya tak ingin dianggap mendompleng nama saya selama disini."


"Oh, baik Pak. Saya akan jaga semua dan akan mengawasi mereka nanti," angguk kania padanya.


Sedikit tenang, dan semoga semu akan berjalan sesuai rencana. Mereka akan semakin dekat, tapi juga harus menjaga jarak. Berharap dengan semua ini keduanya semakin mudah menumbuhkan cinta.


"Kalau ngga gara-gara ila, pasti. Aaarghh! Itu adek satu, bikin sakit kepala."

__ADS_1


__ADS_2