Huru Hara Cinta Sang Penguasa

Huru Hara Cinta Sang Penguasa
Part 64


__ADS_3

“Kata siapa tak bisa?” Brey masuk bersama beberapa penjaga dibelakangnya. Mereka bahkan tak perlu mendobrak pintu untuk menambak efek  dramatis diantara mereka, karena brey tak suka terlalu banyak drama.


 David yang terkejut nyaris saja membuat ara lepas dari genggaman tangannya. Akan tetapi, ia juga dengan sigap menangkap ara kembali dan memeluknya.


“Oh, aku sudah tertangkap basah.” David tak takut sama sekali, justru tertawa dengan penggeledahannya saat ini.


 “Kau tertawa? Apa ini lucu?" tanya breyhan padanya. Ia juga begitu santai berjalan mendekati mereka berdua,


David dan istrinya. Beryhan meraih laptop, mengangkat lalu melepmparnya ke lantai hingga hancur tak berbentuk.


 “Aku masih punya salinannya. Seberapa keras kau hancurkan semua dan kau hilangkan, aku akan tetap_”


 “Ini?” Breyhan memberikan sebuah flashdisk yang ia ambil dari saku celananya. Sebagai pemilik, David paham benar jika itu adalah miliknya yang ia Sudah ia simpan dengan begitu rapat dilaci meja ruang kerjanya.


 “Kau salah menyembunyikan barang ini di daerah kekuasaanku, David. Aku bisa membukanya kapan saja sesukaku.” Breyhan menyeringai, lalu melempar kembali flashdisk itu dan menginjaknya hingga hancur berkeping-keping.


 "Hey! BAhkan semua data penting perusahaan ada disana_" geram david, tapi itu semua tak masalah bagi brey yang meraih satu flashdisk lain disakunya.


 Hal yang membuat david bergitu dikuasai amarah, hingga rasanya ia ingin nekat melakukan hal tak senonoh pada


ara bahkan didepan suami tercintanya. Apalagi saat itu ara tengah lemah gara-gara dikuasai gairah, berkat video yang ia putar barusan.


 "Kak Brey," Ara mengulurkan tangan, tapi david seketika meraih dan mengecupnya bertubi-tubi


dengan gairah yang tak kalah memuncah. Bahkan ia menatap breyhan, memberikan tatapan penuh penghinaan pada bosnya yang bahkan mungkin akan menjadi rival sejak hari ini.

__ADS_1


 "Kau lihat, simpananu bahkan tak berkutik dan langsung On hanya dengan video yang aku putar untuknya.


Menandakan betapa binalnya dia, hingga bisa ditiduri siapa saja. Kasihan. telah di duakan, tiga, atau bahkan empat dan banyak pria yang telah_"


 Brey dengan tatapan datarnya melangkah cepat. Meraih belakang kepala David dan menghempaskannya di lantai,


dan bahkan menekannya dengan begitu kuat hingga pria itu meraung kesakitan. Tenaga breyhan belum sepenuhnya keluar, dan itu hanya Sebagian kecil saja yang sudah membuat david menjerit meminta pertolongan.


 “Kalian! Tak adakah yang bisa menolongku? Kalian membela bos kalian yang bahkan_”


 “Apa?!” Brey menghentak dengan kuat hingga rasanya rahang David patah dengan beberapa gigi yang ia miliki. Bahkan darah mengalir dari mulutnya hingga mengucur ke lantai.


“Kau bos tak bermoral. Apa bedanya kau seperti aku, yang selalu bermain dengan Wanita,” jawabnya lemah karena


“Setidaknya aku tak perlu bermain solo dengan tangan, dan istriku siap kapan saja aku butuhkan”


“Is-tri?” kaget David dengan ucapan yang breyhan katakana.


Sebagai manager keuangan, ia memang begitu sibuk dengan tugasnya. Apalagi ketika pernikahan brey memang tak memiliki acara besar, dan ia tengah pulang kampung menjenguk ibunya yang sakit parah disana. Tapi, setidaknya ia harus paham bagaimana keadaan dikantor itu apalagi dengan bosnya sendiri.


Brey tersenyum, dan ia memperlihatkan cincinnya yang sama dipakai dengan ara.


“Haiisssh!” David merutuki kebodohannya sendiri. Ia kira hanya dia yang pandai dan memiliki kamera kecil di barangnya.


Breyhan meminta yang lain datang untuk meringkus David saat itu juga, dan mereka segera menuruti perintahnya. Breyhan bahkan menunjukkan jika penangkapan yang ia lakukan itu diatur live di media

__ADS_1


sosial, dan tampak wajah David sebagai tersangka utama disana. Apalagi, dengan kamera yang ada di kalung ara. Brey sengaja memasang itu sebelum pergi.


“Tuan… Aku_”


“Apa? Menyesal?” tatap  brey tanpa rasa kasihan padanya. Apalagi ketika David dibawa berdiri dan di papah begitu lemah. Masih untung saat itu ia tak langsung dipukuli hingga hancur menginggat kemarahan breyhan padanya.


“Akan di apakan dia?” tanya salah seorang pengawal breyhan saat itu.


“BAwa dia ketempat yang ia suka. Tempat dimana dia akan mendapat kesenangan tanpa henti,” jawab breyhan yang berlutut meraih istrinya. Ia langsung membopong ara ala bridal, kemudian mmebawanya keluar.


“Obati dia, dan bawa dia ketempat yang aku perintahkan. Penjara terlalu layak baginya. Dia tak akan melupakan


hukuman ini bahkan seumur hidupnya.” Breyhan berjalan meninggalkan mereka semua dan membawa ara ke mobilnya.


Ada dibawa duduk dikursi depan, lalu breyhan menyelimuti tubuh ara dengan jas yang ia pakai agar tak lagi kedinginan.


“Maaf, sayang…” Dan ara mengangguk mendengar permintaan maaf itu dari suaminya. Setidaknya ia tenang, karena David sudah ditangkap dan benar-benar pergi dari hidupnya sejak hari ini.


“Tapi, dia dibawa kemana?” tanya ara yang masih penasaran.


“Ke tempat dimana dia akan memperoleh fantasinya. Entah menikmati, atau justru tersiksa.” Brey meneyringai, begitu puas membayangkan bagaimana David jika sudah tiba disana.


“Terdengar kejam.” Fikir ara dengan bayangan yang meracuni kepalanya.


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2