I Am The Queen

I Am The Queen
#11.


__ADS_3

Melihat respon Gali yang baru bertindak setelah di adili membuat Gres menggelengkan kepala nya sambil berkata,  "Tak usah Kamu sembunyikan ke belakang Gali, Aku sudah melihat nya." Ucap Gres dengan ujung mata nya.


"Lain kali, jika tak ingin ketahuan, maka sembunyikan hal itu untuk diri Mu sendiri serapi mungkin. Karena Kamu bukan bocah manusia, yang masih melekat dengan kata *Ceroboh*." Lanjut Gres menasehati atau lebih tepat nya, sedang menegur Gali.


"ALASAN KEDUA, GISEL COBA PERHATIKAN PUSARAN KEKUATAN PETIR DI TANGAN MU. PETIR PETIR ITU JUGA BUTUH ISTIRAHAT."


Ucap Gres Sambil memandang tajam ke arah tangan Gisel, dan seketika itu juga kekuatan petir yang berputar putar di tangan Gisel langsung menghilang karena tekanan yang menakutkan terpanjar dari tatapan Mata Gres yang sengaja di pertajam.


"DAN ALASAN KETIGA DAN TERAKHIR, KITA MENEMUKAN SESUATU YANG UNIK DI HADAPAN KITA. GADIS KECIL INI, ADA SESUATU YANG SPESIAL DARI NYA. APAKAH KALIAN BERDUA TIDAK MERASAKAN NYA? "


Saat menyatakan alasan ke tiga, Gres menoleh ke arah Clara. Padahal Clara sendiri saja sudah merasa bahwa saat ini, ketiga makhluk (◕ _ ◕ ?)  ini, tidal merasakan keberadaan Clara sama sekali.


Mendengar perkataan Gres, secara otomatis langsung membuat perhatian Gali dan Gisel teralihkan  ke arah Clara.


"Kamu benar Gres, gadis ini memancarkan rasa familier pada Ku." Dengan sangat bersemangat, Gali mulai mengamati Clara dan menyampaikan pendapat nya.


Padahal saat menginjakkan kaki di daratan tadi, Clara adalah satu satu nya manusia yang di gida oleh Gali. Namun sedetik kemudian, Gali seolah melupakan manusia yang Dia goda, karena sibuk berbalas mulut dengan satu sahabat nya, Gisel.


"Apakah gadis kecil ini keturunan yang memiliki nasib seperti kita saat ini?" Tak mau kalah, Gisel yang ikut memperhatikan Clara pun menyampaikan pendapat nya. Dan hal itu membuat Clara semakin bingung dengan situasi ini.


Mana ada, saat tengah mengaksikan orang bertengkar, terus seakan hanya untuk mengalihkan perhatian, Wanita yang bernama Gres itu sengaja menjadikan diri Clara sebagai umpan yang memiliki fungsi dan kegunaan saat ini.


"Aku juga tak tahu, tapi pertama tama... Mari kita bereskan masalah yang ada dulu untuk saat ini, " sambil mengangkat satu tangan agar sejajar dengan dada, Gres mulai menjentikkan ke dua jemari nya.

__ADS_1


*Cetak*


Jentikan pertama dari jari Gres, telah membuat tangan Gali yang berdarah langsung sembuh total tanpa ada bercak darah sedikit pun.


*Cetak.*


Lalu jentikan jari yang kedua, langsung membuat kekuatan dan kondisi Gisel kembali prima seperti sedia kala.


*Cetak. *


Dan jentikan yang ketiga dan terakhir, dengan tenaga yang lebih banyak Gres arahkan, telah berhasil membuat semua luka, bekas luka, memar, dan kaki yang telah remuk di tubuh Clara sembuh total. Yah, SEMBUH TOTAL. Yang secara logika nya, tidak mungkin dapat sembuh secara total, sekalipun di hadapkan dengan ilmu teknologi yang tinggi.


Tak ada lagi yang berdenyut kesakitan di tubuh Clara, seperti beberapa detik yang lalu. Bahkan bekas luka nya saat terjatuh dari sepeda ketika berumur lima tahun pun ikut menghilang.


Clara merasa tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini, untuk membuktikan nya, Clara mulai berdiri dengan kaki nya yang sudah dapat dia rasa dan gerakkan, lalu ke dua tangan nya memegang wajah nya yang beberapa saat yang lalu penuh akan luka sayatan yang mengering atau yang masih basah.


Sungguh wajah nya kembali mulus, tak ada lagi sepuluh luka sayatan yang di buat Sonya di wajah nya. Clara memegang ke dua pipi nya, di usap nya berkali kali karena sangat rindu dengan tekstur pipi nya yang mulus, kenyal dan sedikit tembem itu.



Lalu Clara berdiri, membiarkan ke dua telapak kaki nya merasakan rerumputan yang basah. Kemudian, Clara berjalan selangkah ke depan. Setelah itu selangkah ke belakang. Lagi, Clara menambah banyak nya langkah kaki nya, dari dua hingga lima langkah ke depan dan belakang.


Netra nya bergetar tak percaya, dan terus mencubit lengan tangan nya, agar rasa sakit yang timbul meyakinkan Clara bahwa saat ini Dia tidak sedang bermimpi atau berhalusinasi.

__ADS_1


Senyum seakan bersifat permanen di wajah Clara saat ini, karena hal yang terjadi saat ini sulit untuk tidak merasa senang.


Karena Clara yang terkesan menikmati dunia nya sendiri, sehingga hal ini dapat di artikan bahwa Clara sedang mengabaikan Gres, Gisel, dan Gali.


Sedangkan Gali paling tak suka di abaikan. Dan ini sudah menjadi sifat dan ciri khas dari Gali. Sehingga Dia pun angkat suara.


"Hei gadis kecil, apakah Kamu akan terus berjalan membelakangi Kami bertiga seperti itu ??“ Celetuk Gali sambil melipat ke dua tangan di dada nya. Tampak dari wajah nya, Dia sedang sangat kesal. Padahal Clara tidak melakukan sesuatu yang dapat menyinggung nya kok.


Mendengar perkataan Gali, membuat Clara menengok ke belakang dan menampakkan wajah polos nya yang sudah kembali seperti sedia kala. Namun terdapat nuansa datar, dan entah kenapa, ekspresi Clara saat ini terkesan tidak peduli pada apapun lagi. Sungguh tidak sama dengan Clara yang dulu.



"Bagi Mu, Aku sedang melakukan hal konyol karena berjalan ke sana ke mari seperti anak kecil yang baru tau cara berjalan..." Ucap Nya menggantung perkataan, dan Clara terus menatap Gali dengan mata ekor nya yang terkesan tajam.


Lalu, sesaat kemudian, Clara membenarkan posisi berdiri nya, dan saat ini badan nya berhadapan dengan Gali, dengan jarak yang tidak terlalu jauh.


"... Karena Kamu tak akan tau, bagaimana rasa nya tak bisa berjalan karena kaki yang kehilangan fungsi seperti ini, dalam keadaan yang di selimuti oleh gelap nya malam. Apalagi di tambah dengan cuaca yang sangat mengerikan, yang baru saja terjadi tadi." Dengan nada bicara yang sedikit di tinggikan, Clara menuntaskan perkataan yang sempat Dia gantung tadi.


Clara mengatakan hal yang terlintas di pikiran nya dengan guratan kesedihan yang nampak sangat jelas di mimik wajah nya. Intonasi Suara nya saja yang biasa nya lembut dan halus, terdengar sangat kasar dan berbanding terbalik dengan sebelum nya.


Bahkan saat mengatakan perkataan barusan, membuat memori Clara secara reflek mengingat kejadian tadi, saat Diri nya berada dalam sutuasi teramat menyedihkan.


Mau menggerakkan kaki saja tak bisa. Apalagi Mau meminta tolong, harus kepada Siapa ? Kepada Pohon dan binatang melata di hutan ? Sehingga, Clara hanya bisa menggerakkan badan nya dengan bantuan ke dua tangan.

__ADS_1


__ADS_2