
Rasa takut yang meraja lela di seluruh organ tubuh, berhasil membuat Clara sampai tubuh nya gemetaran hebat. Namun karena niat balas dendam Clara yang sudah bulat, tidak mengurangi semangat juang Clara sedikit pun.
"Jangan takut Clara. Pertama Kamu sudah pakai sarung tangan, jadi tidak perlu merobek baju atau mencari kain. Mari kita analisa cara Detrian tadi. Dia meluncur sambil memberikan beban tubuh pada kaki nya, dan melonggarkan sedikit pegangan nya, agar dapat meluncur ke bawah. Karena di bawah tempat mendaratnya hanya di penuhi oleh rumput, tak masalah jika jatuh dalam jarak tertentu. Jika mendapat luka memar atau tulang patah, bisa Aku coba untuk menggunakan kekuatan serpihan awan, kalo bisa sih. Namun jika Aku tak bisa menggunakan kekuatan serpihan awan, maka hanya bisa menyuruh Detrian memperpanjang durasi penghentian waktu sampai Aku sembuh. Bukan salah Ku ya, ini karena Dia yang tidak memberikan penjelasan sedikit pun untuk meluncur dengan baik dan benar ke bawah. "
Setelah berkata panjang kali lebar, Clara mengambil posisi yang sama persis seperti Detrian tadi, menghembuskan nafas panjang dan...
"AAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHH" Clara pun berteriak sekencang kencang nya dengan mata nya tertutup rapat.
Tekanan udara yang berubah karena meluncur dari atas membuat nafas Clara menderu tak karuan, dan membuat adrenalin Clara yang awal nya sangat kecil, kini seolah bertambah karena Clara saat ini sedang meluncur dari ketinggian tanpa alat pengaman.
Clara yang melesat ke bawah dengan sangat cepat itu membuat seluruh tubuh Clara bergelora tak karuan.
Tangan nya gemetaran, namun sensasi yang dia rasakan itu membuat diri nya seakan tak mau berhenti sampai di sini. Clara ingin membuka mata nya untuk melihat pemandangan, namun dia urung niat nya karena ketakutan yang masih kental di seluruh sel tubuh nya.
Namun lagi lagi rasa penasaran melebihi rasa takut Clara, sehingga dia pun membuka mata dan melihat pemandangan yang berlalu begitu saja saat dia turun itu. Clara membulatkan ke dua mata nya, lalu...
"Wwwwwwuuuuuuuuuu....." Clara berteriak sekencang kencangnya. Untuk melepas stres ? Tentu tidak, lebih tepat nya mengikuti insting tubuh yang ingin menikmati momen saat ini.
Beberapa saat kemudian, Clara sudah mendarat di atas rerumputan yang kadarnya lembab sekali. Jelas, karena di dekat air terjun, tak mungkin rerumputan itu menjadi kering kerontang kan ?
__ADS_1
Clara masih menatap tangan nya yang sedikit gemetaran, seolah ingin mengulang adegan yang baru dia lakukan. Lalu di tengah benak nya tengah memutar memori dan perasaan yang di rasakan tadi, terdengar suara yang memecahkan lamunan Clara.
"Wow, sangat bagus untuk ukuran pemula seperti Mu. Apakah benar Kamu tidak pernah latihan bela diri sebelum nya ? " Sambil mengunyah rumput degan batang kecil di dalam mulut, Detrian bertanya dari atas pohon.
Clara yang merasa sedang ada pengganggu atau penunggu ??? itu langsung berbalik dan melihat pada asal suara.
"Apakah tidak ada tempat lain untuk kamu duduki ? Apakah harus di atas pohon ? " Dengan nada ketus nya, Clara bertanya sambil menatap Detrian dengan mata ekor nya itu.
"Yah... Tidak ada tempat lain yang ingin Aku duduki selain pohon ini. " Dengan percaya diri, Detrian menyombongkan diri nya. Namun kesombongan nya itu langsung raib begitu saja, saat mendengar respon dari Clara.
Sambil menampakkan wajah yang menjulurkan lidah karena jijik, Clara meludah berkali kali agar rasa jijik nya itu menghilang. Untuk yang satu ini, Clara sedang berakting.
Detrian yang selalu mendapatkan pukulan di setiap respon Clara yang pedas itu langsung secara spontan membuang rumput yang ada di mulut nya, dan langsung turun dari atas pohon.
"Sungguh seperti nya kamu akan mati jika mengatakan hal yang baik baik saja kepada Mu. Setidak nya puji Aku kek.. Apa kek... " Dengan nada yang tinggi dan nyaring, Detrian menyerukan rasa kesal yang dia rasakan tentu nya.
Dan Clara mengabaikan Detrian dengan pergi dan mencuci wajah nya di air terjun. Detrian sempat meneriaki Clara karena tidak mendengar nya sama sekali, namun Detrian langsung berhenti saat melihat Clara tengah berlatih sesuai yang Detrian suruh tadi. Clara memasang kuda kuda di batu yang sangat licin itu, dan mulai meninju air terjun yang baru saja terjun ke bawah.
__ADS_1
Deburan air yang berpencar karena pukulan dari Clara membuat rumput sekitar air terjun itu menjadi basah bahkan tak ada tanda tanda mengering.
Clara terus terjatuh berkali kali karena batu yang sangat licin, dan karena kuda kuda nya masih sangat lemah. Di tambah ini adalah yang pertama kali Clara lakukan.
Teriakan kesakitan sering Clara lantunkan, karena tergores dengan bebatuan tajam saat jatuh itu menyakitkan. Di tambah jika arus air terjun yang terjun ke bawah melebihi kekuatan sebelum nya, tubuh Clara akan ikut terhanyut beberapa senti meter dari tempat dia berdiri.
Banyak nya air yang secata tidak sengaja Clara minum sudah tidak terhitung lagi. Padahal tadi Clara dengan pede nya menggampangkan latihan yang satu ini, karena menurut nya air tidak dapat melukai. Namun selalu saja, kenyataan itu berbeda dengan ekspektasi yang di bayangkan sebelum nya.
Rambut Clara yang basah di tambah sangat berantakan itu tak Clara hiraukan sama sekali. Dia hanya terus menghitung sudah berapa banyak pukulan yang dia layangkan, karena 30 menit lagi, waktu untuk memukul air terjun sebanyak 100 kali akan habis. Sedangkan Clara baru saja memukul air terjun sebanyak 50 kali.
Itu pun tenaga Clara sudah terkuras hampir semua nya, nafas Clara yang menderu nampak sangat jelas.
Baju, celana, dan sarung tangan nya yang sudah sangat basah itu tak di hiraukan oleh Clara,walaupun ada sensai berat dan tak nyaman pada tubuh nya.
Namun Clara merasa kesal beberapa kali, karena berkat baju, celana, dan sarung tangan yang basah itu, membuat Clara seperti sedang berlatih sambil memikul beban. Apalagi setiap mengayunkan satu pukulan, sarung tangan nya yang serap air itu tidak memberikan keringanan sama sekali. Malah memberikan rasa berat yang membuat Clara harus mengeluarkan banyak tenaga ekstra.
Untuk saat ini Clara belum sadar, bahwa di sekujur tubuh nya itu sudah penuh akan karena luka goresan yang berwarna pink kemerahan.
Lalu di bahu sebelah kiri Clara terdapat luka goresan yang lumayan besar, karena tadi sempat ada ranting panjang yang terhanyut air, dan di bagian yang runcing itu merobek bahu Clara. Clara tidak menyadari kedatangan kayu itu, karena suara air yang mendominasi pendengaran nya saat ini.
__ADS_1
Banyak nya rintangan dan tantangan yang menghampiri Clara, tidak membuat Clara putus asa dan sebagai nya. Justru Clara merasa semakin tertantang, untuk menyelesaikan 100 pukulan sebelum satu jam berlalu. Karena akan sia sia semua hal yang telah menimpah Dia, jika tidak mencapai 100 pukulan dalam satu jam.