I Am The Queen

I Am The Queen
#37.


__ADS_3

Namun terdapat perubahan pada Clara. Otot otot tubuh nya terbentuk, walau tak ada six pack di perut nya.


Ketahanan tubuh nya pada air semakin meningkat, pukulan nya sudah dapat menjatuhkan satu preman seperti preman A yang pernah di tugas kan untuk memerkosa nya dulu di hutan Kematian. Hutan yang saat ini menjadi tempat Clara mengasah kemampuan nya.


Cara berkelahi Clara juga sudah mencapai setengah dari kekuatan Detrian. Sehingga mereka kalo berlatih bersama, sama sama kewalahan.


Sekalipun Clara belum bisa menang melawan Detrian, tetapi Detrian memerlukan banyak tenaga, rencana, dan strategi agar dapat mengalahkan Clara.


Karena daya analisa Clara semakin tajam, Clara selalu peka pada pergerakan apapun. Pendengaran Clara membantu nya untuk mendengar perubahan tekanan angin yang timbul karena Detrian sedang melayangkan tendangan dadakan yang mengarah ke tengkuk atau organ tubuh Clara secara cepat dan secara acak.


Clara juga sudah bisa mengontrol kekuatan yang ada pada diri nya. Walaupun latihan pada kali ke dua Clara menghancurkan rumah nya, sehingga harus tinggal bersama Detrian di Vila lantai dua itu, Clara tetap mencapai hal yang memuaskan kok.


Setiap kali Clara menggunakan kekuatan nya, batas pemakaian nya hanya lima jam. Jika di paksa lebih dari itu, maka Clara akan kehilangan kesadaran selama satu minggu, tetapi hal itu dapat terjadi jika tidak meminum pil yang dihasilkan oleh kerajaan Roman . Sehingga masa pulih tubuh setelah memakai kekuatan yang seharusnya tidur selama 12 jam, kini memendek menjadi satu jam saja.


Pil itu sangat berguna sekali, sehingga Clara dapat menjalankan latihan nya dengan sangat lancar. Satu bulan penuh Clara sudah mencapai hasil yang memuaskan, di tambah dengan satu bulan lagi, sehingga saat ini kekuatan Clara sudah menyamai Detrian sebesar 60% !


Karena dua bulan sudah berlalu begitu saja, maka latihan untuk membentuk fisik Clara di hentikan. Di hentikan bukan selama nya, tetapi porsi latihan nya menjadi ringan. Namun karena sudah kebiasaan, Clara tidak mendengarkan Detrian yang menyuruh nya untuk lebih banyak beristirahat saja.


Saat memasuki bulan yang baru, Clara mulai di ajari oleh Detrian bagaimana cara membangun dan memimpin satu perusahaan.


Cara menjadi CEO yang bijak, cara melihat harga saham, cara menjalin kerja sama, cara membuat kontrak, cara memikat klien yang ingin di ajak kerja sama, dan sebagai nya.


Semua hal itu di ajari Detrian pada Clara, cara mengontrol ekspresi wajah agar lawan bicara tak bisa membaca pikiran yang di pendam, harus berpikir dengan teliti, jeli, menjadi licik agar bisa membaca pergerakan licik lawan, dan masih banyak lagi.


Clara benar benar mendapatkan pelatihan yang benar benar berada di luar nalar. Memang Clara tidak melatih fisik lagi, namun setiap jam tiga pagi, Clara harus berlari seperti biasa nya.

__ADS_1


Setelah itu lanjut belajar dan membaca dokumen perusahaan Detrian, cara membuat laporan, cara memastikan setiap laporan yang ada itu benar atau di manipulasi, dan melanjutkan membaca buku buku tentang pertarungan politik dan sebagai nya.


Clara pernah sampai mimisan, karena begadang sampai jam 4 pagi selama satu minggu penuh. Hal itu membuat Clara harus berbaring di atas kasur dengan infus di tangan nya selama tiga hari.


Detrian memang menyediakan infus untuk jaga jaga, tetapi Detrian sama sekali tak suka jika infus yang ada untuk berjaga jaga, malah terpakai secepat ini.


Setelah satu bulan berlalu lagi Clara sudah bisa membuat rancangan untuk membangun perusahaan. Dan hal itu di bantu oleh Detrian.


***


Clara semakin berubah menjadi lebih baik lagi hari lepas hari. Dia sudah sangat pintar mengendalikan ekspresi wajah nya, sudah sangat lihai dalam berbagai aspek.


Otak nya yang seolah sangat tumpul dulu, kini sudah berubah menjadi sangat tajam.


Clara sekarang itu sudah tidak sama dengan Clara yang Detrian temui pertama kali di Hutan Kematian.


Apalagi Clara yang mudah di peralat oleh Jodi dan Sonya, lebih tidak ada lagi. Clara yang seperti itu seakan sudah musnah dari belahan muka bumi.nBenar benar sudah tidak ada lagi.


Kini, genaplah sudah empat bulan Clara berada bersama dengan Detrian dan pelayan lain nya di Hutan Kematian. Dan yang mengherankan, sampai detik ini Clara tidak mengetahui di mana ujung dan awal dari hutan kematian.


.... ...


.... ...


.... ...

__ADS_1


Pagi hari, jam delapan lewat enam belas menit...


Clara sedang menikmati teh, sambil menyusun rencana balas dendam nya. Karena ada perubahan dalam rentan


waktu pelatihan Clara.


Yaah, awal nya memang di buat untuk berlatih selama satu tahun. Namun karena perkembangan Clara sangat cepat, sehingga Detrian dan Clara menyepakati bahwa mereka akan kembali ke kehidupan normal lagi setelah mematangkan segala persiapan selama dua bulan lagi.


Arti nya, Detrian akan melepaskan belenggu waktu yang dia hentikan, sehingga roda perputaran waktu di dunia kembali berputar secara normal, dan tidak ada perubahan yang terjadi di dunia fana. Enam bulan di dalam Hutan kematian, tidak memengaruhi satu detik pun di dunia fana.


"Jadi, seperti apa rencana yang telah Engkau rencanakan Nona ? " Di depan pintu ruang kerja Clara, ada seorang pria dengan tinggi 175 cm, sedang melipat tangan di dada, dan bersandar di daun pintu.


"Rencana Ku sangat simpel Tuan. Apakah Anda ingin mendengarkan nya ?" Tawar Clara yang hubungan nya dengan detrian sudah memasuki tahap bercanda. Apalagi jika salah satu sudah memanggil dengan panggilan lain, maka pasti sedang dalam keadaan yang wajar untuk bercanda.


"Boleh kah Aku mendengarkan nya, Nona ?~ "Tanya balik Detrian yang sudah duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Clara.


"Of Course Yes, Mister." Jawab clara sambil menyunggingkan senyum di wajah nya.


"Rencana nya seperti ini, Aku tak akan menampakkan ujung batang hidung


Ku di depan mereka berdua satu kali pun. Aku akan menghancurkan mereka pelan pelan dari dalam, agar mereka pusing sendiri siapa lawan mereka yang sebenar nya. Karena dari berita yang Aku baca dan pantau selama aku memegang tablet, lawan atau musuh dari dua sampah itu bukan cuma Aku saja loh. Siapa tau dengan rencana Ku ini, banyak lawan kuat yang dapat mereka berdua singkirkan. Dengan begitu, saat Aku memakai mahkota di tahta Ku nanti, tak ada lagi lawan yang perlu Aku hadapi karena mereka berdua sudah menyingkirkan nya sendiri, sungguh nikmat sekali... "  Clara menggantung perkataan nya.


Srup.. 


Clara berhenti sejenak untuk mengesap teh yang Dia seduh sendiri.

__ADS_1


__ADS_2