I Am The Queen

I Am The Queen
#36.


__ADS_3

Setelah mendengar perkataan Detrian, Clara memasang kuda kuda seperti di drakor drakor yang pernah dia tonton. Dan Clara langsung berlari lalu melontarkan satu pukulan. Sayangnya gerakan itu di tangkis dengan mudah oleh Detrian.


"Jangan membuat serangan yang terbaca. Itu akan membuat lawan memiliki banyak kesempatan untuk menang."


Setelah itu Clara melayangkan tendangan yang mengincar ulu hati Detrian. Namun hasil nya sama seperti sebelum nya, Detrian menangkis serangan itu dengan sangat gampang.


Lalu Detrian memberikan serangan balasan tiada ampun, sehingga membuat Clara tersungkur dengan sangat keras di atas tanah.


"Bangun. Kita tak bisa mengulur waktu lagi. " Raut wajah Detrian sangat serius, dan Clara merasa bahwa perkataan Detrian ada benar nya juga. Sehingga Clara langsung bangun dan bertarung seperti yang Detrian lakukan.


Tenang, jangan membuat gerakan yang terbaca. Jangan mengincar yang bukan titik lemah lawan. Jangan membuat gerakan yang sia sia, jangan melakukan ini.. Itu... Dan banyak sekali penjelasan yang Detrian berikan pada Clara.


Clara kena tonjok berkali kali, kena tendangan berulang ulang. Sampai sampai tak bisa di hitung berapa banyak serangan yang dia terima, mau mengeluh juga bukan saat nya. Mau berhenti juga ada dendam yang belum di balas.


Memang benar, hanya kebencian yang bisa membuat seseorang kuat. Contoh nya adalah Clara saat ini.


Mereka berdua terus bertarung sampai sang mentari kembali ke peraduan nya.


Banyak nya rumput yang sudah tercabut atau rusak, di tambah baju Clara yang sudah jauh dari kata bersih, memar dan sakit di sekujur tubuh, dan masih banyak lagi yang menjadi dampak atas latihan bertarung tadi.


Beruntungnya waktu untuk latihan latihan berkelahi telah selesai, sehingga Clara sudah bisa bernafas dengan tenang tanpa harus memperhatikan serangan dadakan dari Detrian seperti saat latihan tadi.


"Hahh... Hahhh... Hah... Aku rasa Aku akan membunuh Mu jika sudah selesai masa satu tahun latihan ini... "


Umpat Clara karena merasa sangat kesal, dia tidak punya kesempatan untuk memukul Detrian sedikit pun. Jangankan memukul, menyentuh Detrian barang sehelai rambut saja tidak terjadi sama sekalo.

__ADS_1


"Hahaha.. Maka lakukan lah. Karena Aku sangat senang jika ingin di bunuh oleh wanita cantik. "


Dengan sangat girang, Detrian menanggapi ancaman Clara dengan ekspresi yang berbeda saat bertarung tadi. Dan hal itu berhasil membuat rasa kesal Clara memuncak.


"Aku sungguh akan membunuh Mu jika berkata seperti itu lagi, bajingan !! " Umpat Clara lagi, sungguh Clara  semakin jago dalam hal mengumpat.


"Hahaha... "


Detrian tertawa semakin nyaring dan seolah kebahagiaan nya bertambah saat Clara mengatai nya. Sungguh Clara ingin sekali untuk menghajar Detrian saat ini juga, sayang nya... Untuk bangun saja Clara tak punya tenaga.


Setelah meyelesaikan latihan yang menguras tenaga dan kewarasan itu, Clara pergi ke rumah nya untuk bersih bersih.


Tentu saja untuk sampai di rumah nya, Clara di bantu oleh Detrian. Ya, Detrian memberikan punggung nya untuk Clara naiki. Tentu nya setelah melewati perdebatan mulut yang panjang.


Untuk memecahkan keheningan di antara mereka berdua, Clara mencomot sembarang topik. Karena Detrian tidak memberikan tanda tanda bahwa Dia akan berbicara.


Clara tidak tau saja, saat ini Detrian sedang berusaha sekuat tenaga, agar pemikiran nya selalu positif. Apalagi dengan dada Clara yang menempel sempurna di punggung nya, maka menjadi sempurnalah penderitaan yang Detrian rasakan.


"Aku rasa tidak ada campuran cabai untuk makanan Mu mulai dari saat ini. "


Dengan suara yang terdengar meyakinkan, Detrian berusaha agar otak nya yang sedang berpikir negatif itu tidak ketahuan oleh Clara. Sedangkan Clara hanya Ber - Oh saja untuk menanggapi Detrian yang saat ini seperti sedang di beri cobaan.


Namun seberat apapun cobaan yang di lalui setiap manusia, pasti menemui titik akhir nya juga. Sama hal nya dengan Detrian, saat ini Clara sedang mandi di bantu berjalan oleh para pelayan wanita yang sudah stand by menunggu mereka dari tadi di depan rumah yang akan menjadi tempat tinggal Clara.


Lalu setelah selesai bersih bersih, para pelayan mengantar makanan ke rumah Clara. Karena Clara kesusahan dalam berjalan, dan hal itu di maklumi oleh Detrian.

__ADS_1


Sehabis makan, Clara langsung tertidur dengan sangat pulas nya. Bahkan sekalipun saat ini terjadi kiamat, Clara adalah satu satu nya orang yang mati tanpa rasa takut, karena tak tau apa yang terjadi.


Sehingga rencana yang sudah Detrian buat di tunda untuk malam ini.


Sebenar nya malam ini Clara akan di latih cara untuk mengendalikan kekuatan nya, namun karena Detrian tidak memberikan ampun sedikit pun bagi pemula saat latihan tadi, sehingga ujung ujung nya Detrian hanya bisa menyalahkan diri nya yang terlalu keras pada Clara.


Padahal jika Detrian melatih Clara dengan banyak nya toleransi yang di berikan, maka yang akan kena marah dan kena semprot adalah Detrian sendiri, jadi serba salah juga sih.


Lalu saat Detrian juga ikut merebahkan badan nya di atas kasur, mata nya tiba tiba melek dan Dia baru ingat akan seauatu.


"Luka Clara... Apakah sudah di obati ?" Dengan rasa cemas, Detrian mulai bolak balik di dalam kamar bak setrika yang belum panas.


"Jika tadi gerakan nya melambat karena menahan rasa sakit, maka Akulah yang paling bodoh karena tidak sadar. Tetapi kenapa saat latihan tadi, tak ada darah yang keluar ? Apakah Dia memakai perban sebelum memakai baju saat pertama kali mandi ? Aaarrgh.. Aku ingin pergi dan menanyakan nya, tetapi ini sudah malam, dan lagi Dia pasti tidak akan sadar karena kelelahan.  Haahh, Kau benar benar bodoh Detriaaannnn!!!!"


Sambil menghabisi gelap malam dengan rasa khawatir dan rasa bersalah, Detrian pun akhir nya terlelap dan terjun ke dalam dunia mimpi.


***


Setelah itu, sebelum penerang bumi di pagi hari beranjak dari posisi nya, sudah ada Clara yang sedang berlari dengan hawa dingin yang menemani.


Setelah berlari, Clara lanjut memukul air terjun, bermeditasi, berlatih bersama Detrian, dan yang terakhir berlatih mengontrol tiga kekuatan pinjaman yang ada pada raga nya saat ini.


Clara terus melakukan latihan fisik itu sampai satu bulan lama nya. Hanya dengan lima kegiatan yang sama, tanpa di tambahi apalagi di kurangi. Hanya berputar putar pada hal yang sama selama 31 hari penuh.


Namun terdapat perubahan pada Clara. Otot otot tubuh nya terbentuk, walau tak ada six pack di perut nya. Ketahanan tubuh nya pada air semakin meningkat, pukulan nya sudah dapat menjatuhkan satu preman seperti preman A yang pernah di tugas kan untuk memerkosa nya dulu.

__ADS_1


__ADS_2