
"........ " Sedangkan Clara hanya membulatkan mata nya lebar lebar, tanpa berbicara sedikitpun, seolah rasa kaget nya saat ini sedang sangat mendominasi.
"Kau.. Seorang bocah seperti diri mu adalah bagian dari *Kelompok The Balck Fire * ?? " Dengan penuh penekanan, Detrian menunjuk ke arah bocah laki laki itu.
"Aku bukan bagian dari mereka. Ah tapi lebih tepatnya karena ada Aku jadi kelompok ini juga dapat ada dan di kenal di semua sisi negara. "
"Jadi.. Jadi kamu adalah ketua dari kelompok the black fire ? " Dengan wajah yang masih tak percaya, Detrian menanyakan pertanyaan yang diri nya sendiri juga tak suka.
"Em... " Sambil menganggukkan kepala nya, bocah itu hanya menjawab dengan dua huruf saja.
"....... " Detrian terdiam, kali ini dia menatap ke arah Clara. Karena penasaran apa yang akan Clara putuskan saat ini.
"Haahh... " Clara membuang nafas panjang. " Kenapa aku harus jadi pemimpin dari kelompok Mu ? "
"Entahlah... Tapi Aku rasa Kamu sangat cocok mendapat posisi itu." Jawab bocah laki laki itu, sambil menggerakkan tangan nya ke arah saku.
Melihat tangan anak itu yang seakan sedang mencari sesuatu, Clara pun langsung tau apa yang di cari nya. "Tak sada pistol di saku belakang mu lagi. Para pelayan tadi sudah membersihkan seluruh badan Mu dari benda benda yang berbahaya. "
"Di pistol itu ada lambang kelompok Ku, Aku ingin menunjukkan nya pada Mu sebagai bukti agar Kamu percaya. "
"Tak peduli Aku percaya pada Mu atau tidak, jawab dulu pertanyaan ku. Kenapa Kamu sangat ingin Aku menjadi pemimpin kelompok Mu ? " Tegas Clara sekali lagi.
"Karena Kamu telah menyelamatkan nyawa ku. Jika tidak, saat ini Aku sudah mati dan kelompok Ku akan kehilangan arah. "
__ADS_1
"Bagaimana jika saat Aku yang menjadi pemimpin dari kelompok mu, namun kelompok the black fire hancur berantakan ? "
"Aku tak keberatan. Karena jika Aku mati hari ini, maka kelompok Ku akan menghancurkan diri mereka masing masing. " Jawab bocah itu dengan penuh keyakinan, seolah tak masalah jika Clara pergi ke markas Kelompok The Black Fire sekarang juga, untuk melempar bom dan semacam nya.
"Percaya diri... Rendah hati.. Bahkan kuat pada pendirian nya... Aku rasa anak buah nya tak ada yang mengecewakan. Jika seperti ini, masalah pasukan Ku tidak usah di pikirkan lagi." Batin Clara dengan tersenyum kecil, karena bocah itu telah lulus dari tes yang Clara berikan sendiri.
"Siapa nama Mu, bocah? "Tanya Clara sambil menatap pemilik Rambut pirang yang masih berlutut di hadapan nya itu.
"Leo... Leo Richardo. "Jawab nya sambil menampakkan senyum di wajah yang cukup tampan itu.
"Baiklah Leo.. Aku akan dengan senang hati menjadi pemimpin dari kelompok The Black Fire, semoga kita dapat bekerja sama untuk ke depan nya ya ~ " Sambil mengulurkan tangan nya pada Leo, Clara memberikan persetujuan diri nya menjadi pemimpin dari The Black Fire.
Leo menerima uluran tangan dari Clara, dan menampakkan senyum di wajah nya sambil berucap " Ya. Aku akan berusaha sekuat tenaga agar kita dapat bekerjasama sampai maut menjemput."
"Umurku 18 tahun, tapi tiga bulan lagi aku akan berusia 19 tahun. "
"Hahaha.. Aku akan berusia 21 tahun bulan depan. Kalo begitu kamu bisa memanggilku kaka dari sekarang. "
Sambil mengacak acak surai pirang milik Leo walaupun Clara masih harus berjinjit, Clara merasa langsung akrap dengan Leo. Entah apa alasan nya , mungkin karena Clara menginginkan adik laki laki sejak dulu kala ?
Menurut kalian Clara terlalu mudah percaya pada Leo ?
__ADS_1
Atau merasa aneh karena Clara lagi lagi menganggap seseorang sebagai adik, padahal sudah pernah di khianati orang yang sudah di anggap sahabat rasa saudara ? Mari simak penjelasan tentang KELOMPOK THE BLACK FIRE.
_______________________________
🔥THE BLACK FIRE🔥
Adalah kelompok yang mirip seperti satu geng dalam dunia mafia. Namun kelompok ini hanya mirip saja penafsiran nya tentang dunia mafia, tetapi kelompok ini tak pernah berhubungan sedikitpun dengan dunia Mafia yang berbahaya dan dapat menjadi bom waktu untuk menghancurkan kelompok mereka. Makanya itu nama mereka hanya *Kelompok* tak ada tambahan geng dan lain sebagai nya.
Kelompok ini juga terbentuk dari anak anak yang terlantar, panti asuhan yang terbengkalai, dan panti asuhan yang di dirikan oleh Leo sendiri. Awal nya saat Leo berumur 11 tahun di daerah *KUMUH*, dia yang masih tinggal di panti asuhan dan mendapatkan kekerasan fisik maupun mental, memilih untuk kabur.
Di sepanjang jalan, banyak anak anak yang sama seperti diri nya. Di buang di daerah kumuh itu. Daerah kumuh adalah sebutan hina pada sebuah daerah yang memiliki sedikit penghuni, itupun yang miskin. Sehingga tempat ini di jadikan sebagai tempat untuk membuang atau menelantarkan anak haram.
Saat melihat anak lain di pukul karena memperebutkan roti yang keras, Leo seakan tak suka dan ikut membela.
Mulai saat itu Leo mengumpulkan semua anak anak yang busung lapar, hampir mati, yang di tindas, dan semacamnya ke panti asuhan yang menyiksa nya dulu. Tapi ada perbedaan nya, yang menjadi pemimpin panti asuhan bukan orang dewasa atau orang lain, melainkan Leo sendiri. Anak kecil yang berumur 11 tahun. Ya, dengan kata lain... Leo membunuh penanggung jawab panti sebelum nya.
Untuk makan sehari hari, mereka memburuh binatang di hutan dekat panti. Untuk minum air, mereka langsung pergi ke air terjun, tempat di mana air nya paling enak menurut mereka karena tampak jernih dan bersih sekalipun air mentah.
Leo terus melakukan hal yang sama sampai tak terasa sudah 500 anak sudah menjadi akrab dengan diri nya, menjadi dekat, mengabdikan diri untuk mengikuti Leo.
Dan seiring berjalan nya waktu Leo beserta 500 anak yang lain berhasil mengumpulkan uang lalu membeli tempat dan tinggal di kota.
Lapangan yang luas, keadaan yang nyaman dan bersih, dan lain nya membuat Leo mau setiap anak merasakan rasa yang sama saat masa kanak-kanak. Sehingga pada usia nya yang ke 14, Leo yang sudah pandai berkelahi, melindungi, dan memiliki keahlian lain nya memilih untuk mengambil alih panti asuhan yang tidak sejalan dengan norma yang ada.
__ADS_1
Karena banyak nya anak anak di bawah tanggung jawab nya, Leo menyewa pelatih pelatih handal untuk melatih dan mengajarkan pada anak anak yang lain cara untuk melindungi diri, tapi siapa yang dapat menyangka bahwa semua anak anak itu menjadi semakin lincah dan lihai dalam ilmu bela diri.
Hal itulah yang membuat Leo seperti memiliki ide untuk membuat kelompok yang di takuti orang, tapi bukan bagian dari dunia Mafia.