
...Beberapa menit kemudian... ...
Klek. Pintu yang di buka oleh Pengurus Feng.
Dokter Robinzon yang baru memasuki kamar Clara langsung merasa tercengang, karena suasana kamar yang sudah tidak bersahabat sama sekali.
"Ini.. Apa yang terjadi sehingga suasana kamar menjadi sangat suram ?" Monolog Robinzon sambil menyapu isi kamar dengan netra nya.
"Tunggu apa lagi ? Bukan kah tugas Mu memeriksa pasien yang sedang sakit ? Kenapa Kamu malah memperhatikan isi kamar milik Clara ? Apakah Kamu sedang cosplay menjadi seorang Detektif yang ingin memecahkan misteri pembantaian atau sejenis nya ?"
Robinzon pun di sirami dengan perkataan tajam nan indah (?) dari Detrian. Saat Robinzon mendekati ranjang Clara, Detrian masih menatap nya dengan tatapan tajam. Sehingga membuat ruang gerak Robinzon seakan terbatasi.
"Tuan Muda..." Tegur Pengurus Feng.
Detrian pun memilih untuk menjauh dari Dokter Robinzon, karena Pengurus Feng telah menegur nya.
Ya walaupun Detrian sudah menjauh dari Dokter Robinzon, tatapan tajam tidak Detrian tanggalkan sedikit pun.
Tapi dengan Detrian yang menjauh, setidak nya membuat Dokter Robinzon merasa lega dan dapat bergerak leluasa dalam melakukan pemeriksaan terhadap Clara.
Selang beberapa menit kemudian, Dokter Robinzon dengan wajah nya yang penuh akan keringat dingin, kini menatap Detrian untuk menyampaikan hasil pemeriksaan yang telah Dia lakukan.
"Untuk penyakit berbahaya saya rasa tidak. Karena saat ini wanita itu terbaring tak berdaya karena tidak mengatur pola tidurnya dengan baik. Seperti nya Dia sudah lebih dari 5 hari tidak tidur malam. Dan tidak makan dengan benar. Saran saya, setelah dia bangun, lebih baik perbanyak mengonsumsi makanan makanan yang bergizi dan penuh akan serat, angar kondisi nya dapat pulih seperti sedia kala. Kalau soal darah, sudah saya pasangkan. Jika isi dari satu kantong darah itu sudah habis, maka tolong lepaskan selang itu dari tangannya. Walaupun Dia sedang mendapat donoran darah, Saya juga sudah memasang infus di tangan yang satu nya. Tinggal menunggu saja saat Dia sadar. Emm, perkiraan Saya, seperti nya Wanita itu akan bangun saat sore hari karena tubuh nya membutuhkan makanan. Suhu tubuh nya juga sudah berkurang karena sudah Saya suntikkan obat penenang. Jadi, Anda sudah bisa tenang."
Detrian hanya mengangguk dan tidak menjawab sepatah kata pun. Detrian seperti sedang berpuasa dalam berbicara, itulah yang ada di pikiran para pelayan dan juga Pengurus Feng.
__ADS_1
Setelah memberikan resep obat pada pengurus Feng, Dokter Robinzon pun dipulangkan. Dan setelah Dokter itu pulang, malah menyisakan Detrian yang menjaga Clara di dalam kamar. Hanya mereka berdua saja.
Para pelayan dan juga Pengurus Feng memilih untuk keluar dalam kamar Clara, karena mereka lebih memilih untuk bernafas dengan lega di luar, dari pada tertekan di dalam kamar milik Clara.
"Apakah kamu harus memaksakan diri mu, sampai melupakan istirahat dan juga makan ? Aku tahu kalau Kamu memang sedang dalam keadaan panik dan cemas, tapi jangan sakit seperti ini. Bukan cuman kamu yang tersakiti saat sakit seperti ini Ra, Aku juga. Apakah kamu akan mengerti perasaan ku ini suatu saat nanti ?"
Setelah mengungkapkan isi hati nya, Detrian pun memilih untuk bekerja (ralat) memeriksa dokumen di dalam kamar Clara.
Detrian tidak mau meninggal kan Clara sedikit pun. Dan Detrian berharap saat membuka mata nanti, yang dilihat pertama kali oleh Clara adalah diri nya. Bukan Pengurus Feng, bukan para pelayan, bukan Leo dan juga bukan anak buah milik Clara.
...*** ...
...Sore hari pukul 16:00. ...
Clara membuka netra nya. Pandangan yang awalnya blur makin lama makin nampak jelas saat Clara memejamkan mata nya berkali kali. Langit-langit kamar yang berwarna putih menjadi objek yang dilihat oleh Clara saat penglihatan nya menjadi lebih jelas.
"Hei, apakah Aku mengalami kecelakaan lalu lintas ? Tapi setahu Ku, Aku tidak kemana-mana setelah dari rumah kaca. Aku tertidur dan terbangun di dalam kamar Ku yang sama. Namun kondisi nya yang tampak berbeda, Apakah Aku mengalami perputaran waktu yang cepat?" Monolog Clara pada diri nya sendiri, di mana sedang mempertanyakan apa yang terjadi sebelum nya.
"Waah, pemikiran Mu sungguh kreatif sekali Clara. Dan juga Aku merasa kagum dengan dirimu, di mana yang tidak tidur selama lima hari lima malam lebih."
Perkataan Detrian langsung menyambar pendengaran Clara, dan itu membuat atensi coklat muda yang awal nya hanya menatap tangan di depan nya, langsung menatap samping kanan tempat tidur. Dan Clara sedikit terkejut saat melihat ada Detrian di sana.
Namun bukan nya meminta penjelasan, Clara malah buka suara pada hal lain. "Aku rasa kamu salah dalam ucapan Mu tadi. Bukan 3 hari, tapi 7 hari tujuh malam." Dikte Clara dengan ekspresi wajah yang bangga karena tidak tidur selama 7 hari 7 malam.
Kenyataan itu disampaikan oleh Clara, dan hal itu berhasil membuat Detrian tidak berkedip sedikitpun. Kini Netra Detrian hanya memelototi Clara, dan Clara yang baru sadar bahwa diri nya salah berbicara, langsung masuk ke dalam mode akting.
__ADS_1
"Ughhh.. Kepala ku rasa nya seperti terbelah." Ringis Clara sambil memegang kening nya.
Bukan nya merasa kasihan dan khawatir, Detrian malah berkata "Bersyukurlah karena terasa seperti terbelah, namun tidak terbelah sungguhan." Ujar Detrian dengan tatapan yang sudah tidak bersahabat lagi. Seperti nya Detrian juga sudah tau bahwa saat ini Clara sedang berakting.
Clara yang sadar bahwa di sini diri nya yang salah, kini langsung menunduk dan mentautkan jemari nya satu sama lain, sambil bersuara kecil. "Maaf." Kata nya
"Aku tidak dengar." Ujar Detrian dengan mata yang semakin di sipit kan saat melihat ke arah Clara.
"Maaf." Kata Clara lagi dengan intonasi suara yang dinaikkan satu level
"Masih belum kedengaran." Seru Detrian yang seperti nya sudah masuk kedalam mode bercanda.
Clara yang sudah meminta maaf sebanyak dua kali pun kini merasa kesal, dan dengan tangan yang masih dibalut dengan perban, Clara menarik kerah baju Detrian hingga jarak antara wajah nya dan wajah Detrian hanya berjarak satu jengkal saja.
"Aku minta maaf." Ujar Clara dengan intonasi tegas, di mana diri nya menatap Netra Detrian lekat lekat
Pandangan mereka berdua beradu, dan tiba-tiba ruangan yang tadi sudah mulai terisi oleh suara, kini dilanda oleh keheningan lagi. Detrian sudah tidak memasang wajah yang memerah atau yang salting, namun kali ini sepertinya Detrian semakin agresif.
"Jika kamu masih bernafas seperti itu di hadapan ku dalam durasi 10 detik, jangan salahkan aku mengambil first kiss Mu."
Mendengar perkataan dari Detrian awal nya membuat Clara tidak konek karena belum mengerti, namun lebih tempat nya belum mencerna baik-baik apa yang dikatakan oleh Detrian karena faktor baru bangun tidur.
Setelah 5 detik, netra Clara membulat dan Clara pun langsung melepaskan tangan yang menggenggam kerah baju Detrian.
"Kupikir kamu tidak mau melepaskan kerah baju Ku Ra. Aku kira kamu sudah mengizinkan aku untuk mengambil First Kiss Mu. Ternyata masih jauh dari yang Aku pikir kan." Kata Detrian sambil membenarkan posisi baju nya yang tampak sedikit miring, karena di hentakkan oleh Clara tadi.
__ADS_1
"HUH.. Jangan harap segampang itu." Jawab Clara sambil membuka perban putih yang ada di tangan nya. Entah kenapa itu terasa tak nyaman bagi diri nya.