
Media massa mempertanyakan hal itu, bukan kah beberapa hari yang lalu Jodi dan Sonya menyampaikan dengan bangga dan percaya diri bahwa mereka akan segera menjadi Raja dan Ratu Abelia ?
Bukankah jika di tunda sekarang, maka akan di nobatkan pada hari apa ? Setelah Sehari ? Seminggu ? Sebulan ? Setahun ?
Masyarakat yang ada di bawah naungan dan kekuasaan kerajaan Abelia mempertanyakan hal itu berkali kali di web resmi kerajaan Abelia.
Namun tak ada yang dapat membalas atau memblok komentar komentar negatif seperti dulu lagi. Karena kelompok yang bertugas akan hal itu telah lenyap dari muka bumi ini.
Yang bisa Jodi dan Sonya lakukan adalah membaca komentar komentar dari masyarakat, dan membanting hp atau tablet mereka berkali kali. Sungguh kasihan hp dan tablet yang tak tau apa apa, namun menjadi pelampiasan dari Jodi dan Sonya.
...***...
...Tiga minggu kemudian....
Karena tak mau berlama lama dalam keterpurukan yang amat menjengkelkan, dengan mengeluarkan uang yang lumayan banyak lagi, Jodi dan Sonya berhasil mendirikan kembali lima kelompok yang pernah musnah itu. Yang tentu nya pasti dengan orang orang baru juga.
Mereka berdua tidak terlalu merasakan frustasi lagi dan mendapatkan perasaan lega.
Karena lima kelompok yang sempat hilang kini telah di bangun lagi. Satu hal yang tidak mereka tau dan tidak mereka sadari adalah, semua orang yang masuk ke lima kelompok itu adalah anak buah dan orang orang kepercayaan Clara. Yang sudah tidak di ragukan lagi kesetiaan mereka pada Clara.
Lalu jika selama tiga minggu itu di habiskan Jodi dan Sonya dengan mendirikan ulang lima kelompok mereka, berbanding terbalik dengan Detrian dan Clara yang sibuk menyusun rencana dan lain sebagai nya, dalam menyongsong kedatangan peperangan dari kerajaan Abelia yang sedang colab dengan kerajaan Achete.
Lalu di saat Detrian dan Clara sedang di sibukkan dengan banyak nya persiapan yang harus segera di matangkan, datanglah sebuah masalah tanpa memberikan peringatan atau notifikasi sebelum nya.
...***...
...Malam hari, pukul 12:45....
Detrian baru pulang dari urusan bisnis nya yang mengakar di dunia malam.
__ADS_1
Dunia malam adalah istilah bagi organisasi yang bekerja secara legal dan ilegal, namun yang paling banyak menyebar adalah ilegal.
Penjualan obat obat terlarang, senjata senjata, saling membunuh dan di bunuh, dan masih banyak lagi.
Detrian sengaja menjerumuskan diri ke dalam dunia malam, karena dia tak bisa menampakkan diri di siang hari atau di kantor.
Karena demi menghindari desakan pernikahan dari kerajaan Achete, Detrian memberitahukan bahwa diri nya sakit berat dan hanya dapat terbaring di dalam kastel. Berkat itu, Detrian dapat hidup dengan tentram lima tahun terakhir ini.
...Klek....
...Pintu yang di buka....
Semua pelayan langsung membungkukkan badan mereka dari pintu masuk sampai ke anak tangga, dan menunjukan rasa hormat mereka.
Sedangkan Detrian sambil mengecap permen di mulut nya, berjalan penuh percaya diri namun bersikap santai. Lalu di kemeja putih nya itu, terdapat sedikit bercak merah.
Lalu dari lantai atas, Clara berlari dengan wajah yang tampak sedikit pucat dan ekspresi wajah yang tidak tampak seperti biasa nya.
Para pelayan langsung mendapat kode dari Detrian untuk bubar, karena Detrian ingin melihat reaksi Clara yang panik dan khawatir karena diri nya seorang diri saja.
Bahkan Detrian menampakkan senyum tipis di wajah nya, karena tak bisa membohongi perasaan bahagia nya saat ini...
"Detrian... " Panggil Clara yang tinggal menuruni tiga anak tangga lagi.
Taak Taak Takk.. Langkah kaki itu terdengar cukup jelas di pendengaran Detrian.
PLAK.
__ADS_1
Tamparan dari tangan Clara pun mendarat sempurna di pipi kanan Detrian dengan bunyi yang membuat pendengaran Detrian berdenging.
Siapa yang dapat mengetahui, bahwa terkadang pemikiran yang ada di benak kita, dan kesimpulan dari setiap tindakan yang kita lihat, tidak selama nya menjiplak lurus lurus dengan apa yang di pikirkan.
Detrian yang berharap mendapatkan perhatian dan kecemasan yang di tampakkan oleh Clara pun hanya bisa termenung, karena yang terjadi saat ini sudah sangat amat lari dari ekspektasi.
Dengan badan yang sangat capek dan letih karena mengurus beberapa masalah di dunia malam tadi, membuat otak Detrian tidak bisa berpikir logis lagi.
"Clara... Kamu-"
"IYA AKU. " Ujar Clara yang langsung memotong perkataan Detrian. " AKU TUH UDAH PERCAYA SAMA KAMU DETRIAN. KALO KAMU MERASA SANGAT TERBEBANI DENGAN MEMBANTU AKU, YA TINGGAL KASIH TAU AJA KALI. GAK USAH NGUSIR AKU DENGAN CARA KAYA GINI. "
Dengan emosi yang sudah tak terbendung lagi, Clara melampiaskan rasa kesalnya dengan ekspresi wajah yang sudah tak terkontrol sama sekali.
Detrian tidak mengerti dengan pokok pembicaraan ini.
Pasalnya, bagaimana mungkin Detrian mengusir Clara yang belum dia miliki ? Padahal Detrian sedang berusaha setengah mati agar dapat memiliki Clara sepenuh nya. Jadi, sebenar nya apa yang terjadi saat ini ?
"RA... INI KENAPA SIH ? KAMU KENAPA ? " Dengan suara yang tak kalah lantang, Detrian berusaha agar emosi nya dapat dia kontrol sampai menyelesaikan pembicaraan yang pokok nya saja tidak Detrian ketahui.
Mendengar perkataan dari Detrian membuat Clara menggigit bibir bawah nya karena merasa sangat emosi dan frustasi.
"JANGAN PURA PURA BEGO DEH. YANG NGASIH TAU MEREKA BERDUA KAMU KAN ? KAMU KAN YANG KASIH TAU KE MEREKA KALO AKU MASIH HIDUP ?! KAMU KAN ? IYA KAN ? KAMU YANG NGASIH TAU SI SAMPAH JODI DAN SONYA TENTANG AKU KAN DETRIAN ? "
Teriak Clara menjelaskan segala nya, dan membuat pikiran Detrian hanya di penuhi dengan satu pertanyaan.
"JADI... SAMPAI DETIK INI, KAMU BELUM PERCAYA SAMA AKU CLARA ? "
Dengan raut wajah yang mulai berkerut, Detrian menanyakan pertanyaan yang memenuhi otak nya sedari tadi.
__ADS_1
"AKU PERCAYA SAMA KAMU DETRIAN ! TETAPI DENGAN KENYATAAN SI DUA MANUSIA SAMPAH ITU TAU, BERARTI DARI KAMU DONG INFO NYA ! KARENA MAU DI JUNGKIR BALIKKAN SEPERTI APAPUN, YANG TAU TENTANG IDENTITAS AKU ITU HANYA KAMU DETRIAN ! HANYA KAMU ! " Netra Clara memerih, seakan ada yang menyiram air cabai di bola mata nya. Namun sekuat tenaga Clara menekan agar air mata nya tak keluar.