
Bahkan jumlah, kegiatan, dan kebiasaan dari kelompok Rick Devil di beritahukan oleh mata mata L secara rinci seolah sedang mengetik sebuah pertanyaan di Google.
Clara dan Leo masih berjalan santai menyusuri jalan tol yang rapi dan terlihat sangat terurus itu, yang sebentar lagi akan hancur.
"Nomor 1 di sini, aku sudah berada di sisi barat yang dekat dengan gudang senjata. Over."
"Nomor 2 di sini, aku sudah berada di sisi timur dan berada di atas pohon yang berada di pusat pengumpulan alternatif bom. Over. "
"Nomor 3 di sini, aku sudah berada di sisi Utara dekat dengan tower penghantar sinyal handphone. Over."
"Nomor 4 di sini, aku sudah berada di sisi Selatan yang tempat nya dekat dengan pusat pengontrol pengiriman pesan darurat. Over."
Dan tim alpha nomor 5 sampai 10pun memberitahukan posisi mereka yang sudah berada di masing masing titik.
Ke sepuluh orang itu menempati di titik Utara, Timur Laut, Timur Tenggara, selatan, Barat daya, Barat, Barat laut, dan tiga sisi yang menjadi penghubung yang dapat membentuk formasi mengepung yang sempurna.
Setelah mendengar laporan dari masing masing anak buah terlatih nya dengan nama samaran angka 1-10 agar dapat menghemat waktu saat melapor , Clara menampakkan smirk dan berucap " Maka lakukan lah tugas kalian." Perintah Clara dengan wajah yang sangat antusias.
"BAIIIIKKK !! " Seru ke 10 orang itu dengan kompak.
"Satu... "
"Dua... "
"Tiga ! "
Dan pada hitungan Clara yang ke tiga, langsung terdengar bunyi yang Clara nantikan sedari tadi.
"BOOOOOOOOOOMMMMMMMMMM ! "
"BOOOOOOOOOOMMMMMMMMMM ! "
"BOOOOOOOOOOMMMMMMMMMM ! "
__ADS_1
"BOOOOOOOOOOMMMMMMMMMM ! "
"BOOOOOOOOOOMMMMMMMMMM ! "
"BOOOOOOOOOOMMMMMMMMMM ! "
"BOOOOOOOOOOMMMMMMMMMM ! "
"BOOOOOOOOOOMMMMMMMMMM ! "
"BOOOOOOOOOOMMMMMMMMMM ! "
"BOOOOOOOOOOMMMMMMMMMM ! "
10 Ledakan terdengar di masing masing sudut. Suara bom yang timbul sangat keras sampai sampai dapat di dengar lima KM dari lokasi kejadian.
Tapi memangnya akan ada orang yang datang ? Polisi ? Warga setempat ? Dan aparat keamanan lain nya ? Come on Guys, ini di daerah sunyi. Daerah yang terbengkalai. Itu adalah hal yang mustahil.
Tapi mereka dapat meminta batuan dengan menelepon atau mengirim pesan darurat pada bos mereka atau pada orang yang memungkinkan, tapi tentu tak bisa. Karena semua sinyal komunikasi telah rusak karena bom tadi.
Lalu Clara langsung mengangkat satu jemari nya ke atas dan bergumam "Hujan", lalu hujan pun langsung turun dan hanya membasahi tempat di mana api berkobar. Tingkat pengendalian kekuatan Clara memang sudah sangat bagus.
Semua anggota Rick Devil yang dulu nya berjumlah 100 orang, kini tersisa 60 orang. Karena ledakan dan nyala api yang bertahan lima menit tadi telah menewaskan 40 orang yang sedang berpatroli dan berjaga.
Sisa 60 orang lain nya langsung berkumpul di aula utama yang berada di tengah, dengan kepanikan yang tak dapat di gambarkan sedikit pun.
Ingin berjaga dan melindungi diri dengan senjata, tentu saja mustahil. Karena gudang senjata telah hancur dan hangus tak tersisa.
Ingin meminta bantuan, namun telah terjadi gangguan sinyal yang tak memungkinkan mereka untuk meminta pertolongan. Mereka semua dalam keadaan panik.
"APA YANG TERJADI INI ? "
" BAGAIMANA MUNGKIN GUDANG SENJATA KITA TELAH MUSNAH ? "
__ADS_1
"JARINGAN PUN BERMASALAH ! TEMPAT PENGIRIM PESAN DARURAT JUGA TELAH RUSAK "
" SEMUA NYA... SEMUA YANG DAPAT KITA GUNAKAN SAAT INI UNTUK MELINDUNGI DIRI DARI MUSUH JIKA DATANG TIDAK TERDISA SEDIKITPUN. BAGAIMANA INI ? APA YANG HARUS KITA LAKUKAN ? "
"BAGAIMANA JIKA KITA SEMUA PERGI DARI SINI ? "
"KAU GILA ? JIKA KITA KELUAR, MAKA KITA AKAN MASUK DALAM PERANGKAP MUSUH. LEBIH BAIK KITA TETAP DI DALAM, AGAR MUSUH KITA MENGIRA BAHWA KITA MEMILIKI SENJATA UNTUK MELAWAN MEREKA. "
KLEK.
Pintu yang terbuka di tengah riuh nya suara panik dan teriakan dari masing masing orang yang berada di dalam gedung utama itu.
Semua netra langsung tertuju pada pintu yang baru terbuka.
Terlihat jelas 10 orang dengan memakai seragam yang bermodel sama berwarna hitam dengan senjata yang lengkap di badan mereka.
Dan di antara ke 10 orang itu, ada wanita cantik yang memancarkan aura misterius dan tatapan datar penuh dendam pada 60 orang yang berada di dalam ruangan itu.
Apalagi bagi lima orang berbadan kekar yang berdiri paling depan di antara yang lain nya.
Mata Clara seakan akan terbakar rasa emosional saat melihat wajah lima orang yang tak asing dan sangat amat di kenal nya.
Walaupun pada malam itu langit sedang gelap, namun Clara dapat melihat dan mengingat dengan jelas wajah ke lima orang itu.
"KALIAN TIDAK PERLU REPOT REPOT KELUAR. KARENA AKU DAN ANAK BUAH KU DENGAN SENANG HATI AKAN MASUK KE DALAM SINI DEMI KALIAN SEMUA. "
Ujar Clara sambil menatap wajah keseluruhan dari 60 orang anggota Rick Devil yang tersisa itu dengan tatapan datar namun memberikan rasa Takut, tak aman, tak nyaman, dan membuat bulu badan mereka semua berdiri secara kompak dan di timing yang bersamaan.
Ke 60 orang yang ada di berada di dalam ruangan itu sontak secara naluri mundur ke belakang, mereka seakan merasakan bahaya dan terancam punah. Eh mati.
"Hem ? kalian kenapa dengan kompak mundur kebelakang sih ? Lagi nostalgia tentang cara paskibraka apa gimana ? " Sambil memiringkan kepala nya , Clara merespon tindakan mereka dengan berpura pura polos.
Salah satu anggota dari ke 60 Rick Devil itu karena sudah tak tahan karena di sudut kan, langsung angkat bicara dengan nada suara yang menusuk masuk ke pendengaran.
__ADS_1
" SIAPA .... SIAPA KALIAN ? APAKAH KALIAN TAK TAU BAHWA KAMI BEKERJA DI BAWAH NAUNGAN KERAJAAN ABELIA? KALIAN TAK TAKUT BAHWA KALIAN AKAN DI INCAR DAN DI BUNUH ?"
Gertak nya dengan isi yang tentu saja kosong, karena logika nya itu kalian kan yang menjadi pekerja di bagian pembunuhan.