I Am The Queen

I Am The Queen
#41.


__ADS_3

Detrian dan Clara langsung masuk kamar itu, di ikuti oleh pengurus Feng dari belakang. Saat mereka sudah masuk, anak muda yang di selamat kan tadi sedang berdiri di sudut ruangan karena  sedang waspada pada dua pelayan wanita yang membawakan makanan.


"Maafkan kelalaian saya Nona, karena pria itu tidak mau makan dan minum saat siuman dari 30 menit yang lalu. Bahkan saya dan teman saya kelabakan dalam membujuk nya, " lapor pelayan wanita yang tadi Clara percayakan untuk menjaga anak muda itu.


Mendengar laporan dari pelayan itu sontak membuat Clara menghela nafas panjang karena sudah pasti Clara yang harus menyelesaikan ini.


Sedangkan Detrian sudah duduk di Sofa, dan pelayan Feng menyeduh kan kopi untuk nya. Detrian penasaran sekali, bagaimana cara Clara mengatasi hal yang merepotkan ini.


Clara menggerakkan jari telunjuk nya, dan ke dua pelayan wanita itupun langsung menyingkir dari hadapan Clara, dan membiarkan Clara bertatap langsung dengan anak muda yang sedang memasang wajah masam nya itu.


"Kenapa kamu tidak makan ? Ah, untuk menghargai kerja keras mereka.. " Sambil menunjuk ke arah dua pelayan wanita tadi "... Setidaknya makan lah beberapa suap nasi dan teguk lah beberapa liter air. Itu akan terlihat lebih masuk akal dan sopan." Ujar Clara yang membuka obrolan nya, seperti seorang Kakak yang sedang memarahi Adik nya yang sudah sangat kelewatan.


"Heh, Bagaimana Aku tau bahwa di nasi dan air itu tak ada racun nya hah ? " Dengan nada mengejek, anak muda itu tak gentar sedikit pun ada perkataan Clara.


"Pikirkan lah. Untuk apa Kami menyelamatkan Mu hanya untuk membuat Mu mengkonsumsi racun ? Astaga.. Jika Aku tau sifat Mu tak ada sopan sopan nya, Aku akan membiarkan Mu mati dengan banyak nya luka tembakan di badan tadi. Haahh... Aku menyesali perbuatan Ku yang tidak memikirkan yang akan terjadi selanjut nya. "


Sambil menghela nafas, Clara pun sadar bahwa anak muda yang ada di depan nya ini sangat keras kepala seperti kucing liar.


Anak muda itupun baru sadar bahwa tadi dia sempat terlibat pertarungan, yang membuatnya mendapat banyak luka tembak dan pendarahan yang lumayan. Tapi aneh nya, sekarang tak ada sedikitpun luka di tubuh nya. Perban saja tak ada, seperti mendapatkan penyembuhan dengan cara yang tak bisa Dia pikirkan lagi.


"Silahkan keluar. Setelah dari pintu belok kanan, berjalanlah sekitar 100 meter, turuni anak tangga, lalu belok kiri sejauh 200 meter. Kamu akan keluar dari kastil ini, dan bebas mau melakukan kebiasaan Mu seperti sebelum nya. "


Di tengah rasa bingung yang tiba tiba mampir di benak anak muda tadi, Clara langsung mengusir nya dengan gaya. Tidak terdengar kasar, namun  sangat tertohok saat masuk ke pendengaran si pemuda.


"Kepala pengurus Feng, kalau bisa antar Dia. Kasian kalo dia tersesat di rumah kaca, bisa jadi dia menghancurkan bunga bunga itu seperti dua vas yang di pecahkan di ruangan ini. " Perintah Clara yang mulai membalikkan badan dan menatap sekilas pecahan vas bunga yang masih terpampang jelas di atas lantai.


"Baik." Jawab pengurus Feng.

__ADS_1


Clara pun mulai melangkahkan kaki agar dapat keluar dari kamar itu.


"TUNGGU !!! " Tapi teriakan dari anak itu membuat Clara menghentikan pergerakan nya.


"Ada apa ? " Dengan tatapan dingin dan raut wajah yang berbeda, reaksi Clara berhasil membuat anak muda tadi bergetar ketakutan.


"I.. Itu.. Aku minta maaf.. . " Mental anak muda tadi langsung menciut, dia seperti anak kucing yang sedang berhadapan dengan Harimau ganas yang siap menerkamnya.


"Pfffttt... " Dan Detrian pun hampir pecah tawa nya, karena respon dari anak muda itu saat melihat perubahan ekspresi Clara benar benar sangat lucu bagi nya.


"Maaf untuk apa ? " Masih belum berbalik, Clara hanya menoleh dengan ekspresi yang sama.


"Ma.. Maaf karena sudah memecahkan vas bunga ini. Maaf karena Aku tidak menghargai kerja keras dari dua pelayan wanita tadi, dan maaf karena Aku berbicara dengan nada tinggi pada Mu yang menolong hidup Ku. " Sambil menunduk, pemuda itu menjabarkan kesalahan nya satu per satu.


"HAHAHA... HAHAHA....." Tawa Detrian tak tertahankan lagi, karena baru kali ini Detrian melihat Clara memakai cara yang ribet, hanya untuk menundukkan satu orang bocah.


"Ti... Tidak.. Aku.. Aku  hanya menertawakan anak muda itu.. " Jawab Detrian kelabakan mencari alasan yang masuk akal.


"………" Clara masih diam dan menatap Detrian dengan tatapan yang di pertajam dari sebelum nya.


Dan hal itu membuat dua Keringat dingin melesat cepat dari pori pori wajah nya. Detrian tak sanggup lagi pada tatapan mata Clara yang sangat intens itu, karena bukan nya takut pada Clara, jantung Detrian seakan kehilangan kendali saat di tatap seperti itu oleh Clara.


Dan melihat perubahan reaksi pada Tuan muda kecil nya, membaut pengurus Feng menampakkan senyum lebar dan sedikit menahan tawa, karena baru kali ini dia melihat Detrian kelabakan dalam bertingkah.


"A...I.. Itu.. Apakah aku boleh berbicara ? " Di tengah jantung Detrian yang sedang berguru, pertanyaan anak muda tadi menyelamatkan diri nya dari tatapan Clara. Clara yang sadar pun langsung berjalan ke arah anak muda itu dan meninggal kan Detrian di sofa.


"Astaga.. Aku terselamatkan. Aku akan berterima kasih pada bocah itu nanti.. Hah... Akhirnya dapat menghirup nafas dengan perasaan yang tidak tertekan. Cewek kalo lagi marah itu kenapa selalu menyeramkan sih ? "

__ADS_1


Batin Detrian sambil menampakkan wajah ngeri membayangkan wajah Clara yang tidak berubah sedikit pun saat mendengar tawa dari Nya tadi.


"Apa yang ingin kamu bicarakan ? " Kali ini Clara bertanya dengan tatapan mata yang tidak terlalu tajam lagi, seolah sudah menurunkan emosi nya yang bergejolak ke sana ke mari.


"Dengan apa Kamu menolong Ku ? Kenapa tak ada luka bekas jahitan dari peluru yang di angkat dari tubuh Ku ? Dan kenapa banyak nya bekas luka di tubuh Ku ikut menghilang ? "


"Aku tak bisa menjawab apalagi menjelaskan pada anak muda yang baru Aku temui. Kamu sudah siuman dan sembuh, biarkan pengurus Feng mengantar Mu keluar, karena Kamu tak mau berlama lama di sini bukan ? "


"Tidak.. Tunggu.. Aku tak bisa pergi begitu saja setelah mendapat pertolongan dari Mu. Aku tak suka berhutang budi pada seseorang. "


"Dengan apa Kamu membalas Ku ? Aku tak butuh uang atau aneka barang aneh lain nya. Cukup dengan Kamu meninggalkan tempat ini, sudah dapat membalas kebaikan Ku barusan."


"Tidak... Aku tak mungkin membiarkan hal seperti itu terjadi pada orang yang menyelamatkan nyawa Ku yang sudah berada di ujung kehidupan tadi."


Sambil menaikan satu alis mata nya, Clara bertanya dengan sedikit rasa penasaran. "Lalu apa ? "


Anak muda itu bertekuk lutut, dan menundukkan kepala di hadapan Clara, lalu berkata... "Jadilah pemimpin dari kelompok Kami. "


"Kelompok .u ? Kelompok apa ? " Kali ini rasa penasaran Clara semakin bertambah.


Anak muda itu menengadahkan kepala nya, dan menjawab Clara dengan penuh hormat.


"KELOMPOK THE BLACK FIRE "


"Puuufffftt..... " Detrian menyemburkan kopi yang baru dia teguk karena kaget dan syok mendengar perkataan anak muda itu. Ah, lebih tepatnya saat mendengar nama dari kelompok nya.


"........ " Sedangkan Clara hanya membulatkan mata nya lebar lebar, tampa berbicara sedikitpun, seolah rasa kaget nya saat ini sedang sangat mendominasi.

__ADS_1


__ADS_2