I Am The Queen

I Am The Queen
#18.


__ADS_3

Karena merasa sejuk dan sudah enakan, akhir nya Clara mendapatkan momen berbicara dengan sangat nyaman.


"Apakah Aku dapat membuat guntur, kilat, dan hujan dari kejauhan 1-10 KM atau lebih dari tempat yang Aku pikirkan ? "


"Tentu saja bisa, tapi Kamu harus berlatih dulu. Agar insting Mu semakin kuat, dan Kamu dapat mengontrol kekuatan Mu dari kejauhan Clara. Tak ada yang mudah,  tak ada yang instan kecuali indomie dan beberapa makanan lain nya di zaman ini Clara." Jawab Gres sambil menyebut produk produk dalam negeri mungkin ??


"Aaah... Lalu.... " Clara menggantung perkataan nya lagi.


Lagi dan lagi Clara tak sanggup mengutarakan hal yang ada di pikiran nya.


"Katakan saja Clara.Tak ada yang akan menyerang Mu dengan kekuatan saat ini, jika Kamu berkata salah. Dan sekalipun ada yang menyerang Mu karena salah, Aku sendiri yang akan melawan nya. Mengerti ? " Gres berusaha meyakinkan Clara sambil mengelus surai hitam panjang nan lembut milik Clara.


"Itu, Aku hanya ingin bertanya. Apakah di khayangan sana para Semi Dewa Dewi dan Para Dewa Dewi memiliki kekuatan yang berbeda beda ? " Dengan tatapan penuh tanya, Clara menyuarakan isi hati nya.


"Tentu saja kekuatan dari masing masing Semi maupun para Dewa Dewi itu berbeda bodoh." Jawab Gres sambil mencubit pipi Clara yang kenyal layaknya jeli.


"Ah, kalo begitu Aku bisa menganalisa bagaimana pengertian garis besar maupun garis kecil di tatanan khayangan. Semoga aja gak salah. "


"Anak pintar. " Puji Gres sambil mengacak surai hitam milik Clara yang halus dan lembut itu lagi.


***


Setelah Clara mendapatkan pinjaman kekuatan dari tiga Semi Dewa Dewi itu, Clara mendapatkan pelatihan singkat dari masing masing mereka (Gali, Gisel, dan Gres).

__ADS_1


Cara mengontrol kekuatan, memunculkan nya, menstabilkan pikiran dan memfokuskan konsentrasi. Semua nya sangat sulit dan menguras kinerja otak dan otot.


Sehingga lima jam pun akhir nya berlalu begitu saja, dan alhasil saat ini Clara sedang terkapar di tanah karena sangat lelah dan tak punya kekuatan lagi untuk berdiri.


"Hah.... Hah... Hah.. " Nafas Clara yang ngos ngosan karena benar benar capekkk.


"Selama satu jam ini, apakah ada sesuatu yang kamu sadari Clara ? " Dengan nada serius, Gres menanyai Clara yang masih ngos ngosan.


"Entahlah dengan pengontrolan kekuatan, satu hal yang pasti. Aku akan sangat kelelahan setelah menggunakan tiga kekuatan sekaligus dalam jangka waktu yang lama. Hah... Hah... Hah... Hah..Entah sampai berapa lama aku akan fit kembali. "


Clara pun menjawab dengan sejujur jujur nya. Karena tak ada guna nya juga jika berbohong pada tiga semi Dewa Dewi yang telah membantu nya sampai sejauh ini.


"Ah, kemampuan mengamati Mu semakin tajam yaah. Baguslah, akhir nya Aku dapat membanggakan seseorang yang telah resmi menjadi murid Ku di Khayangan nanti. " Dengan senyum bahagia dan sangat amat semangat, Gres membuat beberapa gerakan balet, tanda bahwa Dia sangat bahagia.


"Emm.. Tumben banget otak Kamu menghasilkan usulan yang berguna." Sambil mengontrol serpihan awan yang sedang mengelilingi badan Clara, Gres mengomentari usulan Gali. Padahal Gali nya lagi gak kumat, eh malah di korek lagi. Ujung ujung nya pasti pusing sendiri kan ?


"Huh.. Aku itu sebenarnya pintar, sangat pintar malah. Ah lebih cocok itu dengan sebutan Genius. Jadi kalian gak usah mandang Aku dengan tatapan kagum dong, " sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatak, Gali berspekulasi sendiri. Lagi lagi memuji diri sendiri.


Percaya diri memang boleh, tapi setidak nya jangan menghiperbolakan suatu fakta yang sudah di ketahui dengan jelas oleh Gres dan Gisel.


"Clara bagaimana perasaan Kamu ? Udah mendingan kan ? Pengobatan dari serpihan awan itu tak ada dua nya loh. " Gisel memilih mengecek kondisi Clara, karena bacotan Gali membuat mood Gisel langsung melayang jauh ke angkasa.


"Yaah, Aku merasa sudah lebih baik. Bahkan jauh lebih baik dari sebelum nya, terima kasih. Dan juga, terima kasih karena sudah menghawatirkan Aku. " Dengan senyum simpul sempurna, Clara mengucapkan setiap kata nya yang sangat tulus pada Gres dan Gisel.

__ADS_1


"Sama sama... " Gres dan Gisel dengan kompak nya memberikan jawaban pada Clara, dengan senyuman limited edition (Yang jarang mereka tampilkan di Kahyangan, apalagi di hadapan Gali. Lebih tidak ada harapan lagi).


"Huwaa.. Kalian bertiga lagi lagi menikmati dunia kalian sendiri tanpa mempedulikan Aku. Jahat banget tau gak? Haishh, Aku kira hubungan kita spesial, ternyata itu hanya pemikiran Ku sendiri saja."


Gali yang merasa tak di respon dan di abaikan pun mulai mengeluarkan kemampuan akting nya yang mengancam Artis yang berada di posisi pemenang piala oskar sebagai Artis terbaik.


"Sadarilah jenis kelamin Mu baru bertingkah Gali. Karena bikin malu tau gak ?!" Gisel yang sudah merasa muak dengan drama Gali yang sok tersakiti itu menyuarakan kalimat demi kalimat yang ekstra pedas.


"Haissh, Aku rasa saat Kita tiba di kahyangan nanti, Kamu harus menulis buku tata krama sebanyak 100 bab Gali. Karena dengan Kamu yang kaya gini, bisa bikin reputasi Semi Dewa Dewi saat ini ataupun yang akan datang, hancur total tak tersisa. "


"..... " Gali yang merasa bodoh telah berakting secara berlebihan di depan Clara, Gisel, dan Gres pun akhir nya menyadari kesalahan nya, dan terduduk dengan mata yang berair.


Gali cengeng ? Tidak Brother. Menulis kembali buku tata krama sebanyak 100 bab itu sudah sama dengan 10 buku cetak di sekolah sekolah, yang termuat 1.000 halaman di dalam nya per buku. Dan itu berarti Gali akan mendekam di rumah nya sendiri selama satu bulan, benar benar hukuman yang selalu di dapat Gali dari beberapa tahun yang lalu.


*Prok... Prok... Prok.. * Tiga kali Gres menepuk tangan nya. Dan pohon pohon yang rubuh, tanah yang terbelah, batu batu besar yang sudah hancur, kembali menjadi satu seperti sedia kala. Gres memang sangat ahli di bidang ini.


"Baiklah, sekarang Aku sudah membereskan segala kekacauan. Saat nya Kita bertiga kembali. " Gres langsung menoleh pada Gali dan Gisel, dan di jawab dengan satu anggukan kepala, karena sudah paham dengan maksud nya Gres. Sudah waktu nya untuk mereka naik lagi ke khayangan.


DEG... DEG... DEG... DEG...


Detak jantung Clara mulai tak teratur semenjak mendengar bahwa Gres dan dua lain nya akan pulang saat ini juga.


Entah karena terlalu bersemangat, atau karena kekuatan tiga Semi Dewa Dewi yang belum menyerap sempurna, sehingga membuat Clara sendiri kesusahan dalam mengkntrol detak jantung nya yang berdebar kencang.

__ADS_1


Saking berdebar nya, membuat darah yang di pompa semakin banyak, dan Clara mulai kesulitan dalam menarik nafas.


__ADS_2