
Sambil memutari bibir gelas teh dengan jari telunjuk nya, Clara menjawab Detrian dengan sangat mudah, dan dengan tampang masa bodoh.
Detrian yang merasa sudah kalah langsung meletakkan gelas teh nya di atas piring kecil dan mengubah raut wajah menuju ke mode serius.
Mengartikan bahwa dia akan membahas masalah serius yang berhubungan dengan Clara, dari pada harus berusaha mencari bahasa yang dapat membuat Clara kalah debat.
"Baiklah, kita sudahi acara minum teh dengan penuh canda tawa tadi. Aku langsung saja.. Jadi, apa jawaban Mu Clara ? Apakah kamu mau Aku membantu Mu dalam balas dendam ? "
Detrian dengan intonasi yang sangat tertata rapi, mengajak Clara untuk masuk ke dalam suasana serius.
"Entahlah Detrian..." Bukan jawaban pasti. Clara malah memberikan jawaban yang terdengar seperti Diri nya akan menolak bantuan Detrian.
"...Di satu sisi Aku sangat amat bersyukur mendapat pertolongan dari Mu seperti yang kak Gres katakan. Namun di sisi lain, Aku tak bisa percaya begitu saja pada Mu. Memang Kamu adalah keturunan dari Kerajaan Roman yang tak tamak seperti yang di ketahui semua pihak. Namun semua nya dapat berubah seiring berjalan nya waktu, watak dari satu Raja ke Raja lain nya dalam satu tatanan garis keturunan tidak selama nya sama. Dan karena Aku sudah melewati peristiwa yang sangat amat memilukan, kini Aku tak bisa mempercayai siapa siapa lagi Detrian... "
Clara berhenti berkata lagi, jari telunjuk nya juga berhenti berputar di atas gelas teh. Sinar yang terpancar dari netra nya beberapa menit yang lalu saat bercanda, kini tampak redup dan kehilangan fokus.
"... Karena Aku tau, Aku hanya bisa mempercayai diri Ku sendiri di dunia ini. Jangan kan mempercayai orang lain, bayangan Ku saja akan meninggalkan Ku saat berada dalam kegelapan yang menakutkan. " Sambung Clara menyelesaikan perkataan nya, sambil menatap pemilik netra hitam pekat yang saat ini duduk tepat di hadapan nya.
__ADS_1
Detrian sempat terdiam beberapa saat karena di tatap dengan pancaran netra yang redup dari wajah Clara yang terbilang cantik itu. Namun Detrian langsung angkat bicara...
"Aku tau Kamu pasti tidak akan mudah percaya seperti sifat Mu yang naif dulu, namun Aku membantu Mu karena memang dengan ada nya Kamu, Aku juga dapat terhindar dari masalah."
Pandangan mata yang seolah redup tadi langsung kembali normal, karena mendengar beberapa perkataan dari Detrian, yang seperti sedang membantu untuk mendapatkan sesuatu yang di ingin kan.
Agar ke dua pihak sama sama untung, seperti itulah yang di pikirkan Clara.
"Terhindar dari masalah ? Jelas kan secara rinci pada Ku." Dengan rasa penasaran yang menjadi, Clara memberanikan diri untuk mencampuri urusan Detrian.
"Kamu tau kerajaan Achete kan ? " Tanya Detrian sambil menyisir rambut halus nya dengan lima jemari tangan.
Jawab Clara dengan sangat lancar seperti air mengalir, karena memang Clara adalah anak yang cepat tangkap dalam mempelajari apa saja dulu. Sehingga jika di tanya tentang suatu aspek yang telah dia pelajari dulu, pasti Clara secara otomatis langsung menjelaskan secara rinci.
"Ya, jawaban Mu tepat sekali. Kamu tau benar garis besar dan kecil tentang kerajaan Achete. Lalu masalah Ku adalah beberapa tahun yang lalu, saat masa kepemimpinan Raja Roman ke lima, Dia pernah membuat kesepakatan dengan Raja Achete karena waktu itu Raja Achete pernah membantu nya dalam suatu insiden kecelakaan. Kesepakatan nya menyatakan bahwa akan menikahkan anak atau cucu atau cicit, atau keturunan mereka masing masing. Sayang nya, saat penerus dari masing masing kerajaan yang lahir adalah satu jenis kelamin yang sama. Jadi tak mungkin mereka menikahkan keturunan mereka dengan jenis kelamin yang sama, karena itu akan langsung menghentikan jalan nya keturunan dari masing masing kerajaan."
Lalu Detrian berhenti sejenak dalam menjelaskan, agar Dia bisa menarik nafas. Di samping itu, Clara menyimak dengan baik setiap penjelasan yang keluar dari mulut Detrian.
__ADS_1
"Karena kondisi itu, antara ke dua Raja ini menyepakati sebuah perjanjian lagi yang di buktikan dengan tanda tangan ke dua raja itu. Perjanjian itu adalah, saat keturunan dari masing masing kerajaan berbeda jenis kelamin, maka akan di nikahkan. Perjanjian itu di tulis di dua dokumen yang berbeda, dan di pegang di masing masing kerajaan agar dapat terus di ingat. Lalu, setelah tahun tahun mendatang, selalu saja jenis kelamin dari keturunan ke dua kerajaan ini selalu sama, sekalipun kerajaan Achete sudah memiliki banyak selir, jenis kelamin keturunan mereka tetap sama dengan kerajaan Achete. Takdik seolah tidak menginginkan ke dua kerajaan ini untuk menjalin hubungan kekeluargaan. "
Detrian berhenti menjelaskan lagi, karena kelanjutan dari penjelasan ini sangat amat membuat nya tak suka. Akibat nya, wajah Detrian pun tampak sangat berkerut di beberapa sisi.
"Dan secara kebetulan, pada keturunan Raja Roman ke 13 dan Raja Achete ke 9, menghasilkan keturunan yang berbeda jenis kelamin nya. Dengan kata lain, yang harus menikah dengan keturunan kerajaan Achete adalah Mamu. Benarkan ? "
Karena daya analisa Clara yang tajam, dia menerka ending dari penjelasan awal Detrian.
Di karenakan Detrian berhenti berbicara cukup lama, dan Clara tidak tahan jika rasa penasaran nya di simpan berlama lama akan membuat nya frustasi, sehingga Clara pun angkat suara.
"Perkiraan Mu tepat sekali. Evelyn San Achete, adalah keturunan Raja Achete yang ke 9 saat ini. Dan Aku adalah keturunan dari Raja Roman ke 13 saat ini. Ayah Ku sama sekali tak setuju jika Aku harus menikah dengan keturunan Achete, karena sifat mereka yang tamak. Sehingga dengan emosi yang melimpah ruah, Ayah
Ku membakar surat perjanjian itu. Tapi percuma, karena dari pihak kerajaan Achete, mereka masih menyimpan dengan baik surat perjanjian tersebut. Ayah ku melakukan banyak sekali upaya agar pernikahan ini tidak terjadi, namun sayang... Ayah ku meninggal saat Aku baru berusia 12 tahun, tinggal Aku dan Ibu Ku. Namun karena saking sayang nya ibu pada ayah, ibu juga mulai sakit parah dan meninggal satu bulan setelah kepergian ayah. Dalam jangka waktu yang terbilang singkat, mereka berdua meninggalkan Ku sendirian menjadi anak yatim piatu..."
Detrian mencurahkan semua kejadian yang menimpah nya dari semenjak dia mengerti tentang persoalan hidup. Terdapat senyum masam yang Detrian nampak kan, seolah menyalahkan orang tua nya karena pergi meninggal kan dia sendiri. Atau karena merasa sangat kalut, karena tak pernah bercerita seperti ini pada siapapun.
"...Aku yang di didik semakin keras dari usia 12 tahun pun menjadi bertambah dewasa dalam hal otak, ingat.. Aku tidak senang sama sekali mendapatkan pikiran yang dewasa di usia kanak-kanak, karena itu bukan kemauan ku. Keadaan yang memaksa ku untuk menjadi dewasa...."
__ADS_1
Detrian berhenti sejenak lagi. Dia merasa bahwa kenapa perasanan nya menciptakan sensasi lain saat bercerita ?