I Am The Queen

I Am The Queen
#20.


__ADS_3

Bukan karena Clara terlalu di kurung di dalam kerajaan, tetapi karena Clara jarang menengok ke atas, sehingga tidak begitu tau tentang keindahan langit malam.


Saat melihat sepintas bintang yang jatuh, Clara langsung menyampaikan permohonan nya.


"Semoga semua permintaan yang di ucapkan saat melihat bintang yang jatuh itu terkabulkan. Karena  pasti mereka menunggu permohonan nya terkabul. Aku percaya pada keajaiban Mu, Bintang. Entah ini hanya mitos yang terus beredar hingga detik ini, tapi Aku percaya bahwa setiap bintang dapat mengabulkan permintaan. Sangat amat percaya malah. "


Clara bukan mengucapkan permohonan nya secara pribadi, lebih ke arah untuk kebahagiaan terwujud nya semua permohonan orang orang yang malam ini melihat bintang yang jatuh, dari berbagai tempat yang berbeda.


Setelah itu Clara kembali berjalan dan alhasil Dia pun sampai di jalan tol. Lalu Clara mendengar tanah yang bergetar, dan dari besar nya getaran tanah, Clara dapat mengetahui kendaraan apa yang sedang menuju ke hadapan nya saat ini.


"Aku rasa kak Gres benar, tapi buang jauh jauh pemikiran itu. Sekali pun tak ada pertolongan, Aku akan berusaha seorang diri. " Clara bermonolog pada diri nya sendiri sambil mengepalkan tangan nya kuat kuat.


Lalu selang beberapa menit kemudian, beneran ada mobil yang terlihat di mata Clara. Clara sempat berpikir, jika sang pengemudi mobil menganggap Clara adalah hantu gentayangan.


Clara sudah siap menggunakan kekuatan nya untuk menghentikan mobil tersebut.


Namun berbeda dari yang Clara pikir kan, mobil itu berhenti sendiri di hadapan nya, tanpa rem mendadak atau sebagai nya.


Sang pengemudi keluar dari dalam mobil dan menghampiri Clara, "Apakah kamu tersesat ? " Tanya orang yang baru keluar dari mobil itu.


"Apa pikiran nya hilang atau terjadi sesuatu pada otak nya ? Kata kak Gres,  Hutan ini tadi sangat besar. Em, berapa hektar ya ? Tau ah, lupa. Intinya tak masuk akal jika ada yang tersesat ! Haisshh..... " Clara berbatin sambil menghembuskan nafas panjang, setidak nya analisa lagi pertanyaan yang ingin kau berikan. Begitulah pikir Clara.


"Menurut Mu ? " Dengan nada dingin, dan tatapan tak peduli, Clara bertanya pada sang pengemudi itu.


"Hem ? Menarik... " Batin sang pengemudi.

__ADS_1


"Aku akui pertanyaan Ku salah, tapi apa yang terjadi sampai Kamu terdampar di Hutan Kematian ini Nona ? Kamu seorang gadis lo, masa iya orang tua Mu membuang Mu di sini ? "


"Bukan urusan Mu. " Clara merasa risih dengan pertanyaan yang keluar dari mulut orang di hadapan nya ini, sehingga Clara tak bisa berbicara dengan ramah.


"Apakah Aku buat dia pingsan, lalu Ku bawa mobil nya pergi ? Hais Clara, sejak kapan kamu jadi orang yang kurang ajar seperti ini ? Sebentar, lebih baik minta pendapat nya dulu siapa tau dia orang yang baik kan ? Walaupun mungkin otak nya rada miring." Batin Clara berusaha menjadi baik, dan tidak menjadi kriminal yang mengambil mobil orang tak bersalah.


"Aku langsung ke inti nya, apakah Aku bisa numpang dengan Mu untuk keluar dari Hutan ini ? " Sangat to the point, Clara bertanya pada orang di hadapan nya, yang bahkan nama atau wajah nya saja tidak bisa di lihat dengan jelas, karena orang itu sedang membelakangi lampu mobil yang masih menyala.


Dengan smirk yang nampak di wajah nya, orang itu menjawab " Hey, kenapa Aku harus menuruti kemauan Mu ? Kenal saja tidak. "


Clara memejamkan mata nya, menghembuskan nafas panjang.. Lalu berkata, " Baiklah, Aku sudah menduga jawaban Mu itu. Justru akan sangat aneh jika Kamu langsung bersedia menolong Ku. Jadi, maaf Aku menggunakan cara Ku sendiri. "


Dengan wajah bingung, si pengemudi yang sedang memakai setelan Jas berwarna hitam dengan tinggi 175 cm itu menaikan satu alis nya. Masih mengganggap bahwa gadis yang ada di depan nya dengan kisaran tinggi 160 cm ini hanya sedang menggertak saja. Lalu...


"Petir.. "  Sebut Clara halus sambil memejamkan mata nya, lalu nampak lah getaran petir di kedua telapak tangan nya, dan kilatan cahaya berwarna biru nampak jelas di tangan Clara saat ini.



"Baiklah, Aku akan memberikan Mu tumpangan. Aku tak keberatan sama sekali. " Ujar si pengemudi sambil menyisir rambut nya dengan jari jari tangan.


"Kau tidak takut ? " Sambil menghilangkan kekuatan petir yang mulai memudar di tangan nya, Clara bertanya karena sangat penasaran.


"Itu tak penting. Perkenal kan, nama Ku Detrian. Kamu bisa memanggil Ku dengan Detri atau Rian juga boleh. " Memperkenalkan diri dengan uluran tangan, agar dapat mengenal satu sama lain. Itulah ya g dilakukan orang yang bernama Detrian.


"Salam kenal Detrian, panggil Aku Clara."

__ADS_1


Dengan sangat formal, Clara memanggil nama Detrian secara lengkap, dan menjabat tangan Detrian selama 2 detik saja. Dan hal itu merupakan hal baru yang di dapat Detrian, karena baru kali ini ada wanita yang tak menganggap nya sama sekali.


"Sabar.. Sabar.. Mungkin Dia belum melihat wajah Ku yang indah nan tampan ini, sehingga respon nya seperti terkesan biasa biasa saja. Jangan berkecil hati Detrian, " batin nya dengan penuh percaya diri.


"Kalo begitu, silakan -"


*Brak* Pintu mobil yang di tutup menghentikan perkataan Detrian.


Padahal Detrian baru saja ingin mempersilahkan Clara masuk. Namun Clara sudah melakukan nya sendiri, karena tak mau berlama lama di hutan kematian itu.


Lantaran masih ada kemungkinan preman preman tadi datang kembali dengan emosi yang sudah membeludak, karena baru sadar sudah di tipu oleh Clara.


Detrian mengabaikan tindakan Clara barusan, dan ikut masuk ke dalam mobil. Lampu yang menyala di dalam mobil dapat membuat kedua insan ini melihat wajah satu sama lain dengan sangat jelas.


"Kenapa Kamu sudah masuk aja sih ? Padahal Aku baru mau mempersilahkan Kamu loh. " Sambil memasang sabuk pengaman, Detrian bertanya pada Clara.


"Tak usah repot repot. Aku bisa sendiri. Semakin mandiri semakin baik bukan ? "  Jawab Clara yang masih tetap menatap ke depan, karena sudah memakai sabuk pengaman dari tadi.


Clara bukan nya tak tau sopan santun sehingga masuk begitu saja. Clara hanya tak ingin ingatan nya merasa kan deja vu, saat Diri nya masih merupakan keturunan dari kerajaan Abelia beberapa waktu yang lalu.


"Sabar... Sabar.... Dia belum lihat wajah Ku, jadi masih bersikap seperti ini. " Batin Detrian lagi, yang tak ingin berkecil hati atau semacam nya. Karena sejak kecil, Detrian sudah tau bahwa wajah nya sangatlah tampan dan memesona.


"ASTAGA.. " Teriak Detrian memegang tangan nya, sontak Clara langsung berbalik dan melihat ke arah Detrian.


__ADS_1


"Ada apa ? " Dengan wajah yang sedikit panik, Clara bertanya pada Detrian. Namun Detrian terpaku, karena melihat wajah Clara sepenuh nya.


__ADS_2