
Clara langsung berjalan meninggalkan aula tengah itu, membiarkan ke 10 tim alpha melakukan tugas yang Clara perintah kan.
Karena jika Clara terus berada di ruangan yang sama dengan ke 5 pria itu, maka Clara akan sangat kesulitan menahan derai air mata yang seakan sudah memberikan notifikasi pada Clara sejak tadi.
Leo yang berjalan di belakang Clara langsung memasangkan mantel hitam yang langsung di muat di atas bahu tampa memasukan tangan, dan berjalan sejajar dengan Clara.
"Kaka membutuhkan sesuatu ? " Tanya Leo yang berusaha membuat suasana hati Clara membaik.
"Ya, Aku membutuhkan sesuatu." Sambil berjalan dengan pandangan mata yang terangkat sempurna, dan posisi badan layak nya seorang model, Clara memberi notis pada pertanyaan Leo.
"Katakan saja kak, karena sekalipun membunuh Presiden Aku tak akan menolak nya. " Dengan sangat percaya diri Leo menyanggupi segala nya.
"Dalam waktu dua minggu, Aku ingin empat kelompok pendukung Jodi dan Sonya lenyap seperti kelompok Rick Devil pada malam ini. "
Sambil menguatkan genggaman tangan pada mantel hitam yang panjang dan tebal, Clara memberitahukan Leo bahwa rencana yang sudah di susun di awal telah di ubah.
Awalnya Clara ingin menghancurkan Jodi dan Sonya perlahan lahan, tetapi karena banyak pertimbangan lagi, Clara inging menghabisi mereka berdua secepat nya.
Setelah itu Clara dan Leo menunggu di dalam mobil sekitar 15 menitan tanpa berbicara.
Clara hanya diam dengan tatapan bengong. Sedangkan Leo sudah di beri peringatan oleh Detrian, agar tidak bertanya dan menceritakan tentang topik Orang Tua.
Itu akan membuat pikiran Clara traveling ke mana mana secara tak beraturan dan berakibat fatal bagi mental nya yang sempat terganggu karena ulah Jodi dan Sonya.
Tak.
Pintu mobil di buka dan di tutup.
__ADS_1
Tim alpha nomor 1 dan 2 masuk dan langsung duduk di kursi depan mobil milik Clara, dan delapan sisa nya langsung masuk ke dua mobil yang terparkir di sebelah kanan dan kiri mobil Clara.
Dan karena bunyi dari pintu mobil yang di buka dan di tutup tadi, membuat kesadaran Clara seakan kembali seperti sedia kala.
"Apakah sudah selesai ? " Tanya Clara yang masih menatap ke luar jendela mobil.
"Sudah pemimpin, apakah aktifkan bom nya sekarang ? " Tanya nomor 2, salah satu tim alpha saat telah duduk di bangku pengemudi.
"Sebenarnya Aku tak ingin mereka berlima mati secepat ini. Padahal jika sudah di kuliti, dan taburi garam di badan mereka, maka mereka akan hidup selama tiga hari..." Ucap Clara berhenti sejenak. Ada rasa sayang yang tak bisa Clara tiadakan.
"...Yah ~ Mau di bunuh sekarang ataupun tiga hari nanti, toh sama saja. Mereka tetap akan mati. Jadi, aktifkan bom nya. " Sambil menatap ke ruangan berlantai tiga yang berjarak 300 meter dari posisi parkiran mobil, Clara menantikan adegan yang satu ini.
BOOOOOOMMMMMM!!
"Sudah di pastikan mereka berlima tak akan hidup dan lolos dari ruangan itu kan?" Tanya Clara di tengah keheningan itu.
"Ya. "Jawab 10 tim alpha secara bersamaan.
"Kalau begitu malam ini cukup sampai di sini. Sekarang mari kita pulang. " Perintah Clara, tanpa bantahan atau komentar lain, mobil pun langsung melaju ke jalanan.
Saat mobil sudah berada kisaran tiga KM dari daerah sunyi, Leo menekan tombol berwarna merah yang ada di remote kontrol, lalu semua jalanan bagus yang baru mereka lewati langsung hancur karena bom yang Leo tanam di sepanjang jalan.
Sayang sekali, malam ini daerah sunyi tidak mencerminkan nama nya.
Lagi pula tak akan ada aparat kepolisian yang akan datang, sehingga kekacauan ini tak akan menyebar ke luar, dan Clara juga tak berniat untuk memberitahu Jodi dan Sonya.
__ADS_1
Setelah membantai 4 kelompok yang tersisa, baru Clara ingin memberitahukan mereka berdua lewat mulut orang lain.
Lalu setelah itu, ke tiga mobil sampai di markas The Black Fire pada pukul 12:39 malam. Clara mengucapkan terimakasih pada para tim alpha yang sudah menjalankan misi bersama nya malam ini. Menyampaikan beberapa patah kata, lalu di antar pulang ke kerajaan Roman oleh Leo.
Sesampai nya di kerajaan Roman, para pelayan langsung menyambut Clara dengan ramah walaupun sudah tengah malam dan menyiapkan perlengkapan mandi dan sebagainya. Karena Clara yang meminta hal itu.
Bertemu kembali dengan orang orang yang membunuh ke dua orang tua nya, membuat pikiran Clara suram dan butuh air untuk menyegarkan kembali otak nya itu.
***
DUA MINGGU KEMUDIAN.
Setelah dua minggu berlalu, perusahaan Scarlett sudah menjadi perusahaan yang di ketahui oleh satu negara.
Pasalnya, Perusahaan Scarlett membeli banyak saham yang hampir jatuh dan menjadikan harga saham naik drastis. Banyaknya tempat perbelanjaan terbesar di negara itu menjadi milik perusahaan Scarlett hanya dalam satu minggu.
Sedangkan seminggu kemudian pusat perbelanjaan dan tempat lain nya semakin maju dan memberikan perkembangan yang sangat menguntungkan bagi pemasukan keuangan perusahaan Scarlett.
Hal itulah yang menjadi daya tarik yang amat mendominasi, sehingga membuat banyak perusahaan tertarik untuk melakukan kerja sama.
Namun dengan kedudukan yang sudah tinggi dan stabil, membuat banyak perusahaan yang ingin menjalin kerja sama, kesusahan dan mengalami banyak kesulitan. Jelas, Clara adalah orang yang sangat teliti, sedikit saja ada kejanggalan maka akan out dari daftar kerja sama.
Sekalipun sudah menunggu selama berhari hari maupun berminggu-minggu, tidak dapat memberikan jaminan bahwa kerja sama dapat terjalin. Jadi inti nya, jangan terlalu berharap. Karena yang akan sakit hati nanti bukan siapa siapa melainkan diri sendiri.
Perusahaan yang sudah sampai di titik ini belum juga menampakkan wajah dari CEO atau pemimpin mereka, bukan karena sombong tetapi itu akan merusak rencana Clara.
Biarlah apapun yang di katakan media massa, karena seburuk apapun mereka mendikte Clara, tak akan membuat Clara tersentak apalagi frustasi dengan perkataan yang tidak sesuai dengan kenyataan.
__ADS_1
Tentu dengan Clara yang dapat mendirikan perusahaan yang kokoh, pasti memiliki modal atau dana awal. Dan orang yang memberikan modal atau dana, orang nya tidak lain dan tidak bukan adalah Detrian Del Albret Roman. Sang pohon dan sumber uang.