I Am The Queen

I Am The Queen
#39.


__ADS_3

Dan jam tangan yang di pakai Clara yang menunjukkan detik, menit, jam, tanggal, hari, bulan, dan tahun itu, jarum jam nya langsung berputar kembali ke belakang dengan sangat cepat, yang menunjukkan enam bulan sebelum nya saat Clara masuk bersama Detrian ke dalam hutan kematian itu.


Detrian langsung duduk di bangku pengemudi dan Clara duduk di sebelahnya sambil merenggangkan jemari dan badan nya...


"Uuuggg... " Erang nya, karena badan nya sedang di tarik dan di lemas kan kembali.


"Seperti nya sudah ada yang tak sabaran. " Ujar Detrian yang melihat sepintas pergerakan Clara dengan mata ekor nya.


"Yaah, kamu pasti lebih tau dari pada Aku." Sambil tersenyum lebar, Clara menjawab Detrian dengan nada yang ceriah.


Setelah itu Detrian lanjut mengemudi dan fokus melihat jalan, sedangkan Clara sedang sibuk memikirkan cara mendapatkan anak buah atau prajurit yang berjumlah dua ribu lebih dalam jangka waktu dua bulan sebelum Jodi dan Sonya di nobatkan menjadi suami istri, dan menjadi Raja dan Ratu dari kerajaan yang tidak ada hubungan sama sekali dengan mereka.


DOOOOORRR !! Suara tembakan.


Suara tembakan yang menggema pun memekik kan pendengaran Clara yang tajam itu. Seperti sedang menaruh speaker di gendang telinga, dan memilih lagu rock, begitulah yang Clara rasa. Padahal mobil mereka sudah di naikan semua kaca mobil nya.


"Berhenti " Ujar Clara karena yakin sekali bahwa hanya diri nya yang mendengar suara tembakan itu.


*Cciitttt*


Detrian pun langsung menghentikan mobil, dan secara otomatis lima mobil pelayan yang mengikuti dari belakang juga ikut berhenti.


"Ada apa-" Belum selesai Detrian berucap, Clara sudah berada di luar dan mulai memasang telinga di tengah jalan tol, agar dapat mendengar suara sebagai petunjuk.


Srak.. Sraaakk.. Bunyi semak semak yang bergerak.

__ADS_1


Clara berjalan secara cepat ke arah semak semak itu dengan tangan nya yang sudah siap untuk menembakkan sengatan petir pada apapun yang ada di depan nya. Sedangkan Detrian dan lima pelayan wanita lain nya berjalan di belakang Clara dengan terus siaga pada sekitar.


*Sraaakkk * Clara menghempaskan


semak semak itu.


Netra Clara membulat seketik. Ke dua tangan nya sontak menutup ke dua mulut. "A.. Apa ini ? " Sambil mundur selangkah ke belakang, Clara benar benar tak bisa menahan rasa mual nya. Namun, saat Kaki Clara baru mundur satu langkah, ada sesuatu yang menahan nya.


"To... Tolong... A.. Aku... " Pinta orang yang Clara temui di semak semak hutan dalam keadaan naas. Badan nya berlumur darah, wajah nya babak belur, bahkan untuk berbicara saja susah. Clara memang tak pernah tertarik dengan dunia kedokteran, namun Clara paham betul seluruh materi dan penjelasan nya.


"Di.. Dia mendapat luka lembak.. Tunggu.. Kenapa lubang nya banyak sekali ? ! " Dengan suara yang sedikit gemetar, Clara berusaha memberikan hasil diagnosis.


Ketika mendengar perkataan Clara, kelima pelayan wanita itu langsung mengambil dua pistol yang ada di masing masing pinggang celana mereka, dan mulai mengitari Detrian dan Clara, berjaga jaga siapa tau ada serangan musuh.


"Kamu bisa mengobati nya Ra ? " Tanya Detrian sambil menepuk pundak Clara tiga kali.


"Ah, aku rasa ini saat yang tepat untuk mencoba apakah Aku bisa mengendalikan serpihan awan seperti Kak Gres atau tidak." Dengan tekad yang sudah bulat ingin menolong orang di hadapan nya, Clara mulai memejamkan mata nya dan memikirkan bentuk serpihan awan.


"Serpihan awan... " Gumam Clara.


Namun setelah dua menit berlalu, tak ada apapun yang terjadi. Tak ada cahaya, tak ada angin sejuk, dan tak ada serpihan awan yang terbang ke arah Clara untuk di kendalikan agar orang yang terkapar di atas rumput itu tidak mati.


"Fu*ck !!! Kenapa tak bisa ? Apa yang harus Aku lakukan ? Dia hampir mati.. Astaga otak, berpikirlah.. Berpikirlah.. "  Sambil meremas rambut nya itu dengan sekuat tenaga, Clara berusaha sekuat tenaga mengingat sesuatu yang berguna.


"Hem ? Ini adalah serpihan awan, ini bukan kekuatan Ku. Karena Aku pengendali guntur dengan kekuatan yang besar, sehingga serpihan awan ini sangat suka untuk mengelilingi Ku. Mereka punya fungsi untuk menyembuhkan luka dalam maupun luka luar, namun Aku lebih sering menggunakan serpihan awan ini untuk menyembuhkan dua bocah di belakang sana. " Ujar Gres sambil menunjuk ke arah Gisel dan dan Gali, yang entah sedang memperdebatkan masalah apa.

__ADS_1


Entah dari mana, tetapi perkataan Gres yang seperti itu langsung terlintas di benak nya, seakan jalan baru yang muncul setelah menemui jalan buntu selama berabad abad.


"Guntur... "  Gumam Clara dengan santai nya, dan langit pun langsung bergemuruh dengan dahsyat nya, karena Clara tak punya waktu untuk mengontrol.


Seketika satu kumpulan serpihan awan yang besar nya seperti kardus indomie tapi berbentuk bulat langsung mengelilingi Clara dan mengusel usel leher Clara sampai Clara kegelian.


Namun karena di sadarkan oleh Detrian, Clara langsung mengontrol kekuatan awan itu dengan pikiran nya, dan orang yang berlumuran darah itu, seketika seluruh tubuh nya langsung di tutup dengan serpihan awan.


[Sepuluh menit kemudian]


Seluruh tubuh orang yang berlumuran darah itu langsung bersih total. Tak ada lagi noda merah, tak ada lagi sembilan luka tembak, wajah nya kembali nampak normal seperti manusia pada umum nya. Namun satu kekurangan nya, dia tidak membuka mata nya.


"Apakah dia mati ? " Karena sudah sangat penasaran dengan hasil nya, Detrian langsung menebak ke bagian paling terburuk nya.


"Sembarangan !!! Dia hanya pingsan karena kehilangan banyak darah tadi, sekarang bawa dia masuk ke dalam salah satu mobil kalian. " Jawab Clara pada Detrian, sekaligus memberikan perintah pada lima pelayan wanita yang masih sigap untuk melindungi ke dua tuan nya itu.


"Baik." Jawab mereka berlima dengan sangat kompak.


"Apakah kamu sudah melindungi tempat kita tadi ? " Sambil melihat ke arah pria yang tidak di ketahui nama nya di bawa ke mobil pada pelayan, Clara bertanya pada Detrian karena tadi lupa menyuruh.


"Sudah Aku lakukan saat Kamu menyuruh Ku untuk menghentikan mobil. "


"Baguslah.. " Clara pun berjalan duluan dan masuk ke dalam mobil.


Yang di lakukan oleh Detrian adalah menghentikan waktu dalam radius 10 meter agar  apa yang mereka lakukan tidak dapat di lihat oleh musuh dari korban yang Clara tolong itu.

__ADS_1


Karena jika Detrian menggunakan kekuatan nya untuk menghentikan waktu untuk mereka sendiri, maka orang lain yang tidak berada dalam radius tidak akan pernah bisa melihat Detrian dan clara sampai kucing bertanduk sekalipun.


Setelah itu Detrian menginjak pedal gas, dan setelah satu jam baru Detrian melepaskan waktu yang dia hentikan untuk menolong orang tadi. Agar musuh yang mencari korban tidak pernah sama sekali mengetahui bahwa ada mobil yang melewati jalan tol hutan kematian tadi.


__ADS_2